Tips Menjelang Persalinan yang Perlu Dipersiapkan

Tips Menjelang Persalinan yang Perlu Dipersiapkan

Tips Menjelang Persalinan – Menjadi hal yang lumrah jika para Ibu merasa was-was atau khawatir disaat mulai mendekati hari persalinan. Namun demikian, para Ibu tetap perlu menyiapkan fisik dan mental.

Persiapan ini penting untuk dilakukan sejak sebelum hari perkiraan lahir (HPL), agar nantinya para Ibu bisa lebih siap menghadapi proses persalinan. Jangan lupa juga untuk mengajak suami berdiskusi terkait pemilihan tempat persalinan dan metode persalinan alternatif yang yang nantinya akan dibutuhkan.

Mempercepat Kelahiran

Kelahiran sang buah hati merupakan waktu yang paling ditunggu oleh para ibu hamil. Namun, waktu persalinan biasanya sudah dapat diperkirakan dan ibu hamil tinggal menunggu sambil mempersiapkan kebutuhannya termasuk menjaga kesehatan ibu hamil.

Bayi yang baru lahir, sumber : Diadona.id
Bayi yang Baru Lahir, Sumber : diadona.id

Dalam perkembangannya, saat ini ibu hamil bisa mengusahakan untuk mempercepat kelahiran dengan melakukan teknik atau terapi tertentu. Jika sang buah hati terlahir pada waktu yang tepat tentu para ibu akan merasa happy karena perjuangannya selama kurang lebih sembilan bulan bisa terbayarkan sudah.

Namun jika sang bayi yang ada dalam kandungan ibu belum juga menampakkan tanda-tanda untuk lahir, namun secara perhitungan waktu sudah masuk HPL, biasanya para ibu hamil akan mempercepat kelahiran bayi dengan berbagai metode atau teknik yang ada. Sebab, bayi yang terlalu lama berada dalam kandungan akan menjadi berbahaya.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah
https://api.whatsapp.com/send?phone=6281230442972&text=Assalamualaikum%20Padi%20Aqiqah%2C%20bisa%20bertanya%20tentang%20catering%20aqiqah%3F

Tips Menjelang Persalinan

Berikut ini beberapa tips menjelang persalinan yang bisa dilakukan agar tubuh siap menghadapi persalinan. Tips ini dirangkum dari berbagai sumber. Yuk simak ulasan lengkapnya.

1. Melepaskan Ketegangan

Jika ada kelas yoga kehamilan, tak ada salahnya para ibu hamil untuk mengikutinya. Dalam yoga kehamilan, ada banyak latihan pernapasan saat bersalin. Dengan teknik bernapas yang tepat dan sesuai, tentunya akan lebih mampu mengatur pernapasan serta mengejan dengan baik saat momen persalinan  tiba.

Pada kelas yoga persalinan biasanya juga akan diajarkan bagaimana cara melepaskan ketegangan di bagian punggung bawah dan membuat dada, bahu serta panggul menjadi rileks. Latihan otot ini dapat membantu melepaskan ketegangan nantinya selama proses persalinan.

2. Membuang Pikiran Negatif

Sebisa mungkin, sang ibu perlu menghindari pikiran negatif mengenai persalinan menjelang hari-H. Disarankan untuk juga menghindari menonton berbagai video persalinan, baik persalinan normal maupun caesar.

Lingkungan dan sugesti negatif dapat mempengaruhi alam bawah sadar para Ibu dan melahirkan pikiran negatif selama proses persalinan. Pada akhirnya, pikiran negatif juga dapat memicu ketegangan dan meningkatkan rasa sakit.

3. Melakukan Latihan Rutin

Ibu Hamil, sumber : Ruang Muslimah
Ibu Hamil, sumber : Ruang Muslimah

Melalui latihan ringan dan rutin yang dilakukan secara konsisten, tubuh akan menjadi lebih kuat dan mampu menahan ketegangan dalam proses persalinan, terutama pada bagian sendi dan otot.

Pasalnya, saat janin tumbuh semakin besar, maka beban tubuh ibu hamil juga akan meningkat. Oleh karena itu, proses persalinan akan terasa semakin melelahkan. Tentu para Ibu juga tidak perlu melakukan latihan yang berat. Menjelang proses persalinan, disarankan latihan ringan yang bisa dilakukan misalnya dengan berjalan kaki.

