Bagi orang tua yang baru saja dikaruniai anak, maka melaksanakan aqiqah adalah salah satu ibadah yang dianjurkan. Tata cara melaksanakan aqiqah juga harus diperhatikan, agar pelaksanaan ibadah ini dapat diterima oleh Allah SWT. Karena hanya ibadah yang sesuai tuntunan saja yang dapat diterima oleh Allah SWT, sang penentu syariat.

Aqiqah adalah wujud rasa syukur atas karunia keturunan yang Allah SWT anugerahkan kepada kita. Rasa syukur ini diwujudkan dengan melaksanakan aqiqah sebagaimana tata cara yang telah ditentukan, yaitu sesuai sunnah Rasulullah SAW. Sebelum masa Rasulullah, aqiqah sudah dilaksanakan sesuai kepercayaan orang arab pada masanya. Untuk mensucikan kembali ibadah ini, Rasulullah SAW kemudian mencontohkan tata caranya kepada kita.

Saat ini pelaksanaan aqiqah dilaksanakan dengan berbagai cara. Dari semua cara yang dilakukan, sebenarnya ada beberapa tata pelaksanaan yang tetap harus ada sebagai ibadah yang sebenarnya. Sedangkan yang lainnya hanyalah tambahan yang menjadi teknis acara saja. Bagaimana tata cara melaksanakan aqiqah yang sesuai dengan sunnah?

Hukum Aqiqah

Pada artikel sebelumnya yang berjudul hukum dan informasi aqiqah yang ringkas, kami telah rangkum bahwa hukum melaksanakan aqiqah adalah sebagai berikut :

Para Ulama fikih mazhab Syafi’I dan pendapat Masyhur Mazhab Hanbali menyatakan bahwa Aqiqah hukumnya Sunnah Muakkadah (Sunnah yang sangat dianjurkan untuk melakukannya). (Nihayatul Muhtaj (8/137), Al-Majmu’ dan Imam An-Nawawi (8/435), Mathalib Ulin Nuha (2/488), Mughnil Muhtaz (4/293)).

Mereka berdalil dengan hadist Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa saalam : Dari Samurah bin Jundab dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan, diberi nama dan dicukur rambutnya”. (HR. Abu Dawud (2838), Tirmidzi (91552), Nasa’I (7166), Ibnu Majah (3165), Ahmad (5/7-8, 17-18, 22), dan Ad Darimi (2/81)).

Maka kami memahami, bahwa menurut hemat kami, aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad. Maknanya adalah sunnah yang dikuatkan. Kami juga memahami bisa saja terdapat perbedaan pendapat dalam permasalah ini, namun kami tetap mengambil pendapat ini sesuai pilihan kami.

Jika aqiqah hukumnya sunnah muakkad, maka saat berniat melaksanakannya tetap wajib untuk melakukannya sesuai dengan yang dicontohkan. Karena apabila tidak sesuai tuntunan, ibadah sunnah ini juga tidak sah dilaksanakan, atau dihukumi tidak bernilai ibadah sama sekali.

Mencukur Rambut Bayi, sumber : www.babatpost.com
Mencukur Rambut Bayi, sumber : www.babatpost.com

Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah

Jika melaksanakan aqiqah sesuai tuntunan perlu dilakukan agar menjadi ibadah yang bernilai pahala, maka Anda perlu mengetahui tata caranya. Berikut beberapa tata cara melaksanakan aqiqah yang praktis :

1. Memberikan Nama Anak

Bagi sebagian referensi, memberikan nama anak dijadikan tata cara yang kedua setelah menyembelih kambing. Hal ini sah-sah saja. Namun, saat menyembelih kambing, sebenarnya nama anak disebutkan didalam doanya. Sehingga kami mengambil pendapat bahwa mempersiapkan nama anak didahulukan dalam tata cara ini.

Meskipun begitu, saat pelaksanaan acara aqiqah atau pembagian masakan aqiqah kepada kerabat-lah nama anak kemudian diketahui oleh khalayak dan didoakan. Jadi, apabila sudah dipersiapkan sebelumnya, akan lebih mudah untuk melengkapi pelaksanaan ibadah aqiqah ini. Sehingga saat penyembelihan, nama anak sudah disebutkan dalam doa penyembelihan hewan.

2. Menyembelih Kambing

Hewan aqiqah yang paling dianjurkan adalah kambing. Baik jantan maupun betina. Hal ini berdasarkan hadits :

Dari Ummu Kurz ia berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda ‘Untuk seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan untuk anak perempuan adalah seekor kambing. Tidak mengapa bagi kalian apakah ia kambing jantan atau betina’.” (HR. Abu Dawud no. 2834-2835)

Sebagian referensi menyatakan terdapat beberapa hewan ternak lainnya yang juga dapat dijadikan hewan aqiqah. Namun kami mengambil pendapat bahwa hewan aqiqah adalah kambing dan yang sejenisnya seperti domba.

Doa saat menyembelih hewan aqiqah :

                    
                                                            ...
بِسْمِ اللهِ
، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ
وَلَكَ ، هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَن

Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan (Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu. Ini adalah aqiqoh fulaan).

3. Memasak Daging Kambing

Memasak daging aqiqah menjadi tata cara pelaksanaan aqiqah oleh karena jumhur Ulama sepakat bahwa daging hewan aqiqah dibagikan dalam keadaan telah dimasak. Berikut pendapatnya :

“Dianjurkan untuk tidak membagikan daging hewan aqiqah dalam keadaan mentah, akan tetapi dimasak terlebih dahulu kemudian diantarkan kepada orang fakir dengan nampan.” (Imam Al-Baghawi dalam kitab Atahzib)

Selain itu memang hal ini berlandaskan dalil :

Hadits Aisyah r.a: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

Jadi melalui Aisyah r.a. bahwa Nabi menganjurkan hewan aqiqah dibagikan dalam keadaan telah dimasak.

4. Mencukur Rambut Bayi

Biasanya aktivitas mencukur rambut bayi ini dilakukan dengan pemberian nama sekaligus. Namun intinya, baik mencukur rambut bayi dan memberikan nama dilakukan pada hari ketujuh. Sekaligus menyembelih hewan aqiqah. Hukum mencukur rambut bayi ini menurut kalangan Ulama hukumnya sunnah.

Hewan Aqiqah, sumber : www.tiredearth.com
Hewan Aqiqah, sumber : www.tiredearth.com

5. Memakan Sebagian Daging

Disebut memakan sebagian daging oleh karena dianjurkan untuk bersedekah juga dengan hewan aqiqah pada saat hari ketujuh yaitu pada saat pelaksanaan aqiqah. Hal ini berdasarkan,

Hadits Aisyah r.a: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

Jadi daging hewan aqiqah dimakan sebagian dan sebagian lagi dibagikan sebagaimana pembagian hewan qurban.

Itu dia tata cara pelaksanaan aqiqah. Semua hal yang terdapat pada tata cara ini bukan merupakan urutan, namun bisa juga diurutkan demikian. Inti pelaksanaan aqiqah adalah menyembelih hewan, memberi nama dan mencukur rambut sebagai kewajiban orang tua kepada anak yang baru lahir pada hari ketujuhnya.

Simak berbagai ulasan terkait aqiqah, kehamilan, ibu dan anak di halaman aqiqah purwokerto.

Open chat