Manfaat Mengkonsumsi Daging Kambing yang Perlu Diketahui

Manfaat Mengkonsumsi Daging Kambing yang Perlu Diketahui

Kambing identik dengan pelaksanaan aqiqah. Saat melaksanakan Aqiqah tentu mengkonsumsinya karena termasuk sunnah. Sehingga mengetahui manfaat daging kambing jika dikonsumsi diperlukan. Menurut fiqih aqiqah dalam islam Kambing salah satu hewan yang paling dianjurkan. Setiap seorang bayi perempuan mengaqiqahkan satu ekor kambing dan seorang bayi laki-laki mengaqiqahkan dua ekor kambing. Berikut pedoman aqiqah dalam islam seputar hewan kambing :

1. Jenis Hewan Aqiqah

Setelah mengetahui jumlah hewan aqiqah untuk anak yang baru lahir, berikutnya mengetahui apa saja jenis hewan yang diperbolehkan untuk aqiqah. Hewan yang disembelih saat aqiqah bisa berupa kambing maupun domba, untuk jenis kelamin dari hewan tersebut tak dipermasalahkan baik jantan ataupun betina.

Pernyataan sama juga diungkapkan oleh Aisyah R.A yang berkata “Nabi SAW memerintahkan mereka agar disembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua domba yang sepadan dan dari anak perempuan satu ekor.” (Shahih riwayat At Tirmidzi).

Masih ada beberapa ketentuan lainnya yang perlu diketahui untuk syarat hewan untuk aqiqah. Ada beberapa poin yang harus dipenuhi saat memilih hewan untuk aqiqah si kecil. Hal ini tak sesulit yang dipikirkan. Untuk mengetahui lebih lanjut, maka tetap mengikuti penjelasan artikel ini hingga selesai dan tuntas.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

2. Syarat Hewan Untuk Aqiqah Si Kecil

Mengenai syarat hewan aqiqah untuk bayi yang baru lahir, jenis hewan yang diperlukan untuk aqiqah berasal dari mamalia kecil seperti kambing dan domba. Untuk kategori kelamin kambing abik jantang maupun betina sama saja tidak menjadi masalah. Umur hewan untuk aqiqah sama dengan ketentuan hewan qurban, dengan domba maupun biri-biri cukup satu tahun.

Manfaat Daging Kambing

Jika Anda akan melaksanakan aqiqah bagi sang buah hati, jasa aqiqah Purwokerto akan membantu mengurus perihal hewan aqiqah Anda. Namun tidak ada salahnya untuk mengetahui manfaat yang terdapat jika mengkonsumsi daging kambing bagi kesehatan tubuh.

Menurut situs pengawas makanan Amerika, USDA, setiap 100 gram daging kambing mengandung 27 gram protein, 143 kkal kalori, lemak cukup rendah sebesar 3 gram, namun kandungan kolesterolnya tinggi, yaitu sebesar 75 mg.

Kambing Aqiqah, sumber : FIF Group
Kambing Aqiqah, sumber : FIF Group

Selain itu, seperti halnya daging sapi, daging kambing mengandung zat besi, vitamin B12, fosfor dan selenium. Setelah mengetahui kandungan nutrisi dalam daging kambing, berikut beberapa manfaat daging kambing.

  1. Sumber energi yang besar untuk aktivitas sehari-hari
  2. Pembentukan otot, kandungan protein di dalamnya sangat penting untuk pembentukan otot dan pertumbuhannya.
  3. Mencegah anemia, hal ini disebabkan karena daging kambing mengandung zat besi yang besar.
  4. Meningkatkan kekebalan tubuh, kandungan zat besinya yang tinggi, mencapai 100 gram memenuhi 26% kebutuhan zat besi harian, yang bermanfaat meningkatkan sistem imun tubuh.
  5. Antioksidan, kandungan seleniumnya yang besar, 38 mg atau 54% kebutuhan harian tubuh merupakan antioksidan.
  6. Menjaga kesehatan mata, kandungan vitamun B2 atau riboflavin sebesar 0.3 mg atau 18% dari kebutuhan harian penting untuk menjaga kesehatan mata.
  7. Menjaga sistem saraf, kandungan vitamin B12 yang cukup tinggi baik untuk menjaga sistem saraf Anda.
  8. Kesehatan tulang, kandungan phosphorus yang besar, 272 mg atau 27% dari kebutuhan harian bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang.