4. Memahami Kemungkinan Komplikasi

Kesiapan mental tentu tak kalah penting perlu dipersiapkan menjelang proses persalinan. Sebagai upaya persiapan tersebut, penting bagi para Ibu untuk memahami adanya kemungkinan nanti mengalami komplikasi.

Mempunyai pikiran negatif menjelang persalinan memang sangat tidak disarankan, namun sebaiknya tetap mempersiapkan diri agar tidak kaget saat terjadi sesuatu di luar perkiraan. Persiapan ini juga penting untuk membuat tenang jika ada masalah yang muncul.

5. Mengajak Si Kecil Berkomunikasi

Mendekati hari persalinan, coba untuk membiasakan selalu mengajak si Kecil berkomunikasi, terutama saat para Ibu sedang sendirian. Ajak ngobrol si Kecil dengan meletakkan tangan di perut dan biarkan gerakan janin menenangkan.

Membangun bonding dengan sang buah hati akan membuat lebih rileks, mengurangi ketakutan dan menciptakan afirmasi positif. Rasa nyaman yang para Ibu rasakan akan membuat prosesi persalinan menjadi menyenangkan karena akan bertemu sang buah hati.

Jangan lupa, saat berbicara dengan janin, ucapkanlah hal positif tentang proses persalinan yang akan datang. Ini agar ia pun bersiap untuk dilahirkan dan mau “membantu” mempermudah proses persalinan.

6. Jangan Lupa Bahagia

Ilustrasi Tips Menjelang Persalinan
Ilustrasi Tips Menjelang Persalinan, Sumber : BukaReview

Sebelum menghadapi proses persalinan yang tentu melelahkan, tak ada salahnya untuk tetap bahagia. Para Ibu bisa istirahat sejenak berdua bersama suami atau pergi berwisata.

Lakukan hal-hal yang menyenangkan bagi para Ibu. Selain akan membuat lebih rileks, hal ini juga penting agar para Ibu lebih bahagia menanti waktu persalinan. Bagi yang ingin berwisata, untuk mempermudah perjalanan, para Ibu dan suami bisa menyewa mobil.

7. Pijat Perineum

Menurut Kecia Gaither, MD dari Lincoln Medical and Mental Health Center, bahwa pijat perineum merupakan salah satu teknik yang bisa dilakukan untuk memperlancar persalinan. Perineum yaitu bagian tubuh yang berada di antara bukaan vagina dan anus. Biasanya teknik ini mulai dilakukan pada pekan ke-34.

Pijat perineum ini diyakini dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit area tersebut, sehingga bisa membantu meningkatkan kemampuannya untuk meregang. Selain itu, teknik ini juga dapat mengurangi resiko robekan dan episiotomi.

Adapun cara melakukannya yaitu yang pertama, pastikanlah tangan bersih. Lalu duduklah di kursi, dan lumasi jari dengan minyak vitamin E atau minyak almond. Setelah itu, tempatkan jari sekitar 5 cm di dalam vagina.

Setelah itu, lakukan pijatan ke arah perineum. Ulangi selama sekitar 5 menit. Jangan lupa, pastikan berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukannya.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa tips menjelang persalinan yang perlu para Ibu persiapkan. Persiapan fisik dan mental jelang persalinan terkadang seringkali terabaikan, padahal justru menjadi penting untuk melancarkan proses persalinan. 

Selain mempersiapkan kelahiran sang buah hati, Anda juga perlu mempersiapkan aqiqah untuk si kecil yakni tujuh hari setelah kelahirannya. Namun bagi Anda yang tidak mau ribet mengurusnya sendiri, sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan jasa aqiqah profesional untuk menanganinya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Inilah Tips Menyimpan Daging Kambing, Agar Tetap Awet!

Inilah Tips Menyimpan Daging Kambing, Agar Tetap Awet!

Makan daging kambing tidak hanya pada saat acara aqiqah saja loh. Anda bisa juga membeli daging segar sendiri lalu dimasak di rumah. Namun sebagian masyarakat masih ada yang belum mengetahui, bagaimana menyimpan daging yang benar. Sehingga daging tersebut tidak awet dan akan cepat busuk. Oleh sebab itu simak tips menyimpan daging di bawah ini, agar tetap awet dan segar.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Untuk menyimpan daging kambing memang dibutuhkan teknik khusus. Sebab seperti yang telah anda ketahui bahwa bau daging kambing lebih mencolok ketimbang jenis daging lainnya. Banyak yang menyukai daging kambing yang telah dimasak, namun tidak suka dengan baunya ketika masih mentah. Biasanya daging kambing sering dibuat menjadi menu sate atau gulai seperti menu pada acara aqiqah.

