Memiliki momongan adalah sesuatu hal yang menggembirakan bagi keluarga, baik itu kedua orang tua bayi maupun anggota keluarga lainnya seperti kakek dan nenek si bayi. Namun apa jadinya jika terdapat gangguan nafas pada bayi baru lahir, dan itu menimpa si kecil ? Tentu keluarga menjadi repot dalam merawat bayi baru lahir, selain itu ada rasa khawatir akan perkembangan kesehatan si kecil.

Menurut data di dunia kesehatan, gangguan nafas pada bayi baru lahir terjadi pada sekitar 7% bayi. Dan ini menjadi pekerjaan dokter yang membantu melahirkna dan dokter yang merawat anak pasca melahirkan. Biasanya bayi yang dilahirka dirumah sakit dan memiliki gangguan pernafasan belum diijinkan untuk dibawa pulang sampai bayi benar-benar sehat.

Gangguan Nafas Pada Bayi Baru Lahir

Gangguan Nafas Pada Bayi Baru Lahir
Bayi rentan terserang infeksi. Sumber Unsplash

Gangguan nafas pada bayi baru lahir adalah hal umum di dunia medis. Sebagian besar kasus ini disebabkan oleh takipnea transien pada bayi baru lahir, sindrom gangguan pernapasan, atau sindrom aspirasi mekonium, namun berbagai penyebab lainnya juga mungkin terjadi. Inilah ulasannya !

1. Respiratory Distress Syndrome (RSD)

Bayi biasanya mulai memproduksi surfaktan sekitar minggu ke-24 sampai ke-28 kehamilan. Pada umumnya bayi menghasilkan cukup banyak surfaktan untuk bernapas secara normal pada minggu ke-34. Jika si kecil lahir prematur, ia mungkin tidak memiliki cukup surfaktan di dalam paru-parunya. Hal inilah yang menjadikannya rentan terkena RDS.

RSD biasanya terjadi ketika paru-paru bayi belum menghasilkan cukup surfaktan. Zat ini, yang terdiri dari protein dan lemak, membantu menjaga paru-paru tetap membesar dan mencegahnya dari kerusakan. Karena itu kekurangan surfaktan akan mempengaruhi kesehatan pernafasannya. Namun bisa juga RDS muncul pada bayi dengan keadaan sebagai berikut :

  • Ibunya menderita diabetes
  • Bayi memiliki berat lahir rendah
  • Paru-parunya belum berkembang dengan baik

2. Takipnea Transien Pada Bayi Baru Lahir

Tachypnea adalah suatu kasus dimana ketika sisa cairan paru-paru tetap berada di jaringan paru janin setelah proses persalinan. Dan hal ini umum terjadi pada bayi baru lahir. Sebenarnya ketika pembuluh limfatik yang melebar dan saat sirkulasi paru meningkat bersamaan dengan napas pertama cairan di paru akan hilang.

Namun terkadang cairan masih tetap ada meskipun mekanisme ini telah terjadi. Hal inilah yang menjadikan takipnea transien pada bayi baru lahir. Penyebab dari kasus ini adalah kondisi asma yang diderita sang ibu, jenis kelamin laki-laki, macrosomia, diabates yang diderita sang ibu, dan kelahiran sesar.

Segera setelah lahir atau dalam waktu dua jam, dengan tanda-tanda gangguan pernapasan lainnya gangguan nafas pada bayi baru lahir ini bisa diprediksi. Gejala bisa berlangsung selama beberapa jam sampai dua hari. Karen itu anda harus waspada dengan gangguan semacam ini.

3. Meconium Aspiration Syndrome (MAS)

Sindrom aspirasi mekonium pada bayi dalam jangka pendek maupun jangka panjang bisa terjadi dengan presentasi 15 % dari kelahiran bayi. Meconium terdiri dari sel desquamated, sekresi, air, lanugo, pigmen empedu, enzim pankreas, dan cairan ketuban. Meskipun steril, meconum bersifat iritatif, obstruktif, dan media untuk berkembang biak bakteri sehingga ketika masihberada di saluran pernafasan bayi bisa menimbulkan masalah serius.

