Referensi Menu Aqiqah Sederhana Untuk Nasi Box

Referensi Menu Aqiqah Sederhana Untuk Nasi Box

Jika anda akan menyelenggarakan peringatan aqiqah bagi putra-putri anda, anda bisa menyiapkan masakannya sendiri atau dipercayakan kepada penyedia jasa layanan aqiqah. Namun sebenarnya anda bisa menentukan menu masakan apa saja yang akan dimasukkan ke dalam paket nasi box. Pada artikel kali ini kami akan memberikan beberapa contoh masakan yang bisa anda pilih sebagai menu aqiqah sederhana untuk nasi box yang akan anda buat.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

1. Nasi

Menu Aqiqah Sederhana
Nasi menjadi menu wajib aqiqah. Sumber Unsplash

Nasi adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari orang Indonesia, karena nasi adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Tanpa nasi, berbagai jenis masakan akan terlihat janggal, meskipun masakan tersebut lezat. Karena itu dalam penataan menu aqiqah sederhana pada nasi box, nasi tentu akan menjadi hal yang wajib keberadaannya.

Anda bisa menambahkan nasi putih biasa, atau menggunakan nasi uduk. Tergantung menu lain yang anda inginkan. Nasi uduk hanya cocok untuk masakan olahan daging kambing yang tanpa kuah seperti steak, rendang atau sate. Untuk olahan daging kambing yang berkuah sebaiknya menggunakan nasi putih biasa.

Ada opsi lain selain menggunakan nasi. Anda bisa menggantinya menggunakan ketupat atau lontong. Makanan pokok yang juga dari beras tersebut juga sebaiknya dipilih menyesuakan menu olahan daging kambingnya. Biasanya penggunaan lontong akan sangat cocok dengan sayur krecek atau menu sate dan saus kacang.

2. Olahan Kambing

Daging kambing memiliki beragam manfaat. Salah satu manfaat mengkonsumsi daging kambing adalah dapat menambah stamina. Namun jika mengkonsumsi berlebihan dan tanpa terkendali dapat membahayakan kesehatan karena daging kambing yang kaya protein juga mengandung lemak dan kolesterol yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Dalam mengolah daging kambing, hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai masih tercium bau prengus yang kuat pada masakannya. Karena itu untuk mengolah daging kambing agar bau prengus kambing berkurang, diperlukan berbagai teknik pengolahan. Dan inilah yang dilakukan oleh penyedia jasa aqiqah Purwokerto, Padi Aqiqah dalam pengolahan masakan aqiqah.

Beragam menu olahan daging kambing bisa dijadikan pilihan. Menu sate, tongseng ataupun gule sudah umum digunakan pada masakan aqiqah. Hal ini dikarenakan masakan tersebut cukup familiar di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu menu khas daerah juga bisa dijadikan pilihan, seperti menu sate klathak khas Yogyakarta.

Alternatif lain yang bisa dijadikan pilihan adalah menu masakan yang jarang digunakan. Salah satunya adalah nasi kebuli. Nasi kebuli adalah nasi khas timur tengah yang diolah bersama dengan daging unta ataupun kambing. Hampir menyerupai menu nasi goreng kambing, tetapi lebih memiliki rasa yang khas.

3. Acar

Acar merupakan makanan yang dibuat dari timun, cabai, bawang, tomat, dan sebagainya yang diberi cuka dan air garam sehingga bisa menimbulkan rasa khas. Acar umumnya disajikan sebagai hidangan pelengkap dari masakan olahan kambing pada menu aqiqah sederhana. Selain itu juga bisa disajikan sebagai salad.

 Acar sudah ada di berbagai negara dengan nama penyebutan lain. Di korea selatan dikenal sebagai Kimchi dan di Jepang sebagai Natto. Meskipun penamaan, bahan dan cara membuatnya terkadang berbeda, namun fungsi acar tetaplah sebagai makanan pelengkap. Selain itu makanan ini sebagai makanan untuk menetralisir makanan berlemak seperti berbagai olahan kambing pada menu aqiqah.

4. Urap Sayur

Urap merupakan hidangan berupa sayuran yang direbus dan dicampur kelapa parut yang dibumbui sebagai pemberi citarasa. Urap juga disebut sebagai gudangan di beberapa daerah di Jawa dan biasa ditemukan dalam masakan Indonesia. Namun sebenarnya urap berasal dari khazanah masakan Jawa. Karena itulah di beberapa acara yang bersifat upacara adat, makanan ini kadang trersedia.

