Cara Menidurkan Bayi : Penting Ibu Ketahui!

Cara Menidurkan Bayi : Penting Ibu Ketahui!

Cara Menidurkan Bayi – Di satu tahun pertamanya, bayi membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Tak heran jika ia bisa menghabiskan separuh harinya untuk tidur. Namun, ada kalanya bayi rewel dan susah tidur, sehingga membuat Ibu harus mencari cara menidurkan bayi agar bisa terlelap lagi.

Terkadang momen seperti ini membuat para orang tua baru bingung hingga bisa menjadi momen emosional karena belum terbiasa dengan siklus tidur bayi yang tak menentu. 

Perlu diketahui bahwa waktu tidur yang cukup memiliki peran penting terhadap perkembangan kognitif si Kecil, mulai dari kemampuan berpikir, memahami, dan mengelola informasi, hingga belajar bahasa. Untuk itu, Ibu perlu mengetahui cara menidurkan bayi supaya si Kecil mendapatkan istirahat yang cukup, terutama saat ia sedang rewel dan susah tidur. 

Selain itu, tidur juga memiliki banyak manfaat lain untuk bayi, di antaranya dapat merangsang tumbuh kembang otak, hormon pertumbuhan, serta bisa menjaga daya tahan tubuh.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Waktu Tidur Bayi

Ilustrasi Bayi Tidur
Ilustrasi Bayi Tidur, Sumber : theasianparent.com

Jika orang dewasa membutuhkan jam tidur sebanyak 7-8 jam, hal ini berbeda dengan bayi. Jam tidur bayi bervariasi tergantung pada usianya. Supaya mengetahui cara menidurkan bayi dengan benar, Ibu perlu tahu dulu waktu tidur bayi berdasarkan usia, yaitu:

Bayi baru lahir, pola tidur bayi pada usia ini masih belum teratur. Biasanya, total waktu tidur bayi baru lahir adalah 16 jam. Pembagiannya adalah 8-9 jam di malam hari dan 8 jam di siang hari. Bayi usia 1-2 bulan, di usia ini, biasanya bayi sudah mulai mengenali siang dan malam. Total waktu tidurnya adalah 15,5 jam, yang terbagi antara 8-9 jam di malam hari dan 7 jam di siang hari.

Bayi usia 3-6 bulan, untuk bayi di usia ini, total tidurnya adalah 15 jam, dengan pembagian jam tidur bayi antara 9-10 jam di malam hari dan 4-5 jam di siang hari. Bayi usia 6-9 bulan, memasuki usia 6 bulan, total waktu tidur bayi berkurang menjadi 14 jam dalam sehari, dengan pembagiannya antara 10 jam di malam hari dan 4 jam di siang hari. 

Bayi usia 9-12 bulan, biasanya memasuki rentang usia ini, bayi kemungkinan besar akan sulit tidur atau bahan tidak mau tidur jika tidak bersama orang tuanya. Rata-rata total tidurnya adalah 14 jam, dengan pembagian sebanyak 11 jam di malam hari dan 3 jam di siang hari. 

Siklus tidur bayi memang belum normal, terkadang bisa terlelap di siang hari dan terjaga di malam hari. Namun, rata-rata waktu tidur di atas bisa menjadi acuan Ibu supaya dapat menentukan waktu tidur yang tepat untuk si Kecil. Selain itu, ada beberapa penyebab bayi susah tidur yang perlu Ibu ketahui. Sebab, penyebab ini bisa menjadi jawaban agar Ibu mengetahui cara menidurkan bayi dengan benar.

Berikut adalah beberapa penyebab bayi susah tidur, yaitu : merasa lapar dan haus, terlalu Lelah, sakit, tidak tidur siang, tidak mau jauh dari Ibu, merasa tidak aman dan nyaman, jam waktu tidur tidak menentu, dan kurang mendapat sinar matahari.

Cara Menidurkan Bayi

Ilustrasi Cara Menidurkan Bayi
Ilustrasi Cara Menidurkan Bayi, Sumber : okezone.com

Berikut ini beberapa cara menidurkan bayi yang bisa Ibu lakukan di rumah, antara lain:

1. Memberikan ASI

Cara menidurkan bayi yang efektif adalah dengan memberikan ASI karena di dalamnya terkandung melatonin (hormon yang membantu tidur). Jadi, jika sudah memasuki jam tidurnya, berikan si Kecil ASI secara langsung maupun melalui botol.

2. Memenuhi Asupan Nutrisi

Selain memberikan ASI, cara menidurkan bayi yang sudah berusia lebih dari 6 bulan adalah dengan mencukupi asupannya dari air putih dan MPASI yang mengandung nutrisi lengkap serta berkualitas, meliputi protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

Kebutuhan nutrisi ini penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal si Kecil. Pastikan Ibu memberikan MPASI bernutrisi jika si Kecil sudah berusia 7-12 bulan agar ia merasa kenyang di siang dan sore hari, serta bisa lebih mudah tidur di malam hari. 

3. Memijat Lembut 

Salah satu cara menidurkan bayi yang bisa Ibu lakukan adalah dengan memijat tubuhnya setelah ia mandi di sore hari atau sebelum waktu tidur malamnya tiba. Pijatan yang lembut bisa membuat si Kecil lebih rileks dan nyaman. Ibu bisa memijat bagian lengan, punggung, kaki, dan perut dengan menggunakan baby oil atau minyak pijat khusus bayi. 

4. Mengajak Berjemur 

Ilustrasi Bayi Berjemur
Ilustrasi Bayi Berjemur, Sumber : klikdokter.com

Cara menidurkan bayi selanjutnya adalah rutin mengajaknya keluar rumah. Bayi perlu mendapatkan sinar matahari sore agar lebih mudah tertidur serta untuk mendapatkan vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulangnya. Ajaklah si Kecil keluar rumah di pagi hari untuk berjemur dan di sore hari. 