4. Infeksi Bakteri

Selain berbagai kondisi di atas, infeksi bakteri merupakan penyebab lain dari gangguan nafas pada bayi baru lahir. Apalagi infeksi virus Corona pada ibu hamil, tentu sangat membahayakan. Patogen umum yang menyebabkan infeksi bakteri termasuk streptokokus kelompok B (GBS), Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, dan batang enterik gram negatif.

Pneumonia dan sepsis memiliki berbagai macam gejala, seperti gejala khas gangguan pernapasan serta ketidakstabilan suhu tubuh bayi. Infeksi bakteri membutuhkan waktu untuk berkembang, tanda adanya serangan infeksi bakteri ditandai dengan gangguan pernapasan yang terjadi berjam-jam sampai berhari-hari setelah kelahiran bayi.

Penyebab Gangguan Nafas Pada Bayi Baru Lahir

Penyebab gangguan nafas pada bayi baru lahir bisa disevbabkan oleh berbagai hal. Salah satunya karena hal dari luar dan dari faktor ibunya sendiri. Inilah beberapa ulasannya ! 

1. Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur merupakan kelahiran dimana waktu kelahiran lebih awal dari kelahiran normal. Karena hal ini bayi yang lahir prematur bias dibilang belum memiliki kesiapan secara fisik, meskipun masih bisa dilahirkan. Termasuk kesiapan dan ketersediaan zat yang disebut surfaktan yang akan muncul di paru-paru.

 Zat ini memungkinkan paru-paru menyerap oksigen. Zat ini juga membantu paru-paru untuk siap mengembang dan mengambil napas ketika baru lahir dan bayi bisa bernapas sendiri tanpa bantuan plasenta. Kurangnya surfaktan, membuat bayi prematur butuh waktu untuk bernapas dengan normal sehingga terjadi gangguan.

2. Obat penenang sebelum melahirkan

Kesalahan pemberian obat penenang dapat membuat obat masuk ke dalam plasenta dan masuk ke aliran darah janin. Obat yang terlalu dekat diberikan sebelum kelahiran dapat memicu gangguan pernapasan pada bayi. Obat dapat memengaruhi sistem pernapasan pada bayi. Karena itulah oenggunaan obat untuk ibu hamil harus benar-benar teliti.  

3. Kadar Gula darah

Bayi yang lahir dari ibu dengan kadar gula yang tinggi berpotensi memiliki kadar gula rendah. Kadar gula yang terlampau rendah pada bayi dapat memicu gangguan pernapasan. Bayi dengan ibu yang memiliki penyakit diabetes, secara otomatis akan membuat bayi memroduksi insulin lebih tinggi. Ketika tali plasenta terputus, kadar gula mendadak menjadi rendah karena adanya kandungan insulin pada tubuh bayi. Hal inilah yang berdampak pada gangguan nafas pada bayi baru lahir.  

Gangguan Nafas Pada Bayi Baru Lahir
Rokok berbahaya bagi bayi dan ibu hamil. Sumber Unsplash

4. Merokok

Aktifitas merokok pada ibu hamil dan gejala kurang gizi dapat menyebabkan janin mengalami kekurangan oksigen. Hal tersebut membuat bayi secara refleks mengeluarkan mekonium ke dalam cairan ketuban. Mekonium tersebut akan berisiko menghambat pernapasan saat ia lahir. Bayi butuh waktu untuk menghilangkan mekonium di dalam tubuh. Karena itulah sebaiknya menjauhi rokok.

Itulah ulasan mengenai gangguan nafas pada bayi yang baru lahir yang perlu anda ketahui. Pastikan anda mengikuti artikel kami lainnya hanya di website PadiAqiqah.Com yang merupakan website penyedia jasa layanan aqiqah Purwokerto dan daerah sekitarnya. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Open chat