Perbedaan antara aqiqah dan qurban masih menjadi persoalan yang membingungkan di masyarakat. Pantas saja karena secara dhohir, aqiqah dan qurban memiliki kesamaan yaitu menyembelih hewan (dalam hal ini baik berqurban maupun aqiqah boleh menggunakan hewan jantan maupun betina, namun untuk aqiqah hanya menggunakan kambing dan sejenisnya saja) serta sama-sama berhukum sunnah muakkad.

Aqiqah, menurut bahasa artinya memotong. Asal matanya aqqa- yauqqu- aqqan. Menurut para ulama, istilah memotong memiliki makna beragam. Yakni memotong atau menyembelih hewan dan memotong rambut bayi yang lahir. Menurut Abu Ubaid, aqiqah berarti rambut atau bulu yang ada di kepala bayi.

Menurut istilah, aqiqah bermakna pemotongan atau penyembelihan hewan dalam rangka tasyakuran kepada Allah SWT karena kelahiran anak (laki-laki maupun perempuan) disertai dengan pemotongan rambut bayi tersebut.

Baca juga : Syarat Kambing Aqiqah

Sedangkan asal kata qurban yaitu qariba- yaqrabu- qurbanan wa wirbanan (dikutip dari kamus Ibn Manzhur dan Munawir). Arti dari kata tersebut adalah dekat, maksudnya mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan mengerjakan perintah-Nya.

Selain itu, kata qurban juga berkaitan dengan kata udhiyyah bentuk jamak dari kata dhahiyyah yang berasal dari kata dhaha (waktu dhuha). Maknanya yaitu, sembelihan di waktu dhuha pada tanggal 10 sampai 13 bulan Dzulhijjah.

Sedangkan menurut istilah, qurban yaitu menyembelih hewan dengan tujuan beribadah kepada Allah pada Hari Raya Haji atau Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah dan tiga hari tasyriq setelahnya 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Perbedaan Aqiqah dan Qurban

Ilustrasi Perbedaan Aqiqah dan Qurban
Ilustrasi Perbedaan Aqiqah dan Qurban, Sumber : Ternakan Kambing

Di antara sekian banyak ibadah sunah yang dianjurkan untuk dilaksanakan, ada dua ibadah yang memiliki kesamaan, yaitu aqiqah dan qurban. Orang yang memiliki kemampuan atau mantap secara finansial bisa melakukan kedua ibadah sunah ini bila ingin menggapai pahala dan keberkahan yang besar dari Allah Ta’ala. Meski keduanya sama-sama sunah utama, akan tetapi ada beberapa perbedaan aqiqah dan qurban.

Meski jelas ibadah aqiqah dan qurban ini ketentuannya tidak sama. Sebagian orang masih merasa bingung membedakannya. Oleh karena itu, mari simak beberapa perbedaan aqiqah dan qurban yang wajib Anda ketahui.

1. Jenis Hewan

Saat hendak melakukan ibadah qurban, Anda tentu akan mencari hewan terbaik. Di antara beberapa jenis hewan, yang tergolong hewan qurban di antaranya adalah sapi, kambing, domba, kerbau, hingga unta. Selain itu, hewan qurban juga dibagikan dalam kondisi mentah.

Untuk aqiqah, jenis hewan yang digunakan hanya kambing saja.

Nah, kambing ini tidak Anda berikan dalam keadaan mentah, melainkan harus sudah diolah jadi sajian menggugah selera misalnya, sate atau gulai.

Bila Anda merasa repot dengan segala persiapan aqiqah bagi si kecil, Anda bisa mengontak jasa layanan aqiqah seperti Padi Aqiqah yang melayani aqiqah untuk wilayah Purwokerto dan sekitarnya. Jasa layanan aqiqah akan bekerja secara profesional dalam menyiapkan segala keperluan aqiqah buah hati Anda.

2. Jumlah Hewan

Kambing Aqiqah, sumber ig lensproducties
Kambing Aqiqah, Sumber : IG @lensproducties

Hewan qurban umumnya berjumlah satu ekor atau lebih, tergantung dari kemampuan masing-masing orang. Dalam ibadah yang dilakukan pada bulan Dzulhijjah ini, seseorang tidak diperbolehkan mengambil upah menyembelih hewan qurban.

Sementara aqiqah bayi ketentuannya adalah dua ekor untuk anak lelaki dan seekor bagi perempuan. Di prosesi aqiqah ini diperbolehkan mengambil upah menyembelih.

3. Pembagian Daging

Daging qurban boleh dibagikan sepertiganya untuk saudara atau kerabat, sepertiga bagian fakir miskin, sisanya barulah disantap sendiri. Artinya ada tiga kelompok yang berhak atas daging qurban tersebut. Ketentuan ini tercantum jelas dalam Alquran.

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (QS. Al-Hajj: 28).

Sementara untuk hewan sembelihan aqiqah, boleh dibagikan kepada siapa saja. Alangkah baiknya mendahulukan warga sekitar atau tetangga. Sebab pembagian daging aqiqah kepada orang-orang terdekat bisa memperkokoh tali silaturahmi. Para tetangga akan lebih mengenal Anda juga putra-putri Anda.

4. Tujuan Pelaksanaan

Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah
Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah, Sumber : Damainesia

Tujuan Anda melaksanakan ibadah qurban tentu ingin meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS atau sebagai peringatan atas pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang luar biasa. Sementara aqiqah itu berbeda. Tujuan digelarnya acara ini semata-mata adalah sebagai bentuk syukur kepada Allah Ta’ala atas karunia tidak ternilai yaitu buah hati terkasih.

Baca juga : Persiapan Aqiqah

5. Waktu Pelaksanaan

Ibadah qurban bisa dilaksanakan setiap tahun yaitu bulan Dzulhijjah, dengan catatan tidak memberatkan atau Anda merasa mampu untuk membeli hewan ternak. Lain halnya dengan aqiqah yang dilakukan sekali seumur hidup.

Paling pas pada tujuh hari setelah kelahiran buah hati. Tapi bila belum mampu, boleh pada hari ke-14 atau 21, dan jika masih juga tidak mampu di ketiga waktu tersebut, orang tua boleh meng-aqiqah buah hati kapan saja. Dianjurkan sebelum anak baligh. Jadi, jelas sudah bahwa ada perbedaan waktu antara keduanya.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa perbedaan aqiqah dan qurban yang wajib untuk Anda ketahui. Semoga Allah mudahkan kita melaksanakan kedua amalan ibadah sunnah tersebut dan tidak ada lagi salah paham mengenai perbedaan keduanya. Simak artikel bermanfaat lainnya seputar aqiqah di sini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Open chat