Baca juga : Panduan Praktis Merawat Bayi

5. Mengurangi Aktivitas Berat

Cara ini bisa Ibu lakukan terutama jika si Kecil sudah memasuki usia yang lebih aktif. Sebaiknya Ibu tidak mengajak si Kecil beraktivitas terlalu berat saat mendekati jam tidurnya. Ini penting agar ia tidak merasa kelelahan. Lebih baik memberikan rutinitas yang menenangkan dan membuat rileks, seperti memijat, membaca buku, dan mendengarkan suara atau musik yang menenangkan. 

6. Memberi Pereda Rasa Sakit

Saat si Kecil sakit, maka cara menidurkan bayi yang bisa Ibu lakukan adalah dengan memberikan pereda rasa sakit. Jika demam, berikan obat kompres. Bila pilek dan batuk, olesi dada, leher, dan punggungnya dengan salep khusus bayi atau menyalakan humidifier di kamar agar suasananya jadi lebih nyaman dan rileks. 

Itulah beberapa cara menidurkan bayi yang bisa Ibu lakukan setiap hari atau jika si Kecil sedang rewel. Sebenarnya cara menidurkan bayi yang paling utama adalah dengan menciptakan rutinitas yang sama setiap malam sehingga si Kecil merasa nyaman dan lebih mudah tidur. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Cara Merawat Tali Pusar Bayi Baru Lahir

Cara Merawat Tali Pusar Bayi Baru Lahir

Ketika anda dikaruniai bayi yang baru lahir dan terlihat sehat, maka biasanya bayi anda dan juga ibundanya akan diperbolehkan untuk tinggal dirumah dan mulai merawat bayi yang baru lahir secara mandiri. Ada banyak hal yang harus diperhatikan ketika merawat bayi. Salah satunya adalah anda harus mengetahui cara merawat tali pusar bayi dengan benar.

Bayi yang baru lahir memang rentan terkena berbagai gangguna kesehatan. Seperti gangguan pencernaan, gangguan nafas pada bayi dan ganngguan kesehatan lainnya. Selain itu bayi juga menjadi  rentan terkena infeksi dari bakteri dan virus. Bakteri dan virus bisa masuk melalui jalur mana saja salah satunya adalah luka pada tali pusar bayi.

Karena itu bagi anda yang baru saja memiliki momongan, anda harus mengetahui dengan benar cara merawat tali pusar bayi. Anda bisa membaca artikel dari PadiAqiqah.Com perusahaan penyedia layanan aqiqah cilacap ini. Berikut ulasannya !  

Cara Merawat Tali Pusat Bayi

Cara Merawat Tali Pusar Bayi
Perawatan bayi baru lahir harus benar. Sumber prettysmartscience.com

Tali pusar bayi harus dirawatdengan cara yang benar. Agar tidak terjadi masalah di kemudian hari, maka anda harus mengetahui cara merawat tali pusar bayi dengan benar. Perawatan tali pusat bayi baru lahir tidak boleh dilakukan sembarangan. Cara merawat tali pusar bayi yang benar meliputi:

1. Menjaga Tetap Kering

Sebagaimana luka terbuka lainnya, untuk mempercepat pemulihannya maka luka harus dijaga agar tetap kering. Hal ini juga berlaku ubntuk tali pusar bayi. Pastikan untuk menjaga area tali pusar bayi tetap kering. Kondisi basah dapa tmenyebabkan luka dari tali pusar yang di potong akan lama keringnya.

Pilihlah pakaian berbahan lembut, menyerap keringat, dan memungkinkan untuk terjadi sirkulasi udara dengan baik di kulitnya. Jangan memakaikan pakaian yang menutupi seluruh tubuh bayi ketika bayi masih belum puput tali pusarnya. Ketika memandikan bayi, pastikan pada bagian tali pusar pada bayi tidak terkena air.

2. Menjaga Kebersihan

Kotoran pada bagian tali pusar bayi akan mengakibatkan masalah kedepannya. Untuk mmembersihkannya anda tidak perlu membasuh tali pusat dengan alkohol atau zat kimia lainnya. Anda bisa membersihkan dengan air. Cara mengeringkannya juga harus menggunakan kain yang lembut atau mengipasinya hingga kering.

Pastikan sebelum melakukan perawatan tali pusat bayi, jangan lupa untuk mencuci tangan anda terlebih dahulu karena ketika tangna anda terkontaminasi bakteri maka bakteri tersebut bisa pindah ke tali pusar bayi. Tali pusat kemungkinan lebih cepat mengering dan akan terlepas sendiri jika dibiarkan saja.

Karena kulit bayi lebih sensitif maka berbagai cairan dan zat kimia seperti alkohol, sabun, atau cairan antiseptik lainnya tidak diperkenankan untuk digunakan membersihkan tali pusar bayi. Bahan tersebut justru dapat mengiritasi kulit di sekitar tali pusat dan menyebabkan lebih lama untuk pulih. Selain itu hindari penggunaan bedak, salep dan obat herbal lainnya untuk dioleskan ke tali pusar bayi. Pemberian obat pada tali pusar harus menurut petunjuk dari dokter.

3. Lepas Secara Alami

Cara merawat tali pusar bayi dengan benar adalah dengan cara membiarkan terlepas dengan alami. Jika anda memaksakan untuk melepas tali pusat dengan menariknya, maka akan dapat menyebabkan pendarahan dan infeksi. Untuk infeksi tahap selanjutnya menjadikan badan bayi menjadi panas.

Mandikan bayi dengan cara membasuh badannya menggunakan washlap atau spons mandi agar tali pusar tidak terkena air yang nantinya akan memperlama proses pemulihan tali pusar pada bayi.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

4. Perhatikan Hal Berikut

Untuk menjaga agar area tali pusar tetap kering dan bersih maka saat memakaikan popok bayi, usahakan tali pusat tidak tertutup popok. Dengan menutup tali pusar dengan popok bayi maka area tali pusar rentan terkena air seni atau tinja sehingga bisa timbul infeksi tali pusar.

