Kehamilan merupakan sebuah anugerah bagi para Ibu. Karena Allah SWT telah mempercayakan amanah yang luar biasa sehingga bertambah kedekatannya kepada Allah SWT. Setiap kali ibu menjaga bayi dalam kandungan hingga lahir, kemudian membesarkannya, begitu juga mengalir pahala yang besar untuk menjadi tabungan amal yang akan dihisab oleh Allah SWT di akhirat kelak.
Menjaga bayi dalam kandungan atau janin bukanlah hal yang tidak
mungkin. Karena keberadaan janin merupakan keajaiban tersendiri dari
Allah SWT. Janin, meskipun masih di dalam kandungan, dapat merespon
aktivitas yang dilakukan oleh ibunya. Karenanya, merawat bayi bahkan
termasuk mendidik bayi yang masih dalam kandungan ternyata dapat
dilakukan.
Pedoman Islam Bagi Bayi Dalam Kandungan
Merawat bayi mulai berada di perut hingga terlahir ke dunia adalah
salah satu tugas bagi orang tuanya. Yang bertanggung jawab atas bayi
bukan hanya ibu, ayah pun harus turun ikut serta merawat si bayi agar
tumbuh dengan baik. Untuk merawat bayi, tentunya ada cara-cara
tertentu untuk dilakukan oleh sepasang suami istri.
Merawat bayi sejak masih di janin adalah hal yang harus dilakukan,
sebab sang janin yang masih berada di dalam perut sudah dapat
merespons apa yang ada diluar. Selain merawat dari tubuh ibunya
seperti memberikan sang ibu nutrisi yang cukup, lingkungan sekitar
pun berpengaruh kepada janin.
Di dalam islam sendiri dianjurkan untuk para orang tua menjaga dan
merawat janin. Anjuran tersebut terdapat pada sunnah, ilmu
pengetahuan dari para guru besar islam dan bersumber dari ilmu kajian
kedokteran. Lantas bagaimana pedoman Islam untuk merawat bayi yang
masih di dalam kandungan?
1. Memberikan Gizi yang Cukup
Jika orang tua menginginkan keturunannya tumbuh sehat dianjurkan untuk merawat bayi dalam kandungan menurut Islam, salah satunya dengan memberikan nutrisi yang cukup untuk Ibu hamil, dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup dapat membantu pertumbuhan sel, otak, bagian tubuh janin, serta menghindarkan dari kecacatan dan keguguran pada janin.
2. Berikan Rizki yang Halal
Selama seorang ibu mengandung ada beberapa anjuran makanan yang harus dikonsumsi dan ada juga yang harus dihindari. Hal yang penting dikonsumsi selama kehamilan pertama adalah kehalalan makanannya. Seorang ibu harus mengetahui makanan yang dibeli dari sang ayah, apakah uang yang dipakai halal atau tidak.
Jika uang yang dipakai untuk membeli makanan kepada istri tidak
halal, maka akan berpengaruh kepada janin. Setiap makanan yang masuk
ke perut ibu hamil, maka makanan tersebut akan menjadi darah daging
di tubuh sang bayi dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kelak
ketika lahir.
Sebaliknya, jika sang ayah menafkahi ibu dan bayi yang ada di
dalam kandungan bayi dengan cara yang halal. Maka akan berdampak
bagus pada perkembangan janin hingga janin yang ada di kandungan sang
ibu akan memiliki jiwa yang bagus.
Bayi Dalam Kandungan, sumber : Mathabah.org
3. Giat Melakukan Ibadah
Selain memberikan nutisi yang cukup, memberikan nafkah yang halal,
ibu dan ayah dari calon bayi itu harus beribadah dengan baik. Sering
membaca Al-Qur’an dan melakukan hal kebajikan adalah salah satu
cara untuk perkembangan bayi. Di dalam solat, pastinya membaca
Al-Qur’an merupakan salah satu menambah perkembangan bayi menjadi
cerdas.
