Ketika memilih kambing aqiqah, anda harus benar-benar teliti. Jangan sampai kambing aqiqah anda memiliki penyakit yang berbahaya. Karena itulah pada kali ini kami akan mengulas tentang penyakit kambing aqiqah yang sering ditemukan di Indonesia. Simak ulasan berikut ini !

1. Penyakit Anthraks

Penyakit ini termasuk zoonosis yang berarti dapat menularkan antara hewan ke manusia. Bahkan seseorang yang terinfeksi penyakit anthraks dapat kehilangan nyawa. Karena itu perlu diwaspadai jika ada gejala hewan yang terkena anthraks. Terutama hewan yang akan dipakai untuk hewan sembelihan aqiqah harus terbebas dari penyakit ini.

Anda perlu waspada apabila hewan aqiqah anda mengalami ciri-ciri seperti dibawah ini !

  • Sesak napas
  • Terjadi pembengkakan pada leher, dada, dan perut
  • Pinggang dan kelamin tampak menonjol keluar
  • Keluar darah berwarna kehitaman dan encer dari lubang-lubang tubuh
  • Demam mencapai 42 derajat Celsius
  • Gigi gemerutuk
  • Hewan terlihat gelisah
  • Terdapat luka pada lidah
Ilustrasi Kambing Aqiqah Sehat, sumber : FIF Group
Ilustrasi Kambing Aqiqah Sehat, sumber : FIF Group

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Bacillus anthracis. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan kepada manusia ketika manusia menyentuh atau memakan daging hewan yang telah terinfeksi bakteri ini. Penyakit anthraks hanya menyerang hewan-hewan herbivora, seperti sapi dan kambing.

Pada hewan pengidap antraks akut, hewan dapat mati secara mendadak akibat perdarahan pada otak hewan dan kematian dapat terjadi dalam waktu 1-3 hari setelah munculnya gejala. Gejala yang masih tergolong ringan dapat sembuh seiring dengan berjalannya waktu. Namun ketika hewan sudah positif terkena anthraks akan sulit untuk disembuhkan.

Jika hewan yang terkena anthraks mati maka bangkainya pun harus dikubur rapat, karena adanya bakteri yang dapat membentuk spora. Spora ini akan bertahan dalam kondisi panas dan dapat hidup bertahun-tahun lamanya di segala kondisi lingkungan. Karena itulah hewan yang sudah terserang anthraks tidak boleh disembelih.

Keberadaan anthraks di beberapa daerah terkait dengan adanya spora yang bertahan hidup dalam jangka waktu lama. Ketika menyebar pada tubuh manusia, spora akan menjadi racun dalam tubuh. Spora ini dapat menyebar bersamaan dengan daging hewan terinfeksi anthraks yang telah di konsumsi.

2. Penyakit Cacing Hati

Penyakit cacing hati adalah menjadi penyakit yang persebarannya cukup massif dan nyaris terjadi hampir di seluruh daerah di indonesia. Karena itu hewan aqiqah dan juga hewan kurban perlu di periksa dari penyakit ini. Yang menjadikan fatal adalah cacing hati dapat menular kepada manusia. Cara penularannya yakni mengonsumsi daging hewan kurang matang yang mengandung telur atau mengandung cacing hati.

Secara kasat mata penampakan hewan ternak yang terjangkit cacing hati, terutama dalam stadium parah akan mudah diketahui. Beberapa ciri hewan aqiqah yang terjangkit cacing hati sebagai berikut :

  • Bulu kusam
  • Tubuh hewan kurus
  • Hewan malas bergerak
  • Mata sayu berair dan belekan
  • Kulit melepuh
  • Diare atau susah membuang kotoran

Penyakit cacingan menjadi salah satu ancaman bagi peternak hewan kurban ataupun aqiqah. Diantara sekian banyak penyakit ternak di Indonesia, penyakit cacingan masih kurang mendapat perhatian dari para peternak. Mungkin karena tidak langsung menjadi penyebab kematian, para peternak tidak begitu menganggap serius penyakit ini.