Biasanya menu masakan kambing saat aqiqah tidak meninggalkan bau yang mencolok atau biasa disebut prengus. Oleh sebab itu, banyak sekali orang-orang yang suka dengan menu tersebut. Untuk anda atau anak anda yang belum aqiqah, maka bisa menghubungi jasa layanan aqiqah Purwokerto untuk melakukan pemesanan.

Ilustrasi daging kambing, Sumber : tirto.id
Ilustrasi daging kambing, Sumber : tirto.id

Cara Penyimpanan Daging Kambing

Anda bisa menikmati menu masakan yang anda sukai dari daging kambing di rumah. Agar daging kambing tetap awet dan segar, maka perlu disimpan dengan cara yang tepat. Selain itu anda juga tidak perlu khawatir kulkas akan tercemar dengan bau prengus dari kambing ini. Penasaran bagaimana caranya? Ikuti tips menyimpan daging kambing di bawah ini.

1. Hindari Mencuci Daging

Jika anda tidak berniat untuk langsung memasak daging kambing setelah membelinya, maka anda bisa menyimpannya di kulkas yang bagian freezer. Sebelum dimasukkan kulkas, daging mentah terebut tidak disarankan untuk dicuci terlebih dahulu. Ketika anda mencuci daging, maka air tersebut akan meresap ke dalam serat dan akan membuat kualitas daging menurun dan lebih cepat rusak atau busuk.

Selain itu, menyimpan daging kambing mentah yang telah dicuci akan membuat bau prengus dari kambing semakin menonjol. Hal inilah yang ditakutkan apabila saat ingin dimasak bau prengus tersebut akan tetap ada, dan membuat anda tidak selera untuk memakannya. Walaupun anda telah memasaknya menggunakan berbagai bumbu dan rempah-rempah, bau prengus tersebut akan tetap ada dan menyengat.

Ilustrasi mencuci daging, Sumber : lifestyle.kompas.com
Ilustrasi mencuci daging, Sumber : lifestyle.kompas.com

2. Lumuri Daging Dengan Air Lemon

Sebelum di masukkan ke dalam freezer, sebaiknya anda melumuri daging kambing tersebut dengan air perasan lemon. Jika anda tidak punya lemon, maka bisa menggunakan jeruk nipis sebagai alternatifnya. Perasan lemon atau jeruk nipis diyakini dapat membunuh bakteri yang menyebabkan bau prengus pada daging kambing tersebut.

Setelah anda memeras air lemon atau jeruk nipis, segera lumuri secara merata pada permukaan daging yang akan anda simpan. Setelah selesai melumuri, diamkan beberapa saat hingga air perasan lemon atau jeruk nipis tersebut meresap ke dalam daging. Anda bisa mendiamkan daging yang telah dilumuri air perasan lemon atau jeruk nipis tersebut kira-kira 25 hingga 30 menit.

Air perasan lemon, Sumber : beritasatu.com
Air perasan lemon, Sumber : beritasatu.com

3. Potong Daging Sesui Selera

Tips menyimpan daging kambing selanjutnya adalah memotong daging tersebut sesuai selera atau kebutuhan anda. Setelah melumuri daging dengan air perasan lemon, anda bisa memulai memotong daging kambing tersebut. Daging yang dipotong dengan ukuran kecil akan lebih mudah menyimpannya, sehingga tidak memakan space kulkas terlalu besar.

Selain itu juga pada saat mencairkan daging untuk di masak, tidak akan membutuhkan waktu yang begitu lama. Karena daging kambing telah dipotong sesuai ukuran standar masakan yang akan anda olah. Akan lebih efisien waktu bukan, saat mencairkannya.

Memotong daging kambing, Sumber : klikhijau.com
Memotong daging kambing, Sumber : klikhijau.com

4. Simpan di Wadah Tertutup

Hal selanjutnya yang perlu anda lakukan setelah memotong daging ialah, dengan menyimpan daging tersebut ke dalam wadah yang tertutup atau kedap udara sebelum memasukkannya ke freezer. Karena tadi anda sudah memotong daging sesuai kebutuhan, maka pisahkan daging-daging tersebut sesuai dengan ukurannya. Agar lebih memudahkan anda pada saat akan memasak daging.