Selain solat dan membaca Al-Qur’an membuat perkembangan bayi bagus, salah satu otak bayi akan menjadi cerdas. Indra pendengaran bayi merupakan yang digunakan oleh janin. Jika orang tua menginginkan bayinya tumbuh menjadi seorang Hafidz dan Hafidzah langkah ini sangat bagus.
Mengajak janin berkomunikasi salah satu arah, sebab janin yang
berada di kandungan mendengar dan terkadang merespons dengan
tendangan-tendangan lembut ke perut ibunya. Air ketuban penghantar
suara yang bagus sehingga janin dapat mendengar suara detak jantung,
aliran darah atau udara, di usus.
Dan tentu janin bisa mendengar suara keras yang mengejutkannya.
Jadi, ibu, ayah dan keluarga dapat berkomunikasi secara lembut dengan
janin. Melindungi janin dari hal-hal yang membahayakan seperti
mendeteksi jika ada gangguan pada pertumbuhannya harus segera
diatasi.
Jika masih belum bisa membaca Al Quran dengan baik, bisa juga
dengan memperdengarkan murottal melalui alat seperti mp3 player.
Intinya, respon pendengaran dari janin ini harus dimanfaatkan agar
sejak masih janin, sang bayi memahami sunnatullahnya sebagai manusia
yaitu melakukan ibadah dan menjadi hamba Allah yang baik.
4. Menjauhkan Diri Dari Maksiat dan Keburukan
Jauhkan diri dari kemaksiatan. Karena akan menjaga bayi dalam
kandungan sekaligus mendidiknya. Meskipun sebenarnya bukan kita
sendiri yang melakukannya, namun bisa saja kita berada di tempat atau
lingkungan yang tidak selalu aman dan jauh dari maksiat. Begitu juga
jauhkan Ibu dan bayi dalam kandungan dari lingkungan yang tidak
sehat.
Beberapa contoh kondisi lingkungan yang tidak sehat seperti
lingkungan para perokok, lingkungan yang berada di tempat yang ribut
dan kondisi lingkungan lainnya yang tidak kondusif bagi Ibu hamil dan
janin. Upaya untuk menjaga diri ini, sedikit banyaknya akan memiliki
dampak positif bagi diri dan bayi hingga lahir dan besar nantinya.
Itu dia informasi terkait beberapa tips yang bisa dilakukan untuk
menjaga dan mendidik bayi dalam kandungan. Karena bayi adalah karunia
dari Allah SWT yang akan menghiasi hidup orang tua sekaligus juga
bisa menjadi jalan untuk mendapatkan pahala yang besar oleh karena
membesarkan dan mendidiknya dengan baik.
Memiliki karunia
terindah, melahirkan seorang bayi merupakan hal yang paling
dinantikan dengan penuh harapan dan usaha yang kuat bagi seorang ibu.
Begitulah Allah SWT menunjukkan arti hidup kepada manusia. Namun
tidak hanya sampai di situ, bayi yang baru lahir juga harus
mendapatkan perhatian penuh dari kedua orang tuanya.
Berbeda dengan
anak-anak yang relatif sudah bisa berekspresi, berbicara, bersikap,
bayi yang baru lahir hanya mampu menangis. Bayi yang baru saja
dilahirkan masih tidak memiliki kemampuan sebagaimana manusia yang
normal. Sehingga penting bagi setiap orang tua untuk memberikan
perhatian ekstra kepada bayinya.
Lantas apa yang perlu dilakukan? Tentu saja menggali informasi. Sebagai orang tua kita dituntut untuk belajar dan terus belajar demi memberikan yang terbaik bagi si kecil hingga di besar. Maka, khusus edisi kali ini, aqiqah purwokerto akan memberikan beberapa informasi yang perlu dipahami setiap orang tua tentang bayi yang baru lahir.
Informasi ini kami
kutip dari halaman dan artikel yang penulisnya adalah seorang dokter.