Urap tidak mengandung daging, dan dapat dimakan begitu saja sebagai makanan vegetarian atau sebagai sayuran bersama nasi sebagai bagian dari hidangan lengkap. Untuk menu aqiqah, urap dijadikan makanan penyeimbang. Biasanya masakan olahan daging kambing aqiqah mengandung protein dan lemak hewani yang tinggi, dengan urap sayur akan ada zat penyeimbang nabati yang terkandung di dalam sayuran.

5. Tumis Brokoli

Terkadang pada menu aqiqah, selain olahan daging kambing juga tersedia tumis brokoli. Tumis ini merupakan masakan yang menggunakan bahan brokoli, wortel, dan kembang kol. Terkadang ada tambahan udang, bakso atau kreni. Masakan ini memiliki ciri yang segar. Karena masakan ini sedikit berkuah, maka sebaiknya di sajikan dengan olahan daging kambing yang tidak terklalu berkuah pada menu aqiqah.

6. Oseng Tempe

Menu Aqiqah Sederhana
Tempe bisa menjadi pilihan. Sumber Unsplash

Masakan lainnya yang sering ditemukan pada menu aqiqah sederhana adalah oseng tempe. Selain proses pembuatannya yang mudah, penggunaan oseng tempe bisa direkomendasikan karena banyak yang menyukai masakan ini. Anda bisa menambahkan menu ini di nasi box aqiqah yang akan anda buat.

Oseng tempe yang sering di tambahkan adalah yang dimasak dengan citarasa pedas manis khas masakan Jawa. Ada juga jenis oseng tempe yang dibuat kering dan renyah, biasanya akan ditambahkan bahan kacang. Varian lain adalah tumis tempe dengan citarasa pedas dan tambahan bahan lainnya yang menyerupai oseng mercon.

7. Buah Segar

Sebagai pelengkap menu aqiqah, anda bisa memasukkan satu jenis buah yang segar sebagai pencuci mulut. Yang paling sering dipakai adalah irisan buah semangka. Selain harganya tidak terlalu mahal, buah semangka juga terasa segar dan sagat cocok digunakan sebagai makanan pengiring dari olahan daging kambing yang biasanya berminyak. Namun anda bisa menggantinya dengan buah lain seperti jeruk.

Menu Aqiqah Sederhana
Semangka sebagai hidangan penyegar. Sumber Unsplash

8. Kerupuk

Tidak lengkap jika suatu masakan Indonesia disajikan namun tanpa kerupuk. Kerupuk menjadi bagian dari sajian masakan nusantara dan populer di berbagai tempat. Untuk nasi box menu aqiqah sederhana biasanya menggunakan kerupuk udang. Ketika kerupuk ini ditambahkan, hendaknya dimasukkan di dalam plastik tersendiri agar tetap renyah dalam jangka lama.

Itulah beberapa kombinasi masakan menu aqiqah sederhana yang bisa anda jadikan referensi. Anda bisa membuat nasi box sesuaidengan kreasi anda. Apabila anda mempercayakan kepada penyedia jasa layanan aqiqah, anda bisa request, masakan apa saja yag akan dimasukkan ke dalam paket nasi box. Dan tent saja kombinasi menu yang anda minta harus menyesuaikan budget dan juga jenis masakan lainnya agar cocok.  

Informasi Menu Aqiqah, Sate Klathak Khas Jogja

Informasi Menu Aqiqah, Sate Klathak Khas Jogja

Sate Klathak bisa menjadi salah satu pilihan untuk menu Aqiqah. Sajian khas dari Jogja ini juga sudah menjadi pilihan menu dari Jasa Aqiqah Purwokerto dan berbagai jasa aqiqah lainnya karena rasanya yang nikmat. Bagaimana sebenarnya kenikmatan sajian ini?

Sate klathak merupakan cita rasa khas Jogjakarta yang tidak boleh dilewatkan. Bagi Anda yang berkesempatan berkunjung ke Jogjakarta, cobalah cicipi sajian khas yang satu ini. Mengenai sejarahnya, sebenarnya tidak begitu banyak cerita di dalamnya.

Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah

Sebelum membahas informasi menarik terkait menu Sate Klathak yang bisa menjadi pilihan untuk menu Aqiqah, perlu diketahui tentang beberapa hal terkait pelaksanaan acara aqiqah. Karena salah satunya adalah memasak daging hewan yang disembelih dan menikmati sebagiannya. Sehingga penting untuk menentukan menu masakan daging aqiqah yang tepat.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

1. Memberikan Nama Anak

Bagi sebagian referensi, memberikan nama anak dijadikan tata cara yang kedua setelah menyembelih kambing. Hal ini sah-sah saja. Namun, saat menyembelih kambing, sebenarnya nama anak disebutkan didalam doanya. Sehingga kami mengambil pendapat bahwa mempersiapkan nama anak didahulukan dalam tata cara ini.

Meskipun begitu, saat pelaksanaan acara aqiqah atau pembagian masakan aqiqah kepada kerabat-lah nama anak kemudian diketahui oleh khalayak dan didoakan. Jadi, apabila sudah dipersiapkan sebelumnya, akan lebih mudah untuk melengkapi pelaksanaan ibadah aqiqah ini. Sehingga saat penyembelihan, nama anak sudah disebutkan dalam doa penyembelihan hewan.

2. Menyembelih Kambing

Hewan aqiqah yang paling dianjurkan adalah kambing. Baik jantan maupun betina. Hal ini berdasarkan hadits :

Dari Ummu Kurz ia berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda ‘Untuk seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan untuk anak perempuan adalah seekor kambing. Tidak mengapa bagi kalian apakah ia kambing jantan atau betina’.” (HR. Abu Dawud no. 2834-2835)

Sebagian referensi menyatakan terdapat beberapa hewan ternak lainnya yang juga dapat dijadikan hewan aqiqah. Namun kami mengambil pendapat bahwa hewan aqiqah adalah kambing dan yang sejenisnya seperti domba.

Doa saat menyembelih hewan aqiqah :

… بِسْمِ اللهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ، هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَن

Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan (Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu. Ini adalah aqiqoh fulaan).

3. Memasak Daging Kambing

Memasak daging aqiqah menjadi tata cara pelaksanaan aqiqah oleh karena jumhur Ulama sepakat bahwa daging hewan aqiqah dibagikan dalam keadaan telah dimasak. Berikut pendapatnya :

“Dianjurkan untuk tidak membagikan daging hewan aqiqah dalam keadaan mentah, akan tetapi dimasak terlebih dahulu kemudian diantarkan kepada orang fakir dengan nampan.” (Imam Al-Baghawi dalam kitab Atahzib)

Selain itu memang hal ini berlandaskan dalil :

Hadits Aisyah r.a: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

Jadi melalui Aisyah r.a. bahwa Nabi menganjurkan hewan aqiqah dibagikan dalam keadaan telah dimasak.

4. Mencukur Rambut Bayi

Biasanya aktivitas mencukur rambut bayi ini dilakukan dengan pemberian nama sekaligus. Namun intinya, baik mencukur rambut bayi dan memberikan nama dilakukan pada hari ketujuh. Sekaligus menyembelih hewan aqiqah. Hukum mencukur rambut bayi ini menurut kalangan Ulama hukumnya sunnah.

Sejarah Sate Klathak

Berasal dari sebuah kampung di daerah selatan Jogjakarta yaitu Kampung Jejeran, yang mayoritas penduduknya merupakan peternak kambing, seseorang bernama Mbah Ambyah membuat sebuah kuliner yang tidak biasa pada masanya waktu itu sekitar tahun 40-an, dimana biasanya sajian sate di Jogjakarta menggunakan daging ayam.

Sate ini dijajakan di sekitar pasar jejeran di bawah pohon melinjo mulai dari sore menjelang malam hingga tengah malam. Begitulah hingga saat ini usaha tersebut diteruskan oleh anaknya dan keberadaan warung sate klathak pun menyebar di seluruh Jogjakarta.

Sate Klathak, sumber : DUNIA KITA
Sate Klathak, sumber : DUNIA KITA

Sajian Sate Klathak

Untuk Anda yang belum menikmati sate klathak, sate ini menyajikan daging kambing yang tidak begitu berbumbu karena hanya sekedar diberi garam ditusuk dengan jeruji besi dan dipanggang di atas arang. Meskipun terlihat sederhana, ternyata cita rasanya khas karena biasanya sajian seperti ini cenderung lebih berbumbu dan berat untuk dicerna.