Penggunaan wadah yang tertutup juga bermanfaat agar bau daging mentah tidak mencemari kulkas anda atau meja makan. Selain itu, daging kambing yang anda simpan juga akan lebih aman. Sehingga dapat membantu mengurangi risiko terkontaminasi dengan bakteri yang ada di sekitar.

Menaruh daging di wadah tertutup, Sumber : zakatsukses.org

5. Simpan di Freezer

Setelah meletakkan daging kambing ke dalam wadah yang tertutup atau kedap udara, saatnya menyimpan daging tersebut ke dalam freezer. Dengan menyimpan daging di dalam freezer menggunakan suhu beku, akan membuat daging kambing membeku. Ketika daging kambing beku, akan membuatnya semakin awet dan tahan lama.

Ilustrasi freezer, Sumber : grid.id
Ilustrasi freezer, Sumber : grid.id

6. Hindari Mencairkan Daging di Suhu Ruang

Ketika daging kambing yang telah anda bekukan akan dimasak, maka disarankan untuk anda tidak mencairkannya di suhu ruang. Mencairkan daging dengan suhu ruang dapat menyebabkan daging terkontaminasi dengan bakteri yang ada di sekitar. Lebih baiknya cairkan daging kambing anda di kulkas biasa yang bukan freezer, agar daging tetap aman dari bakteri.

Mencairkan daging beku, Sumber : gaya.tempo.co
Mencairkan daging beku, Sumber : gaya.tempo.co

Bagi anda yang ingin menyelenggarakan aqiqah, maka bisa menghubungi Padi Aqiqah. Kami siap melayani anda untuk area Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen, hingga Banyumas. Anda dapat memilih referensi menu aqiqah sesuai dengan kebutuhan anda. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi nomer yang ada di laman website kami.

Sekian informasi yang kami sampaikan mengenai tips menyimpan daging kambing yang tepat, agar tetap awet. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda. Nantikan artikel menarik lainnya dari kami yang bisa anda temukan di laman website Padi Aqiqah.

Perbedaan Aqiqah dan Qurban yang Wajib Anda Ketahui

Perbedaan Aqiqah dan Qurban yang Wajib Anda Ketahui

Perbedaan antara aqiqah dan qurban masih menjadi persoalan yang membingungkan di masyarakat. Pantas saja karena secara dhohir, aqiqah dan qurban memiliki kesamaan yaitu menyembelih hewan (dalam hal ini baik berqurban maupun aqiqah boleh menggunakan hewan jantan maupun betina, namun untuk aqiqah hanya menggunakan kambing dan sejenisnya saja) serta sama-sama berhukum sunnah muakkad.

Aqiqah, menurut bahasa artinya memotong. Asal matanya aqqa- yauqqu- aqqan. Menurut para ulama, istilah memotong memiliki makna beragam. Yakni memotong atau menyembelih hewan dan memotong rambut bayi yang lahir. Menurut Abu Ubaid, aqiqah berarti rambut atau bulu yang ada di kepala bayi.

Menurut istilah, aqiqah bermakna pemotongan atau penyembelihan hewan dalam rangka tasyakuran kepada Allah SWT karena kelahiran anak (laki-laki maupun perempuan) disertai dengan pemotongan rambut bayi tersebut.

Baca juga : Syarat Kambing Aqiqah

Sedangkan asal kata qurban yaitu qariba- yaqrabu- qurbanan wa wirbanan (dikutip dari kamus Ibn Manzhur dan Munawir). Arti dari kata tersebut adalah dekat, maksudnya mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan mengerjakan perintah-Nya.

Selain itu, kata qurban juga berkaitan dengan kata udhiyyah bentuk jamak dari kata dhahiyyah yang berasal dari kata dhaha (waktu dhuha). Maknanya yaitu, sembelihan di waktu dhuha pada tanggal 10 sampai 13 bulan Dzulhijjah.