Dari beberapa artikel, kami meringkasnya menjadi satu bagian yang
mudah untuk dibaca. Namun tentu saja, segala informasi yang telah
kami rangkum ini tidak terlepas dari ketidak telitian dan ketidak
akuratan. Jadi, silahkan berkonsultasi lebih jauh kepada ahli dan
dokter yang ada di sekitar Anda.
Fakta Tentang Bayi
Yang Baru Lahir
Bagaimana menghadapi bayi yang baru lahir? Yang jelas, pasti berbeda dengan anak-anak, apalagi orang yang sudah dewasa. Sebagai orang tua, kita harus mengerti apa yang perlu kita lakukan kepada bayi kita. Sebelum itu, ada beberapa informasi tentang bayi saat baru saja dilahirkan sehingga bisa menjadi acuan saat melakukan perawatan kepada bayi.
1. Jam Tidur Bayi
Ternyata bayi tidur
selama 16 hingga 18 jam dalam sehari. Namun hal ini merupakan
akumulasi. Sebenarnya bayi tidur 1-2 jam kemudian bangun dan tidur
kembali, terus menerus demikian, sehingga dalam sehari saat
dijumlahkan bisa mencapai 18 jam. Jadi kepada orang tua, tidak perlu
panik, malah harus membiarkan bayi tetap memenuhi jam tidurnya.
Rentang waktu 1-2
jam ini juga harus dibersamai oleh sang ibu. Karena pada malam hari
bayi juga hanya tidur maksimal 2 jam, terbangun, kemudian tidur
kembali. Bagi orang tua, tentu mengikuti ritme ini agak sedikit
sulit, karena terbiasa tidur berjam-jam saat malam hari.
Menurut
dokter, terkait tidur bayi di malam hari ini diakali. Usahakan saat
siang hari bayi diajak berinteraksi sehingga lebih sering terjaga.
Jika bisa dilakukan, maka tidurnya di malam hari akan relatif lebih
panjang, tidak sebentar-bentar terjaga. Tetapi jangan memaksakan
apabila bayi kita tidak mau untuk tetap terjaga di siang hari. Orang
tua harus mengikuti ritme sang buah hati.
Bayi Yang Baru Lahir, sumber ig @peccopecopeko
2. Waktu Menyusui
Sumber makanan
terbaik bagi bayi yang baru lahir sampai beberapa bulan adalah air
susu ibu. Pada masa awal-awal ini, jangan sekalipun memberikan asupan
lain selain ASI. Bahkan hanya air putih saja tidak disarankan, cukup
ASI saja.
Hal ini dikarenakan
sistem pencernaan bayi yang masih baru. Belum tumbuh dan dapat
menyesuaikan dengan berbagai jenis makanan. Sang ibu perlu memahami,
bahwa pemberian ASI ini disarankan setiap 1-2 jam sekali. Usahakan
agar tidak kekurangan atau terlambat saat memberikan ASI, karena
aktivitas ini sebagaimana aktivitas makan pada orang dewasa.
3. Gumoh
Gumoh terlihat
seperti sebagaimana orang dewasa muntah. Pada bayi, gumoh terjadi
saat setelah menyusui, yaitu memuntahkan susu yang sudah masuk ke
dalam perut. Mengapa hal ini dapat terjadi?
Sebagaimana
diketahui, lambung dan usus kecil masih berukuran relatif kecil dan
kerjanya belum sebagaimana anak-anak atau orang dewasa. Sehingga saat
bayi meminum ASI, sangat berpotensi terjadi gumoh apabila
kekenyangan.
Maka, hindari
pemberian ASI yang berlebihan. Jika tidak mengerti cara memastikannya
jangan khawatir. Normalnya sang bayi sendiri yang memahami saat sudah
kenyang. Selanjutnya, untuk menghindari gumoh, setelah diberikan ASI,
posisikan bayi tegak dan pada kondisi perut yang tidak terjepit
hingga bayi bersendawa.