Tentang nama klathak sendiri, daging sate yang diberi garam ternyata akan berbunyi kemretek saat dipanggang di atas arang sehingga akhirnya menjadi ciri khas dan diberi nama sesuai dengan ciri khasnya yaitu sate klathak. Selain itu, jeruji besi yang merambatkan panas arang ke dalam daging bisa menjadikan dagingnya lebih empuk merata. Karena salah satu kesulitan memasak daging kambing adalah membuatnya menjadi empuk.

Selain daging kambing, sajian sate klathak ini biasanya dinikmati bersama kuah yang merupak kaldu dari lemak kambing yang dimasak dan sate klathak ini disantap bersama nasi bukan ketupat atau lontong. Sajian sate klathak sangat cocok bagi Anda yang bergenre karnivor dalam urusan kuliner. Namun begitu terdapat penyeimbang berupa potongan timun, tomat dan kubis yang juga disajikan bersama sate klathak.

Itu dia informasi seputar menu sajian aqiqah, Sate Klathak yang merupakan kuliner khas Jogja. Semoga informasi ini bisa memberikan inspirasi bagi Anda. Simak berbagai informasi seputar pelaksanann aqiqah, Ibu hamil, Bayi dan informasi lainnya di halaman ini. Jika terdapat pertanyaan, kritik dan saran, silahkan berikan di kolom komentar yang tersedia.

Perbedaan Aqiqah dan Qurban yang Wajib Anda Ketahui

Perbedaan Aqiqah dan Qurban yang Wajib Anda Ketahui

Perbedaan antara aqiqah dan qurban masih menjadi persoalan yang membingungkan di masyarakat. Pantas saja karena secara dhohir, aqiqah dan qurban memiliki kesamaan yaitu menyembelih hewan (dalam hal ini baik berqurban maupun aqiqah boleh menggunakan hewan jantan maupun betina, namun untuk aqiqah hanya menggunakan kambing dan sejenisnya saja) serta sama-sama berhukum sunnah muakkad.

Aqiqah, menurut bahasa artinya memotong. Asal matanya aqqa- yauqqu- aqqan. Menurut para ulama, istilah memotong memiliki makna beragam. Yakni memotong atau menyembelih hewan dan memotong rambut bayi yang lahir. Menurut Abu Ubaid, aqiqah berarti rambut atau bulu yang ada di kepala bayi.

Menurut istilah, aqiqah bermakna pemotongan atau penyembelihan hewan dalam rangka tasyakuran kepada Allah SWT karena kelahiran anak (laki-laki maupun perempuan) disertai dengan pemotongan rambut bayi tersebut.

Baca juga : Syarat Kambing Aqiqah

Sedangkan asal kata qurban yaitu qariba- yaqrabu- qurbanan wa wirbanan (dikutip dari kamus Ibn Manzhur dan Munawir). Arti dari kata tersebut adalah dekat, maksudnya mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan mengerjakan perintah-Nya.

Selain itu, kata qurban juga berkaitan dengan kata udhiyyah bentuk jamak dari kata dhahiyyah yang berasal dari kata dhaha (waktu dhuha). Maknanya yaitu, sembelihan di waktu dhuha pada tanggal 10 sampai 13 bulan Dzulhijjah.

Sedangkan menurut istilah, qurban yaitu menyembelih hewan dengan tujuan beribadah kepada Allah pada Hari Raya Haji atau Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah dan tiga hari tasyriq setelahnya 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Perbedaan Aqiqah dan Qurban

Ilustrasi Perbedaan Aqiqah dan Qurban
Ilustrasi Perbedaan Aqiqah dan Qurban, Sumber : Ternakan Kambing

Di antara sekian banyak ibadah sunah yang dianjurkan untuk dilaksanakan, ada dua ibadah yang memiliki kesamaan, yaitu aqiqah dan qurban. Orang yang memiliki kemampuan atau mantap secara finansial bisa melakukan kedua ibadah sunah ini bila ingin menggapai pahala dan keberkahan yang besar dari Allah Ta’ala. Meski keduanya sama-sama sunah utama, akan tetapi ada beberapa perbedaan aqiqah dan qurban.