Sedangkan menurut istilah, qurban yaitu menyembelih hewan dengan tujuan beribadah kepada Allah pada Hari Raya Haji atau Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah dan tiga hari tasyriq setelahnya 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Perbedaan Aqiqah dan Qurban

Ilustrasi Perbedaan Aqiqah dan Qurban
Ilustrasi Perbedaan Aqiqah dan Qurban, Sumber : Ternakan Kambing

Di antara sekian banyak ibadah sunah yang dianjurkan untuk dilaksanakan, ada dua ibadah yang memiliki kesamaan, yaitu aqiqah dan qurban. Orang yang memiliki kemampuan atau mantap secara finansial bisa melakukan kedua ibadah sunah ini bila ingin menggapai pahala dan keberkahan yang besar dari Allah Ta’ala. Meski keduanya sama-sama sunah utama, akan tetapi ada beberapa perbedaan aqiqah dan qurban.

Meski jelas ibadah aqiqah dan qurban ini ketentuannya tidak sama. Sebagian orang masih merasa bingung membedakannya. Oleh karena itu, mari simak beberapa perbedaan aqiqah dan qurban yang wajib Anda ketahui.

1. Jenis Hewan

Saat hendak melakukan ibadah qurban, Anda tentu akan mencari hewan terbaik. Di antara beberapa jenis hewan, yang tergolong hewan qurban di antaranya adalah sapi, kambing, domba, kerbau, hingga unta. Selain itu, hewan qurban juga dibagikan dalam kondisi mentah.

Untuk aqiqah, jenis hewan yang digunakan hanya kambing saja.

Nah, kambing ini tidak Anda berikan dalam keadaan mentah, melainkan harus sudah diolah jadi sajian menggugah selera misalnya, sate atau gulai.

Bila Anda merasa repot dengan segala persiapan aqiqah bagi si kecil, Anda bisa mengontak jasa layanan aqiqah seperti Padi Aqiqah yang melayani aqiqah untuk wilayah Purwokerto dan sekitarnya. Jasa layanan aqiqah akan bekerja secara profesional dalam menyiapkan segala keperluan aqiqah buah hati Anda.

2. Jumlah Hewan

Kambing Aqiqah, sumber ig lensproducties
Kambing Aqiqah, Sumber : IG @lensproducties

Hewan qurban umumnya berjumlah satu ekor atau lebih, tergantung dari kemampuan masing-masing orang. Dalam ibadah yang dilakukan pada bulan Dzulhijjah ini, seseorang tidak diperbolehkan mengambil upah menyembelih hewan qurban.

Sementara aqiqah bayi ketentuannya adalah dua ekor untuk anak lelaki dan seekor bagi perempuan. Di prosesi aqiqah ini diperbolehkan mengambil upah menyembelih.

3. Pembagian Daging

Daging qurban boleh dibagikan sepertiganya untuk saudara atau kerabat, sepertiga bagian fakir miskin, sisanya barulah disantap sendiri. Artinya ada tiga kelompok yang berhak atas daging qurban tersebut. Ketentuan ini tercantum jelas dalam Alquran.

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (QS. Al-Hajj: 28).

Sementara untuk hewan sembelihan aqiqah, boleh dibagikan kepada siapa saja. Alangkah baiknya mendahulukan warga sekitar atau tetangga. Sebab pembagian daging aqiqah kepada orang-orang terdekat bisa memperkokoh tali silaturahmi. Para tetangga akan lebih mengenal Anda juga putra-putri Anda.

4. Tujuan Pelaksanaan

Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah
Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah, Sumber : Damainesia

Tujuan Anda melaksanakan ibadah qurban tentu ingin meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS atau sebagai peringatan atas pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang luar biasa. Sementara aqiqah itu berbeda. Tujuan digelarnya acara ini semata-mata adalah sebagai bentuk syukur kepada Allah Ta’ala atas karunia tidak ternilai yaitu buah hati terkasih.

Baca juga : Persiapan Aqiqah

5. Waktu Pelaksanaan

Ibadah qurban bisa dilaksanakan setiap tahun yaitu bulan Dzulhijjah, dengan catatan tidak memberatkan atau Anda merasa mampu untuk membeli hewan ternak. Lain halnya dengan aqiqah yang dilakukan sekali seumur hidup.

Paling pas pada tujuh hari setelah kelahiran buah hati. Tapi bila belum mampu, boleh pada hari ke-14 atau 21, dan jika masih juga tidak mampu di ketiga waktu tersebut, orang tua boleh meng-aqiqah buah hati kapan saja. Dianjurkan sebelum anak baligh. Jadi, jelas sudah bahwa ada perbedaan waktu antara keduanya.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa perbedaan aqiqah dan qurban yang wajib untuk Anda ketahui. Semoga Allah mudahkan kita melaksanakan kedua amalan ibadah sunnah tersebut dan tidak ada lagi salah paham mengenai perbedaan keduanya. Simak artikel bermanfaat lainnya seputar aqiqah di sini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Cara Menidurkan Bayi : Penting Ibu Ketahui!