Infeksi parasit cacing ke dalam tubuh ternak hingga berkembang biak dalam jumlah banyak sering menyebabkan peternak rugi karena dapat mengurangi nilai dari hasil peternakan, antara lain berupa penurunan berat badan, penurunan produksi susu pada ternak perah serta peningkatan angka afkir organ tubuh ternak seperti daging, kulit, dan jeroan.

Beberapa spesies cacing yang menjangkiti ternak di Indonesia adalah cacing gilig (Haemonchus contorcus) dan cacing hati (Fasciola hepatica). Cacing Haemonchus contorcus biasanya hidup bersama cacing lain dan melekat pada selaput usus hingga mengisap sari makanan, cairan tubuh dan darah, serta mengeluarkan racun.

Anak kambing yang berumur 3-4 bulan yang terserang penyakit ini bisa mengalami kematian. Kambing penderita cacingan ini tidak bisa gemuk meskipun konsumsi pakan tinggi karena sari makanan yang masuk akan dihisap oleh cacing yang berada di saluran pencernaan. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan ternak menjadi terhambat.

Helminthiasis merupakan penyakit yang disebabkan adanya perkembang biakan cacing pada tubuh hewan, baik pada saluran pencernaan, pernapasan, hati, maupun pada bagian tubuh lainnya. Kasus cacingan pada ternak kambing umumnya berjalan dalam waktu yang lama, sehingga pada awal serangan gejalanya sulit diamati oleh peternak.

3. Penyakit Pink Eye

Penyakit ini biasa menyerang pada hewan ternak seperti sapi, kambing dan domba. Meskipun penyakit ini tidak sampai menimbulkan kematian, akan tetapi dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi peternak, karena akan menyebabkan kebutaan, penurunan berat badan dan biaya pengobatan yang mahal.

Penyakit pada hewan ternak ini disebabkan oleh bakteri atau virus, namun yang paling sering ditemukan adalah akaibat bakteri Penyakit ini bisa menular dari hewan ke hewan lewat kontak antara ternak bisa juga dengan perantara serangga yang bisa memindahkan mikroorganisme atau bisa juga lewat iritasi debu. Penyakit ini dapt di deteksi dengan tanda berikut ini :

  • Mata berair, kemerahan pada bagian mata yang putih dan kelopaknya
  • Terdapat bengkak pada kelopak mata dan cenderum menjulingkan mata untuk menghindari sinar matahari.
  • Selaput bening mata/kornea menjadi keruh dan pembuluh darah akan tampak menyilanginya.
  • Kadang-kadang terjadi borok atau lubang pada selaput bening mata dan dapat pecah sehingga mengakibatkan kebutaan.
Kambing Aqiqah, sumber : FIF Group
Kambing Aqiqah yang sehat, sumber : FIF Group

Meskipun penyakit kambing aqiqah ini bisa sembuh dalam waktu 1 – 4 minggu, namun bisa juga berakibat fatal yakni kebutan. Kebutan inilah yang menjadikn nilai jual hewan ternak merosot. Untuk pengobatannya anda bisa memberikan suntikan antibiotik, seperti tetracyclin atau tylosin dan penggunaan salep mata. Selain itu anda sebaiknya menempatkan ternak pada tempat yang teduh agar mengurangi rasa sakit mata akibat silaunya matahari.

Itulah ulasan mengenai penyakit kambing aqiqah yang perlu diwaspadai. Untuk mendapatkan hewan yang sehat dalam pelaksanaan aqiqah, anda bisa mempercayakan kepada penyedia jasa aqiqah Purwokerto dan sekitarnya yaitu Padi Aqiqah yang akan menyediakan kambing aqiqah yang sehat dan tentu saja dengan pengolahan yang higienis.

Open chat