Selama proses penyembuhan akan terjadi perubahan warna pada tali pusar. Setelah bayi dilahirkan, tali pusat biasanya berwarna kekuningan dan mengkilap. Seiring waktu, tali pusat akan mengering dan warna tali pusat akan menjadi cokelat, abu-abu, keunguan, kebiruan, lalu menjadi hitam. Setelah menghitam dan menyusut maka tali pusar akan puput dengan sendirinya.

Jangan khawatir jika ada sedikit darah, cairan bening atau kuning dan sisa jaringan di tali pusar si kecil yang puput. Cairan ini dengan sendirinya akan segera hilang.

Anda perlu mewaspadai hal berikut ini dan perlu penanganan dokter jika tali pusar bayi menunjukan tanda-tanda infeksi. Tanda infeksi tersebut adalah sebagai berikut :

  • Bayi kesakitan ketika di sentuh pada bagian tali pusar
  • Terdapat nanah di tali pusar.
  • Bayi menjadi demam.
  • Kulit di sekitar area tali pusat bengkak dan berwarna kemerahan.
  • Tali pusat berbau tidak sedap.
  • Terjadi pendarahan terus-menerus dan tidak normal.
Cara Merawat Tali Pusar Bayi
waspada infeksi tali pusar. Sumber todaysparent.com

Jika bayi anda mengalami masalah infeksi tali pusar atau ganggan kekebalan tubuh maka biasanya tali pusarnya belum puput meskipun bayi telah berusia 3-6 minggu. Jika bayi anda mengalami hal demikan maka anda harus segera membawanya ke dokter.

Itulah beberapa ulasan cara merawat tali pusar bayi baru lahir dengan tepat. Untuk merawat bayi memang diperlukan kesabaran dan kehati-hatian. Semoga artikel ini memberikan manfaat untuk anda semuanya. Jangan lupa membaca artikel kami lainnya mengenai kejang pada bayi yang perlu diperhatikan. Terima kasih.

Kenali Gangguan Nafas Pada Bayi Baru Lahir

Kenali Gangguan Nafas Pada Bayi Baru Lahir

Memiliki momongan adalah sesuatu hal yang menggembirakan bagi keluarga, baik itu kedua orang tua bayi maupun anggota keluarga lainnya seperti kakek dan nenek si bayi. Namun apa jadinya jika terdapat gangguan nafas pada bayi baru lahir, dan itu menimpa si kecil ? Tentu keluarga menjadi repot dalam merawat bayi baru lahir, selain itu ada rasa khawatir akan perkembangan kesehatan si kecil.

Menurut data di dunia kesehatan, gangguan nafas pada bayi baru lahir terjadi pada sekitar 7% bayi. Dan ini menjadi pekerjaan dokter yang membantu melahirkna dan dokter yang merawat anak pasca melahirkan. Biasanya bayi yang dilahirka dirumah sakit dan memiliki gangguan pernafasan belum diijinkan untuk dibawa pulang sampai bayi benar-benar sehat.

Gangguan Nafas Pada Bayi Baru Lahir

Gangguan Nafas Pada Bayi Baru Lahir
Bayi rentan terserang infeksi. Sumber Unsplash

Gangguan nafas pada bayi baru lahir adalah hal umum di dunia medis. Sebagian besar kasus ini disebabkan oleh takipnea transien pada bayi baru lahir, sindrom gangguan pernapasan, atau sindrom aspirasi mekonium, namun berbagai penyebab lainnya juga mungkin terjadi. Inilah ulasannya !

1. Respiratory Distress Syndrome (RSD)

Bayi biasanya mulai memproduksi surfaktan sekitar minggu ke-24 sampai ke-28 kehamilan. Pada umumnya bayi menghasilkan cukup banyak surfaktan untuk bernapas secara normal pada minggu ke-34. Jika si kecil lahir prematur, ia mungkin tidak memiliki cukup surfaktan di dalam paru-parunya. Hal inilah yang menjadikannya rentan terkena RDS.

RSD biasanya terjadi ketika paru-paru bayi belum menghasilkan cukup surfaktan. Zat ini, yang terdiri dari protein dan lemak, membantu menjaga paru-paru tetap membesar dan mencegahnya dari kerusakan. Karena itu kekurangan surfaktan akan mempengaruhi kesehatan pernafasannya. Namun bisa juga RDS muncul pada bayi dengan keadaan sebagai berikut :

  • Ibunya menderita diabetes
  • Bayi memiliki berat lahir rendah
  • Paru-parunya belum berkembang dengan baik

2. Takipnea Transien Pada Bayi Baru Lahir

Tachypnea adalah suatu kasus dimana ketika sisa cairan paru-paru tetap berada di jaringan paru janin setelah proses persalinan. Dan hal ini umum terjadi pada bayi baru lahir. Sebenarnya ketika pembuluh limfatik yang melebar dan saat sirkulasi paru meningkat bersamaan dengan napas pertama cairan di paru akan hilang.

Namun terkadang cairan masih tetap ada meskipun mekanisme ini telah terjadi. Hal inilah yang menjadikan takipnea transien pada bayi baru lahir. Penyebab dari kasus ini adalah kondisi asma yang diderita sang ibu, jenis kelamin laki-laki, macrosomia, diabates yang diderita sang ibu, dan kelahiran sesar.

Segera setelah lahir atau dalam waktu dua jam, dengan tanda-tanda gangguan pernapasan lainnya gangguan nafas pada bayi baru lahir ini bisa diprediksi. Gejala bisa berlangsung selama beberapa jam sampai dua hari. Karen itu anda harus waspada dengan gangguan semacam ini.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

3. Meconium Aspiration Syndrome (MAS)

Sindrom aspirasi mekonium pada bayi dalam jangka pendek maupun jangka panjang bisa terjadi dengan presentasi 15 % dari kelahiran bayi. Meconium terdiri dari sel desquamated, sekresi, air, lanugo, pigmen empedu, enzim pankreas, dan cairan ketuban. Meskipun steril, meconum bersifat iritatif, obstruktif, dan media untuk berkembang biak bakteri sehingga ketika masihberada di saluran pernafasan bayi bisa menimbulkan masalah serius.