Cara Menidurkan Bayi : Penting Ibu Ketahui!

Cara Menidurkan Bayi – Di satu tahun pertamanya, bayi membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Tak heran jika ia bisa menghabiskan separuh harinya untuk tidur. Namun, ada kalanya bayi rewel dan susah tidur, sehingga membuat Ibu harus mencari cara menidurkan bayi agar bisa terlelap lagi.

Terkadang momen seperti ini membuat para orang tua baru bingung hingga bisa menjadi momen emosional karena belum terbiasa dengan siklus tidur bayi yang tak menentu. 

Perlu diketahui bahwa waktu tidur yang cukup memiliki peran penting terhadap perkembangan kognitif si Kecil, mulai dari kemampuan berpikir, memahami, dan mengelola informasi, hingga belajar bahasa. Untuk itu, Ibu perlu mengetahui cara menidurkan bayi supaya si Kecil mendapatkan istirahat yang cukup, terutama saat ia sedang rewel dan susah tidur. 

Selain itu, tidur juga memiliki banyak manfaat lain untuk bayi, di antaranya dapat merangsang tumbuh kembang otak, hormon pertumbuhan, serta bisa menjaga daya tahan tubuh.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Waktu Tidur Bayi

Ilustrasi Bayi Tidur
Ilustrasi Bayi Tidur, Sumber : theasianparent.com

Jika orang dewasa membutuhkan jam tidur sebanyak 7-8 jam, hal ini berbeda dengan bayi. Jam tidur bayi bervariasi tergantung pada usianya. Supaya mengetahui cara menidurkan bayi dengan benar, Ibu perlu tahu dulu waktu tidur bayi berdasarkan usia, yaitu:

Bayi baru lahir, pola tidur bayi pada usia ini masih belum teratur. Biasanya, total waktu tidur bayi baru lahir adalah 16 jam. Pembagiannya adalah 8-9 jam di malam hari dan 8 jam di siang hari. Bayi usia 1-2 bulan, di usia ini, biasanya bayi sudah mulai mengenali siang dan malam. Total waktu tidurnya adalah 15,5 jam, yang terbagi antara 8-9 jam di malam hari dan 7 jam di siang hari.

Bayi usia 3-6 bulan, untuk bayi di usia ini, total tidurnya adalah 15 jam, dengan pembagian jam tidur bayi antara 9-10 jam di malam hari dan 4-5 jam di siang hari. Bayi usia 6-9 bulan, memasuki usia 6 bulan, total waktu tidur bayi berkurang menjadi 14 jam dalam sehari, dengan pembagiannya antara 10 jam di malam hari dan 4 jam di siang hari. 

Bayi usia 9-12 bulan, biasanya memasuki rentang usia ini, bayi kemungkinan besar akan sulit tidur atau bahan tidak mau tidur jika tidak bersama orang tuanya. Rata-rata total tidurnya adalah 14 jam, dengan pembagian sebanyak 11 jam di malam hari dan 3 jam di siang hari. 

Siklus tidur bayi memang belum normal, terkadang bisa terlelap di siang hari dan terjaga di malam hari. Namun, rata-rata waktu tidur di atas bisa menjadi acuan Ibu supaya dapat menentukan waktu tidur yang tepat untuk si Kecil. Selain itu, ada beberapa penyebab bayi susah tidur yang perlu Ibu ketahui. Sebab, penyebab ini bisa menjadi jawaban agar Ibu mengetahui cara menidurkan bayi dengan benar.

Berikut adalah beberapa penyebab bayi susah tidur, yaitu : merasa lapar dan haus, terlalu Lelah, sakit, tidak tidur siang, tidak mau jauh dari Ibu, merasa tidak aman dan nyaman, jam waktu tidur tidak menentu, dan kurang mendapat sinar matahari.

Cara Menidurkan Bayi

Ilustrasi Cara Menidurkan Bayi
Ilustrasi Cara Menidurkan Bayi, Sumber : okezone.com

Berikut ini beberapa cara menidurkan bayi yang bisa Ibu lakukan di rumah, antara lain:

1. Memberikan ASI

Cara menidurkan bayi yang efektif adalah dengan memberikan ASI karena di dalamnya terkandung melatonin (hormon yang membantu tidur). Jadi, jika sudah memasuki jam tidurnya, berikan si Kecil ASI secara langsung maupun melalui botol.