Meski jelas ibadah aqiqah dan qurban ini ketentuannya tidak sama. Sebagian orang masih merasa bingung membedakannya. Oleh karena itu, mari simak beberapa perbedaan aqiqah dan qurban yang wajib Anda ketahui.

1. Jenis Hewan

Saat hendak melakukan ibadah qurban, Anda tentu akan mencari hewan terbaik. Di antara beberapa jenis hewan, yang tergolong hewan qurban di antaranya adalah sapi, kambing, domba, kerbau, hingga unta. Selain itu, hewan qurban juga dibagikan dalam kondisi mentah.

Untuk aqiqah, jenis hewan yang digunakan hanya kambing saja.

Nah, kambing ini tidak Anda berikan dalam keadaan mentah, melainkan harus sudah diolah jadi sajian menggugah selera misalnya, sate atau gulai.

Bila Anda merasa repot dengan segala persiapan aqiqah bagi si kecil, Anda bisa mengontak jasa layanan aqiqah seperti Padi Aqiqah yang melayani aqiqah untuk wilayah Purwokerto dan sekitarnya. Jasa layanan aqiqah akan bekerja secara profesional dalam menyiapkan segala keperluan aqiqah buah hati Anda.

2. Jumlah Hewan

Kambing Aqiqah, sumber ig lensproducties
Kambing Aqiqah, Sumber : IG @lensproducties

Hewan qurban umumnya berjumlah satu ekor atau lebih, tergantung dari kemampuan masing-masing orang. Dalam ibadah yang dilakukan pada bulan Dzulhijjah ini, seseorang tidak diperbolehkan mengambil upah menyembelih hewan qurban.

Sementara aqiqah bayi ketentuannya adalah dua ekor untuk anak lelaki dan seekor bagi perempuan. Di prosesi aqiqah ini diperbolehkan mengambil upah menyembelih.

3. Pembagian Daging

Daging qurban boleh dibagikan sepertiganya untuk saudara atau kerabat, sepertiga bagian fakir miskin, sisanya barulah disantap sendiri. Artinya ada tiga kelompok yang berhak atas daging qurban tersebut. Ketentuan ini tercantum jelas dalam Alquran.

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (QS. Al-Hajj: 28).

Sementara untuk hewan sembelihan aqiqah, boleh dibagikan kepada siapa saja. Alangkah baiknya mendahulukan warga sekitar atau tetangga. Sebab pembagian daging aqiqah kepada orang-orang terdekat bisa memperkokoh tali silaturahmi. Para tetangga akan lebih mengenal Anda juga putra-putri Anda.

4. Tujuan Pelaksanaan

Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah
Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah, Sumber : Damainesia

Tujuan Anda melaksanakan ibadah qurban tentu ingin meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS atau sebagai peringatan atas pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang luar biasa. Sementara aqiqah itu berbeda. Tujuan digelarnya acara ini semata-mata adalah sebagai bentuk syukur kepada Allah Ta’ala atas karunia tidak ternilai yaitu buah hati terkasih.

Baca juga : Persiapan Aqiqah

5. Waktu Pelaksanaan

Ibadah qurban bisa dilaksanakan setiap tahun yaitu bulan Dzulhijjah, dengan catatan tidak memberatkan atau Anda merasa mampu untuk membeli hewan ternak. Lain halnya dengan aqiqah yang dilakukan sekali seumur hidup.

Paling pas pada tujuh hari setelah kelahiran buah hati. Tapi bila belum mampu, boleh pada hari ke-14 atau 21, dan jika masih juga tidak mampu di ketiga waktu tersebut, orang tua boleh meng-aqiqah buah hati kapan saja. Dianjurkan sebelum anak baligh. Jadi, jelas sudah bahwa ada perbedaan waktu antara keduanya.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa perbedaan aqiqah dan qurban yang wajib untuk Anda ketahui. Semoga Allah mudahkan kita melaksanakan kedua amalan ibadah sunnah tersebut dan tidak ada lagi salah paham mengenai perbedaan keduanya. Simak artikel bermanfaat lainnya seputar aqiqah di sini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Aqiqah di Bulan Ramadhan : Raih Double Pahala!

Aqiqah di Bulan Ramadhan : Raih Double Pahala!