4. Infeksi Bakteri

Selain berbagai kondisi di atas, infeksi bakteri merupakan penyebab lain dari gangguan nafas pada bayi baru lahir. Apalagi infeksi virus Corona pada ibu hamil, tentu sangat membahayakan. Patogen umum yang menyebabkan infeksi bakteri termasuk streptokokus kelompok B (GBS), Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, dan batang enterik gram negatif.

Pneumonia dan sepsis memiliki berbagai macam gejala, seperti gejala khas gangguan pernapasan serta ketidakstabilan suhu tubuh bayi. Infeksi bakteri membutuhkan waktu untuk berkembang, tanda adanya serangan infeksi bakteri ditandai dengan gangguan pernapasan yang terjadi berjam-jam sampai berhari-hari setelah kelahiran bayi.

Penyebab Gangguan Nafas Pada Bayi Baru Lahir

Penyebab gangguan nafas pada bayi baru lahir bisa disevbabkan oleh berbagai hal. Salah satunya karena hal dari luar dan dari faktor ibunya sendiri. Inilah beberapa ulasannya ! 

1. Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur merupakan kelahiran dimana waktu kelahiran lebih awal dari kelahiran normal. Karena hal ini bayi yang lahir prematur bias dibilang belum memiliki kesiapan secara fisik, meskipun masih bisa dilahirkan. Termasuk kesiapan dan ketersediaan zat yang disebut surfaktan yang akan muncul di paru-paru.

 Zat ini memungkinkan paru-paru menyerap oksigen. Zat ini juga membantu paru-paru untuk siap mengembang dan mengambil napas ketika baru lahir dan bayi bisa bernapas sendiri tanpa bantuan plasenta. Kurangnya surfaktan, membuat bayi prematur butuh waktu untuk bernapas dengan normal sehingga terjadi gangguan.

2. Obat penenang sebelum melahirkan

Kesalahan pemberian obat penenang dapat membuat obat masuk ke dalam plasenta dan masuk ke aliran darah janin. Obat yang terlalu dekat diberikan sebelum kelahiran dapat memicu gangguan pernapasan pada bayi. Obat dapat memengaruhi sistem pernapasan pada bayi. Karena itulah oenggunaan obat untuk ibu hamil harus benar-benar teliti.  

3. Kadar Gula darah

Bayi yang lahir dari ibu dengan kadar gula yang tinggi berpotensi memiliki kadar gula rendah. Kadar gula yang terlampau rendah pada bayi dapat memicu gangguan pernapasan. Bayi dengan ibu yang memiliki penyakit diabetes, secara otomatis akan membuat bayi memroduksi insulin lebih tinggi. Ketika tali plasenta terputus, kadar gula mendadak menjadi rendah karena adanya kandungan insulin pada tubuh bayi. Hal inilah yang berdampak pada gangguan nafas pada bayi baru lahir.  

Gangguan Nafas Pada Bayi Baru Lahir
Rokok berbahaya bagi bayi dan ibu hamil. Sumber Unsplash

4. Merokok

Aktifitas merokok pada ibu hamil dan gejala kurang gizi dapat menyebabkan janin mengalami kekurangan oksigen. Hal tersebut membuat bayi secara refleks mengeluarkan mekonium ke dalam cairan ketuban. Mekonium tersebut akan berisiko menghambat pernapasan saat ia lahir. Bayi butuh waktu untuk menghilangkan mekonium di dalam tubuh. Karena itulah sebaiknya menjauhi rokok.

Itulah ulasan mengenai gangguan nafas pada bayi yang baru lahir yang perlu anda ketahui. Pastikan anda mengikuti artikel kami lainnya hanya di website PadiAqiqah.Com yang merupakan website penyedia jasa layanan aqiqah Purwokerto dan daerah sekitarnya. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Merawat Bayi Sesuai Anjuran Nabi, Inilah Penjelasannya

Merawat Bayi Sesuai Anjuran Nabi, Inilah Penjelasannya

Bayi yang baru lahir memiliki tubuh yang masih lemah sehingga perlu perawatan ekstra dari ibunya atau dari petugas medis jika mengalami masalah kesehatan. Jika bayi sudah lahir dan dengan proses yang lancar dan normal maka seorang ayah perlu sigap melakukan hal yang dibutuhkan, salah satunya adalah perawatan. Merawat bayi sesuai anjuran nabi perlu di lakukan agar mendapat berkah dari Allah Ta’ala. Inilah salah satu hal yang harus di lakukan ketika bayi lahir.

Diazankan

Merawat Bayi Sesuai Anjuran Nabi
Mengadzani bayi. Sumber Ruang Muslimah

Ada suatu pendapat yang mengatakan bahwa jika seorang bayi terlahir ke dunia, maka seorang ayah harus mengazankan bayi di telinga kanan dan mengiqomatkan di telinga kiri. Azan dan iqomat dikumandangkan di telinga bayi memiliki kandungan yang luar biasa. Dilakukannya adzan dan iqomat di telinga bayi yang baru lahir bertujuan agar sang anak pertama kali didengarnya kalimat thayyibah yang artinya kalimat yang mengagungkan Allah SWT.

Selain bayi mendengar kalimat yang baik sang bayi akan diingatkan terhadap persaksian pertamanya saat ia masih di dalam ruh saat pertama kali diciptakan dan dituntut untuk bersyahadat. Lantunan azan yang didengarkan di telinga bayi yang baru lahir menurut perkataannya Ibnul Qayyim bahwa, agar suara pertama yang didengar adalah seruan yang mengandung makna keagungan Allah SWT. Yang disertakan syahadat.