2. Memenuhi Asupan Nutrisi

Selain memberikan ASI, cara menidurkan bayi yang sudah berusia lebih dari 6 bulan adalah dengan mencukupi asupannya dari air putih dan MPASI yang mengandung nutrisi lengkap serta berkualitas, meliputi protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

Kebutuhan nutrisi ini penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal si Kecil. Pastikan Ibu memberikan MPASI bernutrisi jika si Kecil sudah berusia 7-12 bulan agar ia merasa kenyang di siang dan sore hari, serta bisa lebih mudah tidur di malam hari. 

3. Memijat Lembut 

Salah satu cara menidurkan bayi yang bisa Ibu lakukan adalah dengan memijat tubuhnya setelah ia mandi di sore hari atau sebelum waktu tidur malamnya tiba. Pijatan yang lembut bisa membuat si Kecil lebih rileks dan nyaman. Ibu bisa memijat bagian lengan, punggung, kaki, dan perut dengan menggunakan baby oil atau minyak pijat khusus bayi. 

4. Mengajak Berjemur 

Ilustrasi Bayi Berjemur
Ilustrasi Bayi Berjemur, Sumber : klikdokter.com

Cara menidurkan bayi selanjutnya adalah rutin mengajaknya keluar rumah. Bayi perlu mendapatkan sinar matahari sore agar lebih mudah tertidur serta untuk mendapatkan vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulangnya. Ajaklah si Kecil keluar rumah di pagi hari untuk berjemur dan di sore hari. 

Baca juga : Panduan Praktis Merawat Bayi

5. Mengurangi Aktivitas Berat

Cara ini bisa Ibu lakukan terutama jika si Kecil sudah memasuki usia yang lebih aktif. Sebaiknya Ibu tidak mengajak si Kecil beraktivitas terlalu berat saat mendekati jam tidurnya. Ini penting agar ia tidak merasa kelelahan. Lebih baik memberikan rutinitas yang menenangkan dan membuat rileks, seperti memijat, membaca buku, dan mendengarkan suara atau musik yang menenangkan. 

6. Memberi Pereda Rasa Sakit

Saat si Kecil sakit, maka cara menidurkan bayi yang bisa Ibu lakukan adalah dengan memberikan pereda rasa sakit. Jika demam, berikan obat kompres. Bila pilek dan batuk, olesi dada, leher, dan punggungnya dengan salep khusus bayi atau menyalakan humidifier di kamar agar suasananya jadi lebih nyaman dan rileks. 

Itulah beberapa cara menidurkan bayi yang bisa Ibu lakukan setiap hari atau jika si Kecil sedang rewel. Sebenarnya cara menidurkan bayi yang paling utama adalah dengan menciptakan rutinitas yang sama setiap malam sehingga si Kecil merasa nyaman dan lebih mudah tidur. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Aqiqah di Bulan Ramadhan : Raih Double Pahala!

Aqiqah di Bulan Ramadhan : Raih Double Pahala!

Aqiqah di bulan Ramadhan – Aqiqah merupakan suatu ibadah yang dilaksanakan dengan menyembelih hewan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas kelahiran anak. Pelaksanaan aqiqah menurut syariat Islam apabila yang dilahirkan adalah bayi laki-laki maka dibutuhkan 2 ekor kambing. Untuk anak perempuan 1 ekor kambing.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Meskipun begitu, aqiqah diberlakukan bagi yang mempunyai kemampuan saja. Diperlukan banyak hal persiapan aqiqah agar ibadah aqiqah dapat berjalan dengan lancar.

Pelaksanaan ibadah aqiqah disunahkan pada hari ketujuh kelahiran bayi sebagaimana berpatokan pada hadits berikut, “Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ke tujuh, dan dia dicukur, dan diberi nama.” (HR. Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan, dan dishahihkan oleh At Tirmidzi)

Apabila tidak sempat melaksanakannya pada hari ketujuh, maka bisa diganti pada hari ke empat belas. Dan bila tidak bisa hari ke empat belas, bisa pada hari keduapuluh satu. Tetapi bila tidak bisa dilakukan di hari-hari tersebut, tidak masalah dilakukan di hari lain karena hari-hari tersebut merupakan hari yang disunnahkan.