4. Pakaian Bayi
Bayi masih tidak
mampu mengatur suhu tubuhnya. Oleh karena pada bayi belum terdapat
lemak yang cukup untuk menjaga suhu tubuh agar tetap normal.
Karenanya, bayi biasanya dipakaikan pakaian yang dapat menjaga
kehangatan tubuhnya. Jadi, suhu normal untuk bayi adalah hangat.
Pakaian Bayi
Dalam beberapa
kondisi, bayi dibedong terutama saat setelah dimandikan. Apabila
masih kurang hangat, bisa ditambah dengan penutup kepala. Namun orang
tua juga harus mengerti dengan kondisi lingkungan. Bisa saja kondisi
lingkungan juga panas, sehingga pakaian bayi harus menyesuaikan.
5. Kondisi Kulit
Bayi
Kulit bayi yang baru
lahir sangat sensitif. Sehingga jauhkan bayi dari berbagai sentuhan
yang kasar dari benda atau dari sentuhan kita sendiri. Perhatikan
juga pakaian bayi, agar dipakaikan pakaian yang lembut yang tidak
menyebabkan goresan apalagi luka pada bayi.
Biasanya yang sering
terjadi adalah ruam popok. Ruam popok adalah lecet pada bagian
sekitar kelamin karena dipakaikan popok. Maka, sebisa mungkin
lindungi bayi Anda dari hal ini. Meskipun menggunakan popok dapat
memudahkan kita, namun kesehatan kulit bayi perlu diutamakan.
6. Pencernaan Bayi
Bayi yang baru lahir
sering langsung buang air saat setelah disusui. Hal ini tidak perlu
dicemaskan oleh karena normal terjadi. Berbeda dengan orang dewasa
yang hari memeriksakan diri jika terus menerus buang air, pada bayi
hal ini normal.
Kemudian perhatikan
warna feses bayi. Karena hanya sekedar mengkonsumsi ASI, maka warna
feses bayi biasanya berwarna hitam kehijauan. Jika warnanya berbeda,
dan perbedaannya mencolok, segera konsultasikan kepada bidan atau
dokter yang ada di sekitar Anda.
7. Tali Pusar
Tali pusar pada bayi
bagaikan bekas sisa operasi pada orang dewasa. Saat bayi baru lahir,
rawatlah tali pusarnya hingga terputus secara alami. Jika terjadi
pembengkakan atau keanehan, segera konsultasikan kepada dokter.
Karena dimungkinkan terjadi infeksi.
8. Cara Mengerti
Bayi
Bayi yang baru lahir
dapat mendengar suara, mencium aroma dan melihat. Namun semuanya
tentu saja masih terbatas, belum sebagaimana manusia normal. Saat
bayi mendengar suara, mencium aroma dan melihat sesuatu yang berbeda,
maka biasanya dia akan memberi tanggapan dengan tangisan. Yang paling
dikenal bayi adalah ibunya sendiri, karena bayi terbiasa mendengar,
mencium aroma dan melihat ibunya.
Semoga beberapa informasi ini bermanfaat. Lakukan penelitian lebih jauh tentang kebenarannya, semoga dapat membantu Anda. Simak ulasan menarik lainnya terkait nutrisi ibu hamil di halaman aqiqah purwokerto.
Pertumbuhan rambut bayi berbeda-beda sesuai dengan umur, jenis kelamin, hormon, kecukupan nutrisi, dan faktor genetik. Saat bayi berada di dalam kandungan pertumbuhan rambut janin dimulai sekitar usia 8-12 minggu masa kehamilan. Meskipun setelah lahir biasanya rambut bayi akan dipotong ketika menyelenggarakan aqiqah sesuai sunnah tetapi sebenarnya rambut bayi tetap akan gugur. Dibawah ini akan dijelaskan cara merawat rambut bayi agar lembut, tebal, dan hitam.