Dalil ulama yang menganjurkan agar bayi yang baru lahir harus di adzankan adalah :

Dari ‘Ubaidillah bin Abi Rofi’, dari ayahnya (Abu Rofi’), beliau berkata

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ حِينَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلَاةِ

“Aku telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumandangkan adzan di telinga Al Hasan bin ‘Ali ketika Fathimah melahirkannya dengan adzan shalat.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)

Dari Al Husain bin ‘Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُودٌ فَأَذَّنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ الصَّلَاةَ فِي أُذُنِهِ الْيُسْرَى لَمْ تَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ

“Setiap bayi yang baru lahir, lalu diadzankan di telinga kanan dan dikumandangkan iqomah di telinga kiri, maka ummu shibyan tidak akan membahayakannya.” (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Ibnu Sunny dalam Al Yaum wal Lailah). Ummu shibyan adalah jin (perempuan).

Dari Ibnu Abbas, beliau mengatakan,

أذن في أذن الحسن بن علي يوم ولد ، فأذن في أذنه اليمنى ، وأقام في أذنه اليسرى

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adzan di telinga al-Hasan bin ‘Ali pada hari beliau dilahirkan maka beliau adzan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri.” (Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Namun ada beberapa pendapat ulama yang mengatakan dalil yang ada di atas memiliki status yang lemah atau dhoif, sehingga segala amalan tidak akan berguna jika bertumpu pada hadits yang lemah. Artinya pendapat mengenai diadzankannya bayi yang baru lahir masih dalam perdebatan, dan anda bisa berkonsultasi dengan ulama untuk perkara ini.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Mentahnik

Merawat Bayi Sesuai Anjuran Nabi
Mentahnik Bayi. Sumber innetzone.id

Tahnik adalah menyuapi bayi dengan kurma yang sudah dihaluskan. Dalam islam cara tahnik ini memang sudah disyariatkan perihal merawat bayi sesuai anjuran nabi, Hal ini sesuai dengan riwayat berikut ini :

Hadits Abu Burdah dari Abu Musa Radhiyallahu anhu, dia berkata,

 وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ

Aku pernah dikaruniai anak laki-laki, lalu aku membawanya ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberinya nama Ibrâhîm dan mentahnîknya dengan sebiji kurma (tamr). (Dikeluarkan oleh al-Bukhâri 5467,  Fathul Bâri) Muslim (2145, Nawawi), Ahmad (4/399), al-Baihaqi dalam al-Kubra (9/305) dan asy-Syu’ab karya beliau (8621, 8622).

Hadits Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu , dia berkata:

 كَانَ ابْنٌ ِلأَبِي طَلْحَةَ يَشْتَكِي، فَخَرَجَ أَبُو طَلْحَةَ فَقُبِضَ الصَّبِيُّ فَلَمَّا رَجَعَ أَبُو طَلْحَةَ قَالَ: مَا فَعَلَ الصَّبِيُّ؟ قَالَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ: هُوَ أَسْكَنُ مِمَّا كَانَ. فَقَرَّبَتْ إِلَيْهِ الْعَشَاءَ، فَتَعَشَّى ثُمَّ أَصَابَ مِنْهَا، فَلَمَّا فَرَغَ قَالَتْ: وَارِ الصَّبِيَّ. فَلَمَّا أَصْبَحَ أَبُو طَلْحَةَ أَتَى رَسُولَ اللهِ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ: أَعْرَسْتُمُ اللَّيْلَةَ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: اَللّهُمَّ بَارِكْ لَهُمَا. فَوَلَدَتْ غُلاَمًا قَالَ لِي أَبُو طَلْحَةَ: اِحْمَلْهُ حَتَّى تَأْتِيَ بِهِ النَّبِيَّ فَقَالَ: أَمَعَهُ شَيْءٌ؟ قَالُوا: نَعَمْ تَمَرَاتٌ. فَأَخَذَهَا النَّبِيُّ فَمَضَغَهَا ثُمَّ أَخَذَ مِنْ فِيهِ فَجَعَلَهَا فِي الصَّبِيِّ وَحَنَّكَهُ بِهِ وَسَمَّاهُ عَبْدَ اللهِ.

Dahulu, anak Abu Thalhah sakit, (tapi)  Abu Thalhah (tetap) keluar rumah. Tidak berselang lama, anak itu meninggal dunia. Setelah pulang, Abu Thalhah bertanya, ‘Apa yang dilakukan oleh anak itu?’ Ummu Sulaim Radhiyallahu anhuma menjawab, ‘Dia lebih tenang dari sebelumnya.’ Kemudian Ummu Sulaim Radhiyallahu anhuma menghidangkan makan malam kepadanya, selanjutnya Abu Thalhah menggaulinya. Setelah selesai, Ummu Sulaim Radhiyallahu anhuma berkata, ‘Tutupilah anak ini.’

Dan pada pagi harinya, Abu Thalhah mendatangi Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya memberitahu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam , maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah kalian bercampur tadi malam?’ ‘ Ya,’ jawabnya. Beliau pun bersabda, ‘Ya Allâh, berikanlah keberkahan kepada keduanya.’ Maka Ummu Sulaim pun melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu Abu Thalhah Radhiyallahu anhu berkata kepadaku (Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ),   ‘Bawalah anak ini sampai engkau mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam .’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Apakah ada sesuatu yang menyertainya (ketika di bawa kesini?’ Mereka menjawab, ‘Ya, beberapa biji kurma.’ Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil kurma itu, lantas mengunyahnya, lalu mengambilnya kembali dari mulut beliau dan meletakkannya di mulut anak tersebut kemudian mentahniknya dan memberinya nama ‘Abdullah.” (HR. Al-Bukhâri no. 5470 dan Muslim no. 2144)

Beberapa ketentuan mentahnik bayi  diantaranya :

  • Dianjurkan menggunakan kurma, jika tidak ada maka diperbolehkan menggunakan madu.
  • Dengan cara kurma dikunyah dan kemudian diletakkan di langit-langit mulut bayi.
  • Orang yang disuruh mentahnik sebaiknya orang yang saleh di kampungnya.
  • Orang yang mentaknik sang bayi hendaknya mendoakan kebaikan untuk sang bayi.