Aqiqah di bulan Ramadhan – Aqiqah merupakan suatu ibadah yang dilaksanakan dengan menyembelih hewan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas kelahiran anak. Pelaksanaan aqiqah menurut syariat Islam apabila yang dilahirkan adalah bayi laki-laki maka dibutuhkan 2 ekor kambing. Untuk anak perempuan 1 ekor kambing.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Meskipun begitu, aqiqah diberlakukan bagi yang mempunyai kemampuan saja. Diperlukan banyak hal persiapan aqiqah agar ibadah aqiqah dapat berjalan dengan lancar.

Pelaksanaan ibadah aqiqah disunahkan pada hari ketujuh kelahiran bayi sebagaimana berpatokan pada hadits berikut, “Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ke tujuh, dan dia dicukur, dan diberi nama.” (HR. Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan, dan dishahihkan oleh At Tirmidzi)

Apabila tidak sempat melaksanakannya pada hari ketujuh, maka bisa diganti pada hari ke empat belas. Dan bila tidak bisa hari ke empat belas, bisa pada hari keduapuluh satu. Tetapi bila tidak bisa dilakukan di hari-hari tersebut, tidak masalah dilakukan di hari lain karena hari-hari tersebut merupakan hari yang disunnahkan.

Baca juga : Syarat Kambing Aqiqah

Dalil Dasar Aqiqah

Kambing Aqiqah, sumber : FIF Group
Kambing Aqiqah, Sumber : FIF Group

Terdapat beberapa dalil yang menjelaskan tentang sunnahnya melakukan aqiqah bagi seorang bayi yang baru dilahirkan. Di antaranya yaitu: Dari Samurah bin Jundab dia berkata, Rasulullah bersabda :“Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” (Hadits shahih Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Ahmad , Ad Darimi)

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” (Hadits Riwayat Bukhari)

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” (Hadist Riwayat Ahmad , Thabrani dan al-Baihaqi)

Dari Aisyah dia berkata, Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” (Hadits Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dari ‘Amr bin Syu’aib, Rasulullah bersabda. : “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” (Hadits Riwayat Abu Dawud, Nasa’I, Ahmad)

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda : “Menaqiqahi Hasan dan Husein dengan satu kambing dan satu kambing kibas.” (HR Abu Dawud)

Sunnah saat Aqiqah

Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah
Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah, Sumber : Damainesia

Dalam kitab Fathul Qarib, Al-Ghazi menjelaskan bahwa terdapat sunnah-sunnah yang sebaiknya dilakukan saat aqiqah, yaitu:

Memberikan nama pada anak di hari ke-7, tepatnya saat aqiqah. Alangkah indahnya jika kita memberi nama untuk buah hati kita dengan nama-nama yang Islami, mencukur rambut si bayi, dan bersedakah sesuai dengan berat timbangan rambut yang dipotong.

Hidangan Aqiqah

Hewan yang disembelih saat aqiqah hendaknya diolah atau dimasak terlebih dahulu menjadi hidangan siap santap. Setelah itu, makanan tersebut boleh dibagikan-bagikan kepada orang lain. Yang lebih utama adalah kerabat dan tetangga.

Baca juga : Persiapan Aqiqah

Aqiqah di Bulan Ramadhan : Peluang Mendapat Double Pahala

Ilustrasi Aqiqah di Bulan Ramadhan
Ilustrasi Aqiqah di Bulan Ramadhan, Sumber : Padi Aqiqah

Maksudnya adalah, Anda bisa mendapat keuntungan pahala berkali-kali lipat apabila melakukan aqiqah di bulan Ramadhan. Bagaimana caranya? Silakan Anda simak terlebih dahulu bunyi hadist berikut ini:

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid bin Kholid Al Juhani. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka kita akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, luar biasa bukan? Anda pasti sudah bisa mengetahui dimana letak peluangnya.

Ya betul, pembagian daging aqiqah dianjurkan untuk diberikan dalam keadaan masak atau dagingnya sudah diolah terlebih dahulu. Dengan demikian, melaksanakan aqiqah di bulan Ramadhan, selain mendapatkan pahala dari ibadah aqiqah itu sendiri juga akan mendapatkan pahala dari memberi makan orang yang berbuka puasa.