Awal Munculnya Rambut
Dr. Robert Soetandio, Sp, A . Adalah seorang dokter spesialis anak di RS Awal Bros Tangerang menjelaskan cara merawat rambut bayi agar para orang tua mengerti dalam merawat rambut bayi. Awal mulanya manusia memiliki rambut pada saat masih menjadi janin di rahim ibunya saat usia mulai 8-12 minggu di dalam rahim.
Rambut tumbuh di seluruh bagian tubuh kecuali bibir, telapak tangan, telapak kaki, dengan panjang dan ketebalan yang berbeda-beda sesuai umur, jenis kelamin, hormon, kecukupan nutrisi, dan faktor genetiknya. Rambut yang terbentuk dalam kandungan pada umumnya akan gugur dalam 6 bulan pertama.
Setelah rambut gugur, maka rambut permanen akan muncul mengikuti siklus pertumbuhan rambut secara alamiah akan tetapi akan gugur. Setelah gugur rambut akan tumbuh akan tetapi akan terlihat tipis. Setelah bayi berumur 1.5-2 tahun maka rambut bayi akan tumbuh secara permanen.
Terkadang rambut bayi yang gugur akan membentuk pola dan tumbuh di bagian tertentu, misalnya dibelakang kepala. Hal ini adalah sesuatu yang wajar jika terjadi pada bayi yang berumur 6 bulan. Jika bayi anda terjadi hal seperti ini maka perhatikan pada sisi mana bayi tidur, misalnya lebih ke kiri terus atau kanan.
Merawat Rambut Bayi
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk merawat rambut bayi salah satunya adalah waspadai rambut rontok, jika sang buah hati mengalami masalah seperti ini sebaiknya dikonsultasikan langsung dengan dokter yang lebih ahli. Penyebab rambut bayi rontok bisa saja dikarenakan infeksi kulit karena jamur atau hormon.
Beberapa bayi yang lahir memiliki rambut yang halus sehingga jika dilihat seperti gundul, rambut bayi akan tebal jika bayi mulai berusia satu tahun. Untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut bayi yang sehat sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit kepala bayi. Kulit kepala bayi dapat dibersihkan dengan sampo khusus bayi yang lembut.
Selain lembut, sampo bayi pun tidak membuat iritasi pada kulit kepala bayi. Rambut yang sehat tidak terlepas dari nutrisi yang lengkap dan pemberian ASI yang bagus dan cukup untuk si bayi, karena ASI adalah salah satu faktor tumbuh kembang si bayi. Dengan mencukupi nutrisinya dan merawat kulit kepalanya maka bayi akan memiliki rambut yang sehat.
Selanjutnya, waspadai kerak pada kulit kepala. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan bagi tumbuh kembang rambut bayi, keadaan kerak pada kulit kepala muncul dari lapisan atau serpihan berwarna kuning berminyak yang menempel pada kulit kepala bayi. Keadaan seperti ini baru diketahui para orang tua setelah kepala bayi digundul.
Cara mengatasi kerak pada kulit kepala bayi saat mandi bersihkan kulit kepala bayi dengan sampo khusus bayi dan memijatnya dengan gerakan memutar secara lembut, selama 2 sampai tiga menit sebelum dibilas dengan air. Terakhir adalah potong rambut bayi, sering dipotong atau tidaknya rambut bayi tidak mempengaruhi cepat atau lambatnya pertumbuhan rambut bayi.
Merawat rambut bayi membutuhkan ketelatenan. Sumber Unsplash
Bayi yang sudah lebih besar rambut boleh dicukur sesuai kebutuhan dan gunakan alat cukur yang bersih. Tujuan memotong rambut adalah untuk menjaga kebersihan. Demikianlah yang bisa dijabarkan mengenai merawat rambut bayi semoga bisa membantu untuk menjaga kulit dan rambut bayi agar sehat. Terima kasih.
Itulah ulasan mengenai cara merawat rambut bayi dari Padi Aqiqah, layanan jasa Aqiqah Purwokerto yang telah dipercaya masyarakat dalam menangani penyelenggaraan aqiqah secara profesional. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel kami lainnya. Terima kasih.