Setelah sang ayah mengazankan dan mengiqomatkan,kemudian dilanjutkan dengan mentahnik mulut bayi dengan kurma atau madu dan yang terakhir dilakukan saat bayi bar lahir ke dunia hendaknya memberikan nama untuk bayi tersebut. Untuk ritualpenguburan ari ari bayi pada tempat tertentu adalah kepercayaan Jawa saja.

Aqiqah

Merawat Bayi Sesuai Anjuran Nabi
Aqiqah bayi. Sumber flickr

Pada dasarnya aqiqah adalah salah satu sunnah yang dianjurkan nabi, hukumnya sunnah muakad. Anda bisa melaksanakan aqiqah secara mandiri atau bisa juga diserahkan kepada jasa aqiqah seperti jasa aqiqah Purwokerto untuk anda yang berdomisili di Purwokerto. Yang dilaksanakan dalam aqiqah adalah penyembelihan hewan aqiqah, pemberian nama bayi, bercukur dan memberikan sedekah.

Aqiqah sesuai sunnah dilaksanakan di hari ketujuh, keempat belas, dan kedua puluh satu. Penentuan waktu ini yang disepakati oleh berbagai mazhab.  Pendapat jumhur ulama waktu yang disunnahkan untuk menyembelih hewan aqiqah adalah hari ketujuh setelah kelahiran bayi, akan tetapi jika mengaqiqahkan bayi diluar hari ketujuh jumhur ulama berpendapat berbeda-beda.

Mazhab Syafi’i dan Hambali membolehkan pelaksanaan aqiqah pada saat waktu bayi baru dilahirkan dan tidak harus menunggu hari ketujuh. Dan kedua mazhab ini tidak memperbolehkan melakukan aqiqah sebelum bayi itu dilahirkan dari rahim ibunya. Pendapat menurut mazhab hanafi dan maliki membolehkan pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh setelah bayi dilahirkan.

Demikian penjelasan mengenai merawat bayi sesuai anjuran nabi yang bisa anda teladani. Semoga ulasan diatas dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Jangan lupa membaca artikel kami lainnya tentang kejang pada bayi yang perlu diwaspadai. Terimakasih.

Kejang Pada Bayi Yang Perlu Diwaspadai

Kejang Pada Bayi Yang Perlu Diwaspadai

Merawat bayi baru lahir merupakan kegiatan yang harus di lakukan bunda yang baru saja melahirkan. Meskipun sedikit repot, merawat bayi merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi sorang ibu, apalagi jika ibu dan anak tetap sehat pasca melahirkan. Namun harus waspada dengan gangguan kesehatan yang bisa datang dengan tiba-tiba, salah satumya adalah kejang pada bayi.

Penyelenggaraan aqiqah mungkin bisa di percayakan kepada jasa aqiqah, salah satunya adalah Padi Aqiqah yang merupakan jasa aqiqah Purwokerto dan sekitarnya. Namun untuk merawat bayi yang baru lahir harus di lakukan oleh bunda secara langsung. Karena itu jaga kesehatan ibu dan bayi selalu dan pelajari beberapa oenyebab gangguan kesehatan seperti kejang pada bayi.

Demam bisa menyebabkan kejang. Sumber katabunda.com

Penyebab Kejang Pada Bayi

Kejang pada bayi sebagian besar adalah kejang parsial, yaitu kejang pada bagian tubuh tertentu saja. Hal ini disebabkan karena otak bayi yang masih berkembang sehingga tidak dapat memberi respons terkoordinasi seperti kejang umum pada anak yang lebih besar.

Kejang pada bayi yang berusia antara 6 bulan sampai 5 tahun cenderung disebabkan oleh demam tinggi, sehingga disebut juga kejang demam atau step. Diduga faktor genetik juga berperan dalam kasus kejang demam anak. Penyebab kejang demam adalah demam tinggi akibat peradangan atau infeksi yang terjadi pada diri bayi.

Ketika bayi mendapatkan serangan virus maka secara otomatis bayi membentuk antibodi alamiah dari dalam tubuh. Pada fase inilah biasanya anak akan mengalami demam tinggi. Jika demam sampai pada temperatur 38,8 derajat celcius, bayi akan mengalami kejang.

Tanda dan Gejala Kejang Pada Bayi

Kejang pada bayi baru lahir berbeda dengan kejang pada bayi yang sudah berusia enam bulan keatas. Gejala yang umum timbul saat bayi kejang antara lain adalah kekakuan otot, bola mata memutar ke atas, dan kelojotan sekujur tubuh. Namun tidak semua kejang melibatkan gerakan kejut tak henti pada seluruh tubuh. Adakalanya gejalanya anak mungkin tiba-tiba lemas seperti tidak bertenaga dan terjatuh.

Gejala lainnya adalah matanya berkedip-kedip tapi tatapannya kosong dan tidak merespon saat namanya dipanggil atau tubuhnya disentuh seperti sedang melamun. Pada kondisi kejang yang parah, bayi diam mematung dan tampak tidak bernapas, bibirnya sampai membiru, dan mengeluarkan busa dari mulutnya.

Penanganan Kejang Pada Bayi

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Jika bayi anda mengalami tanda-taanda kejang, maka hal pertama yang dilakukan adalah tidak boleh panik. Anda busa membaringkan anak pada bidang mendatar (lantai, kasur, atau tanah). Pindahkan ia ke tempat lebih aman hanya jika ia terserang kejang di tempat-tempat yang berbahaya. Tempat berbahaya ini antara lain adalah kamar mandi, saat di bonceng sepeda motor dan tempat lainnya yang bisa mengakibatkan terjatuh.