Cara Melaksanakan Aqiqah di Bulan Ramadhan

Tata cara pelaksanaan aqiqah di bulan Ramadhan sama saja seperti pelaksanaan aqiqah di bulan lainnya. Hanya saja jika Anda ingin menyelenggarakan acara tasyakuran aqiqah siang hari di bulan Ramadhan, mungkin tidak menggunakan menu prasmanan. Praktisnya, Anda bisa memakai nasi box sebagai alternatif pengganti menu prasmanan.

Untuk anak laki-laki memakai dua ekor domba atau kambing dan anak perempuan satu ekor domba atau kambing. Hewan aqiqah tersebut boleh berjenis kelamin jantan maupun betina.

Pastikan juga hewan aqiqah dalam kondisi sehat, tidak sakit dan tidak cacat fisik. Setelah pemotongan hewan selesai, Anda bisa membagikannya kepada tetangga. Dianjurkan untuk mengolah dagingnya terlebih dahulu sehingga dibagikannya sudah dalam keadaan matang.

Demikianlah ulasan mengenai ibadah aqiqah di bulan ramadhan. Tentu dengan dilaksanakan di bulan ramadhan menjadi peluang double pahala yang akan didapatkan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Simak artikel bermanfaat lainnya seputar aqiqah di sini.

Syarat Kambing Aqiqah : Berikut Penjelasannya!

Syarat Kambing Aqiqah : Berikut Penjelasannya!

Syarat Kambing Aqiqah – Hadirnya seorang buah hati tentu menjadi hadiah terindah bagi setiap orang tua. Biasanya umat Islam menyelenggarakan aqiqah sebagai tanda syukur atas kelahiran bayi mereka. Aqiqah dilakukan dengan cara menyembelih binatang ternak lalu dibagikan kepada kerabat dan tetangga.

Secara bahasa, aqiqah berarti memotong. Namun, ada juga mengartikan sebagai “nama rambut bayi yang baru dilahirkan”. Sedangkan menurut istilah, aqiqah merupakan proses pemotongan hewan sembelihan pada hari ke tujuh setelah bayi dilahirkan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah.

Ulama lain berpendapat bahwa aqiqah adalah salah satu bentuk penebus terhadap bayi yang dilahirkan, agar si bayi bisa terlepas dari kekangan jin. Hewan yang digunakan untuk aqiqah biasanya hewan ternak seperti kambing. Aqiqah dapat dilakukan di hari ke-7, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran si bayi. Untuk anak laki-laki diharuskan memotong dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan satu ekor kambing.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Hukum Aqiqah

Pedoman Aqiqah
Pedoman Aqiqah, Sumber : Suara Muslim

Dalam Islam, hukum aqiqah dibedakan menjadi 2 macam yakni sunnah dan wajib. Hal tersebut didasarkan atas dalil-dalil serta tafsir dari para ulama.

1. Sunnah

Pendapat pertama dari mayoritas ulama (seperti imam Malik, imam Syafii, imam Ahmad) tentang hukum aqiqah adalah sunnah (mustahab). Pendapat ini sifatnya paling kuat dibandingkan pendapat-pendapat lain. Jadi, ulama menjelaskan bahwa aqiqah itu hukumnya sunnah muakkad, yaitu sunnah yang harus diutamakan. Dalam artian, apabila seseorang mampu (mempunyai harta yang cukup) maka dianjurkan mengaqiqah anaknya saat masih bayi. Sedangkan untuk orang yang tidak mampu maka aqiqah boleh ditinggalkan.

2. Wajib

“Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama.” (HR Ahmad)

Dengan berpatokan pada hadist diatas, beberapa ulama (seperti Imam Laits dan Hasan Al-Bashri) berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah wajib untuk dilakukan. Mereka menafsirkan dalil diatas bahwa seorang anak tidak bisa memberikan syafaat kepada orang tuanya sebelum mereka diaqiqah, maka itu hukumnya menjadi wajib. Namun demikian, pendapat ini dianggap sangat lemah dan ditolak oleh sebagian besar ulama.