Baca juga : Syarat Kambing Aqiqah

Dalil Dasar Aqiqah

Kambing Aqiqah, sumber : FIF Group
Kambing Aqiqah, Sumber : FIF Group

Terdapat beberapa dalil yang menjelaskan tentang sunnahnya melakukan aqiqah bagi seorang bayi yang baru dilahirkan. Di antaranya yaitu: Dari Samurah bin Jundab dia berkata, Rasulullah bersabda :“Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” (Hadits shahih Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Ahmad , Ad Darimi)

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” (Hadits Riwayat Bukhari)

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” (Hadist Riwayat Ahmad , Thabrani dan al-Baihaqi)

Dari Aisyah dia berkata, Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” (Hadits Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dari ‘Amr bin Syu’aib, Rasulullah bersabda. : “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” (Hadits Riwayat Abu Dawud, Nasa’I, Ahmad)

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda : “Menaqiqahi Hasan dan Husein dengan satu kambing dan satu kambing kibas.” (HR Abu Dawud)

Sunnah saat Aqiqah

Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah
Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah, Sumber : Damainesia

Dalam kitab Fathul Qarib, Al-Ghazi menjelaskan bahwa terdapat sunnah-sunnah yang sebaiknya dilakukan saat aqiqah, yaitu:

Memberikan nama pada anak di hari ke-7, tepatnya saat aqiqah. Alangkah indahnya jika kita memberi nama untuk buah hati kita dengan nama-nama yang Islami, mencukur rambut si bayi, dan bersedakah sesuai dengan berat timbangan rambut yang dipotong.

Hidangan Aqiqah

Hewan yang disembelih saat aqiqah hendaknya diolah atau dimasak terlebih dahulu menjadi hidangan siap santap. Setelah itu, makanan tersebut boleh dibagikan-bagikan kepada orang lain. Yang lebih utama adalah kerabat dan tetangga.

Baca juga : Persiapan Aqiqah

Aqiqah di Bulan Ramadhan : Peluang Mendapat Double Pahala

Ilustrasi Aqiqah di Bulan Ramadhan
Ilustrasi Aqiqah di Bulan Ramadhan, Sumber : Padi Aqiqah

Maksudnya adalah, Anda bisa mendapat keuntungan pahala berkali-kali lipat apabila melakukan aqiqah di bulan Ramadhan. Bagaimana caranya? Silakan Anda simak terlebih dahulu bunyi hadist berikut ini:

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid bin Kholid Al Juhani. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka kita akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, luar biasa bukan? Anda pasti sudah bisa mengetahui dimana letak peluangnya.

Ya betul, pembagian daging aqiqah dianjurkan untuk diberikan dalam keadaan masak atau dagingnya sudah diolah terlebih dahulu. Dengan demikian, melaksanakan aqiqah di bulan Ramadhan, selain mendapatkan pahala dari ibadah aqiqah itu sendiri juga akan mendapatkan pahala dari memberi makan orang yang berbuka puasa.

Cara Melaksanakan Aqiqah di Bulan Ramadhan

Tata cara pelaksanaan aqiqah di bulan Ramadhan sama saja seperti pelaksanaan aqiqah di bulan lainnya. Hanya saja jika Anda ingin menyelenggarakan acara tasyakuran aqiqah siang hari di bulan Ramadhan, mungkin tidak menggunakan menu prasmanan. Praktisnya, Anda bisa memakai nasi box sebagai alternatif pengganti menu prasmanan.

Untuk anak laki-laki memakai dua ekor domba atau kambing dan anak perempuan satu ekor domba atau kambing. Hewan aqiqah tersebut boleh berjenis kelamin jantan maupun betina.

Pastikan juga hewan aqiqah dalam kondisi sehat, tidak sakit dan tidak cacat fisik. Setelah pemotongan hewan selesai, Anda bisa membagikannya kepada tetangga. Dianjurkan untuk mengolah dagingnya terlebih dahulu sehingga dibagikannya sudah dalam keadaan matang.

Demikianlah ulasan mengenai ibadah aqiqah di bulan ramadhan. Tentu dengan dilaksanakan di bulan ramadhan menjadi peluang double pahala yang akan didapatkan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Simak artikel bermanfaat lainnya seputar aqiqah di sini.

Open chat