Langkah selanjutnya adalah anda bisa membaringkan anak pada posisi miring. Posisi ini bertujuan untuk mencegah air liur atau muntah masuk ke saluran napas. Longgarkan pakaian anak agar lebih nyaman untuk bernapas. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut. Jangan memaksa membuka mulutnya dengan sendok atau alat apapun.

Anak yang mengalami kejang tidak boleh diberikan makanan ataupun minuman apapun ke dalam mulutnya. Memberikan makanan atau minuman dapat menyebabkan anak tersedak, sehingga saluran napas tersumbat dan berujung pada henti napas. Menahan kaki dan tangan juga menyebabkan patah tulang, karena anak tidak sadar ketika ia bergerak. Tunggu sampai mereda.

Setelah anak pulih dari kejangnya, biarkan ia tidur dan beristirahat. Mungkin anak masih merasakan kantuk atau masih belum sepenuhnya tersadar. Terus awasi anak hingga anak terbangun dan sadar sepenuhnya. Jika anak demam tinggi, segera usahakan menurunkan demam anak dengan mengkompres air hangat. Jika masih sempat, ukur suhu anak. Untuk menurunkan panas bisa juga dengan meminumkannya obat penurun panas anak.

Konsultasikan ke dokter mengenai kejang ank anda. Biasanya dokter akan mennyakan informasi tentang seberapa lama kejang dan apa yang terjadi saat kejang, karena informasi ini sangat berguna bagi dokter untuk mendiagnosa kesehatan anak anda.

Ketika anak mengalami demam di atas normal biasanya akan terjadi kejang, sehingga anda sebenarnya tidak perlu panik. Namun anda diharuskan membawa si kecil ke rumah sakit jika mengalami kejang dengan keterangan sebagai berikut :

  • Anak anda berlum pernah mengalami kejang sebelumnya
  • Kejang kambuhan terjadi sangat sering
  • Kejang susulan terjadi setelah sebelumnya kejang namun siuman.
  • Anak anda mengalami kebingungan lebih dari 2 jam setelah kejang sekesai.
  • Kejang pertama berlangsung lebih dari 5 menit

Resiko Kejang Pada Bayi

Menurut data yang dihimpun, anak-anak yang berusia kurang dari satu tahun saat mengalami kejang demam, memiliki risiko sekitar 50% untuk kembali mengalaminya di masa mendatang. Sementara itu, anak-anak yang berusia di atas satu tahun, hanya berisiko 30% untuk terkena kejang demam kembali.

Hal terbaik adalah mengambil langkah penanganan apabila kejang demam yang terjadi menjadi lebih parah. Disebut lebih parah ketika terjadi lebih dari 15 menit dan menyerang lebih dari satu kali dalam kurun waktu 24 jam. Selain itu, serangannya dapat fokus pada satu bagian tubuh saja artinya tidak menyerang seluruh tubuh.

Suhu tubuh jangan terlampau tinggi saat demam agar tidak terkena kejng. Sumber Unsplash

Kejang demam yang terjadi pada anak-anak berkemungkinan berkembang menjadi epilepsi ketika dirinya sudah tumbuh lebih besar dan menyebabkan kejang berulang tanpa demam. Namun peningkatan risiko terhadap epilepsi terbilang sangat kecil.

Meskipun memiliki presentasi kecil kemungkinan ini lebih besar ketika seseorang mengidap kejang demam yang parah dan kemungkinannya 1 banding 50 dari semua kasus kejang demam biasa. Jika gangguan yang terjadi terbilang kompleks, peluangnya adalah 1 banding 20. Pada seseorang yang belum pernah mengalami kejang, peluangnya 1 banding 100. karena itu kewaspadaan sangat diperlukan.

Itulah ulasan mengenai kejang pada bayi yang perlu diketahui. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Dan ikuti artikel kami lainnya yang berkaitan dengan perawatan bayi yaitu fakta tentang bayi yang baru lahir hanya di website ini. Terima kasih.

Inilah Langkah Praktis Memandikan Bayi Bagi yang Belum Berpengalaman

Inilah Langkah Praktis Memandikan Bayi Bagi yang Belum Berpengalaman

Bagi orang tua yang baru, merupakan sebuah tantangan yang wajib dilalui mengurus bayinya yang baru lahir. Meskipun memiliki naluri kasih sayang yang kuat satu sama lain, namun harus tetap memiliki ilmu. Mulai dari saat lahir, melaksanakan aqiqah hingga menjaga kebersihan bayi.

Tata Cara Memandikan Bayi

Menjaga kebersihan bayi dapat dilakukan salah satunya dengan memandikannya. Selain pengalaman, ilmu tentang tata cara memandikan bayi juga dibutuhkan. Biasanya seorang Ibu atau Ayah yang baru memiliki bayi, akan merasa kaku untuk memandikan bayi. Bahkan tidak jarang, Ibu atau Ayah merasa khawatir jika melakukan kesalahan dalam memandikan bayinya.

Sebenarnya perasaan seperti ini dapat dihindarkan, jika Ibu atau Ayah mengetahui tata caranya dan tidak bosan untuk belajar baik melalui media sosial, buku, atau orang lain yang lebih pengalaman. Apalagi memandikan bayi, hubungan emosional Ibu atau Ayah dengan bayi yang dimandikannya akan semakin bertambah. Adapun tata cara memandikan bayi dibawah ini, bisa dibaca dengan baik oleh Anda selaku calon Ibu atau Ayah yang belum terlalu mengetahui mengenai tata caranya.