Dalil Dasar Aqiqah

Terdapat beberapa dalil yang menjelaskan tentang sunnahnya melakukan aqiqah bagi seorang bayi yang baru dilahirkan. Di antaranya yaitu:

Dari Samurah bin Jundab dia berkata , Rasulullah bersabda. : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” (Hadits shahih Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Ahmad , Ad Darimi)

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” (Hadits Riwayat Bukhari)

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” (Hadist Riwayat Ahmad , Thabrani dan al-Baihaqi)

Dari Aisyah dia berkata, Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” (Hadits Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dari ‘Amr bin Syu’aib, Rasulullah bersabda. : “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” (Hadits Riwayat Abu Dawud, Nasa’I, Ahmad)

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda : “Menaqiqahi Hasan dan Husein dengan satu kambing dan satu kambing kibas.” (HR Abu Dawud)

Tata Cara Pelaksanan Aqiqah

Ilustrasi Syarat Kambing Aqiqah
Ilustrasi Syarat Kambing Aqiqah, Sumber : wajibbaca.com

Pelaksaan aqiqah tidak hanya sekedar memotong hewan sembelihan. Namun, terdapat syarat dan ketentuan tertentu yang harus diikuti berdasarkan dalil-dalil agama. Berikut ini tata cara pelaksaan aqiqah sesuai syariat yang harus diperhatikan.

1. Waktu Pelaksanaan

Waktu aqiqah yang paling diutamakan adalah pada hari ke-7 setelah kelahiran si bayi. Acara aqiqah juga dibarengi dengan pemberian nama bayi dan pencukuran rambut. Pendapat ini didasari oleh hadist:

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur habis 1 rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Ahmad)

Menurut ulama golongan Malikiyah, apabila orang tua tidak mengaqiqah anaknya hingga melebihi hari ke-7, maka tanggung jawabnya untuk mengaqiqah menjadi gugur. Singkat kata, aqiqah hanya boleh dilakukan di hari ke-7.

Golongan ulama Hambali memiliki pendapat berbeda dari Malikiyah. Mereka berpendapat bahwa aqiqah tidak harus dilakukan di hari ke-7. Apabila orang tua belum bisa melakukan aqiqah di hari-7, maka boleh mengundurnya hingga hari ke-14 atau ke-21. Pendapat ini didasari oleh dalil:

“Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satunya.” (HR Baihaqi dan Thabrani).

Menurut ulama Syafi’iyah, aqiqah boleh dikerjakan kapan saja. Baik di hari ke-7, ke-14, ke-21 ataupun hari-hari sesudahnya. Asalkan anak tersebut belum baligh. Apabila usia anak telah mencapai baligh, maka tanggung jawab aqiqah oleh orang tua menjadi gugur.

2. Jenis dan Syarat Hewan Aqiqah

Untuk jenis hewan yang akan digunakan untuk aqiqah ialah hewan ternak, yaitu domba atau kambing. Tidak ada tuntunan yang mengatakan jenis kelaminnya. Sedangkan syarat-syarat pemilihan hewannya, kurang lebih sama dengan pemilihan hewan untuk kurban.

Hewan harus sehat jasmaninya, tidak boleh cacat, boleh betina ataupun jantan, bukan hewan curian, apabila Kambing, usianya harus minimal 1 tahun (memasuki tahun ke-2) dan apabila Domba, usianya harus minimal 6 bulan (memasuki tahun ke-7).

3. Jumlah Kambing Aqiqah

“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” (Hadits Riwayat Abu Dawud, Nasa’I, Ahmad)

Dari hadist diatas telah jelas disebutkan bahwa syarat kambing aqiqah untuk anak laki-laki diharuskan 2 ekor kambing. Sedangkan anak perempuan cukup 1 ekor kambing.

Sunnah saat Aqiqah

Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah
Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah, Sumber : Damainesia

Dalam kitab Fathul Qarib, Al-Ghazi menjelaskan bahwa terdapat sunnah-sunnah yang sebaiknya dilakukan saat aqiqah, yaitu:

Memberikan nama pada anak di hari ke-7, tepatnya saat aqiqah. Alangkah indahnya jika kita memberi nama untuk buah hati kita dengan nama-nama yang Islami, mencukur rambut si bayi, dan bersedakah sesuai dengan berat timbangan rambut yang dipotong

Hidangan Aqiqah

Hewan yang disembelih saat aqiqah hendaknya diolah atau dimasak terlebih dahulu menjadi hidangan siap santap. Setelah itu, makanan tersebut boleh dibagikan-bagikan kepada orang lain. Yang lebih utama adalah kerabat dan tetangga.

Demikianlah ulasan mengenai syarat kambing aqiqah yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan aqiqah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Simak artikel seputar aqiqah lainnya di sini.

Open chat