1. Memastikan Suhu Ruangan

Terlebih dahulu pastikan suhu ruangan dengan kondisi 24°C, jika sulit mengatur suhu ruangan dengan kondisi tersebut maka pastikan suhu ruangan dalam kondisi hangat tetapi tidak panas apalagi pengap. Karena bayi memiliki lemak tubuh yang terbatas dan kehilangan panas dari tubuh mereka empat kali lebih cepat dari orang dewasa.

2. Menyiapkan Air dalam Wadah

Merendamkan tubuh bayi ke dalam air dapat dilakukan bila telah disetujui oleh tenaga kesehatan atau Orang Tua yang sudah berpengalaman. Diusahakan air yang digunakan untuk memandikan bayi tidak terlalu dingin atau panas. Siapkan air dalam ember besar atau wadah khusus untuk memandikan bayi. Usahakan ukuran air dalam wadah setengah dari badan bayi atau tidak melebihi dari kepala bayi.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

3. Cara Sebelum Memandikan Bayi

Sebelum membersihkan tubuhnya, perlu membuka perlengkapan dalam tubuh bayi terlebih dahulu. Bukalah baju bagian atas. Selanjutnya popok atau celana bayi. Bersihkan alat kemaluan dan pantat bayi dengan kapas bulat yang sudah dibasahi air dan bersihkan setiap lipatannya. Ukur kembali suhu air dalam wadah untuk mandi bayi.

Ilustrasi Memandikan Bayi, sumber ig mamae_brasicana
Ilustrasi Memandikan Bayi, sumber ig @mamae_brasicana

Selipkan tangan kiri Anda ke bawah tengkuk bayi, pegang erat-erat ketiaknya. Sanggahlah tengkuk bayu dengan pergelangan tangan, pegang tubuhnya dengan tangan kanan Ibu. Angkatlah bayi dan masukkan ke dalam wadah mandi. Tangan kiri menyangga kepala dan memegangi ketiaknya dan tubuhnya sebagian terendam dalam air.

4. Cara Saat Memandikan Bayi

Secara umum memandikan bayi dapat dilakukan dengan tata cara rendamkan bayi dengan posisi agak tidur, terutama bayi yang belum bisa duduk secara sempurna. Tuangkan air secara perlahan dengan menggunakan telapak tangan, dari bagian badan hingga kepala. Usap badan bayi dengan spons pada pekan-pekan pertama, atau sampai tali pusat lepas, terutama bila suhu dirumah Anda rendah. Usahakan memakai spons yang halus atau khusus bayi sesuai usia bayi.

Gunakan kain khusus untuk membersihkan wajah dan tangan. Gunakan shampo yang tidak pedih dimata untuk melakukan keramas dengan lembut terutama di daerah kepala bayi yang masih lunak. Daerah ini dilindungi oleh selaput yang kuat, yang juga dapat dikeramas. Gunakan lidi kapas yang dicelup dalam alkohol untuk membersihkan daerah tali pusat lepas.

Gunakan tangan kanan untuk membersihkan sabun di telinga, leher, dan seluruh badannya. Untuk membersihkan bagian belakang tubuhnya, balikkan badan bayi, kemudian sanggah badannya dengan tangan kiri dan pegang erat-erat ketiaknya. Lalu dengan tangan kanan, bersihkanlah punggungnya.

5. Membersihkan Mata, Telinga, dan Hidung

Sebaiknya jangan memasukkan apapun pada telinga, mata, hidung, mulut, atau kuku bayi untuk membersihkan kotoran. Bersihkan mata, mulut, hidung, dan telinga bagian luar terlebih dahulu dengan kain lembut dan basah. Bersihkan terlebih dahulu kedua matanya dengan kapas yang telah direndam air matang.

Bersihkan mata bayi dari ujung mata ke arah hidung. Gantilah kapas untuk masing-masing lubang hidung. Gunakan kapas yang berbeda untuk masing-masing mata. Bersihkan pula lubang hidung si kecil secara perlahan-lahan dengan cotton buds yang telah terlebih dahulu dicelupkan ke dalam air bersih. Hati-hati, jangan memasukkan cotton buds terlalu dalam. Bersihkan daun telinga dengan cotton buds yang telah diberi baby oil. Jangan masukkan cotton buds ke dalam lubang telinga, bersihkan bagian luar telinganya saja.

Bayi yang Dimandikan, sumber ig theo.thomas20
Bayi yang Dimandikan, sumber ig @theo.thomas20

6. Cara Sesudah Memandikan Bayi

Keringkan badan bayi dan tutupi dengan handuk yang halus (misalnya : kain produksi konveksi jakarta) sehingga bayi tidak terasa dingin. Setelah tubuhnya kering, taburkan bedak bayi di dada, perut dan punggungnya, agar tubuhnya wangi dan segar. Perhatikan setiap lipatan dan lekukan khususnya di daerah kemaluannya, usapkan lipatan pada kemaluan bayi dengan baby oil. Pakaikan popok dan baju bayi, lalu sisirlah rambutnya dengan sisir khusus untuk rambut bayi. Bila cuaca mengijinkan, ajakan bayi jalan-jalan atau berjemur di bawah sinar matahari pagi.

7. Memijat Badan Bayi

Sebelum atau sesudah memandikan bayi, diusahakan memijat badan bayi secara perlahan dengan menggunakan lotion bayi. Agar kulit bayi bisa merangsang dengan baik setiap sentuhan dari pijit yang diberikan. Pijat bayi telah dibuktikan secara klinis berguna untuk tumbuh kembang bayi Anda. Bayi memiliki minyak alami pada kulit dan rambutnya, tetapi sedikit lotion atau pelumas dapat mengurangi gesekan dan mempermudah pemijatan.

Itu dia beberapa tata cara memandikan bayi yang dapat diikuti. Masih terdapat berbagai tips perawatan dan cara memandikan bayi lainnya yang dapat Anda pelajari. Semoga informasi ini dapat membantu Anda. Simak artikel lainnya berkaitan dengan perawatan bayi di halaman padiaqiqah.com.

Open chat