Nilai Gizi Daging Kambing

Karena merupakan sunnah aqiqah, maka hewan kambing lebih menjadi anjuran untuk menjadi hewan aqiqah. Namun menarik untuk diketahui kandungan gizi yang terdapat pada kambing. Agar dapat memahami manfaat serta waspada apabila terdapat hal yang negatif bagi tubuh kita.

1. Lemak dan Kalori

Ketika bicara tentang lemak, daging kambing jauh lebih “bersih” dibanding daging lainnya. Daging ini juga punya kalori yang jauh lebih rendah. Daging merah seperti daging sapi ternyata memiliki lebih banyak lemak jenuh yang berpotensi menyebabkan kolesterol dibanding daging kambing.

Mengutip Live Strong, setiap tiga ons daging kambing mengandung 122 kalori, sedangkan daging sapi 179 dan daging ayam 162 kalori. Untuk urusan lemak, per tiga ons daging kambing memiliki total lemak 2,6 gram, sedangkan daging sapi 7,9 gram dan daging ayam 6,3 gram.

2. Lemak Jenuh

Harvard School of Public Health merekomendasikan untuk menghindari daging merah karena kandungan lemak jenuh yang tinggi dan bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Namun kenyataannya, daging kambing memiliki 0,79 gram lemak jenuh per sajian. Jumlah ini lebih ringan dibanding dengan daging sapi (3,0 gram) dan daging ayam (1,7 gram).

3. Zat Besi

Daging kambing memiliki zat besi yang lebih tinggi dibanding daging ayam. Zat besi adalah nutrisi penting untuk manusia, khususnya wanita. Kekurangan cadangan zat besi diketahui bisa menyebabkan orang mengalami anemia.

Menu Masakan Kambing, sumber ig : bbq_im_spless
Menu Masakan Kambing, sumber ig : @bbq_im_spless

4. Protein

Daging ini juga tinggi kandungan proteinnya. Nilai protein daging kambing adalah 23 gram per porsi. Nilai ini tak jauh berbeda dengan nilai protein daging ayam dan sapi yaitu 25 gram per porsi. Protein dengan kadar tertentu berguna untuk menjaga kesehatan ibu hamil. Selain itu dapat membantu pertumbuhan janin.

5. Vitamin

Daging kambing memiliki banyak vitamin, salah satunya vitamin B yang dikenal bisa membantu pembakaran lemak. Selain itu, ada juga kandungan vitamin B12 yang dikenal bisa membuat kulit jadi lebih sehat.

6. Kolesterol

Dengan nilai gizi daging kambing yang lebih tinggi, nilai kolesterol daging kambing yang biasa dimakan saat Idul Adha ini ternyata cenderung rendah. Kolesterol kambing per 3 ons adalah sekitar 63,8 miligram Sedangkan daging ayam mengandung 76 miligram per tiga ons.

Hanya saja, di samping aneka manfaat daging kambing, Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsinya, jangan berlebihan. Sebab, kolesterol yang terkandung di dalamnya termasuk tinggi.

Semoga ulasan ini bermanfaat untuk Anda. Simak berbagai informasi aqiqah lainnya di halaman padiaqiqah.com.

Informasi Menu Aqiqah, Sate Klathak Khas Jogja

Informasi Menu Aqiqah, Sate Klathak Khas Jogja

Sate Klathak bisa menjadi salah satu pilihan untuk menu Aqiqah. Sajian khas dari Jogja ini juga sudah menjadi pilihan menu dari Jasa Aqiqah Purwokerto dan berbagai jasa aqiqah lainnya karena rasanya yang nikmat. Bagaimana sebenarnya kenikmatan sajian ini?

Sate klathak merupakan cita rasa khas Jogjakarta yang tidak boleh dilewatkan. Bagi Anda yang berkesempatan berkunjung ke Jogjakarta, cobalah cicipi sajian khas yang satu ini. Mengenai sejarahnya, sebenarnya tidak begitu banyak cerita di dalamnya.

Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah

Sebelum membahas informasi menarik terkait menu Sate Klathak yang bisa menjadi pilihan untuk menu Aqiqah, perlu diketahui tentang beberapa hal terkait pelaksanaan acara aqiqah. Karena salah satunya adalah memasak daging hewan yang disembelih dan menikmati sebagiannya. Sehingga penting untuk menentukan menu masakan daging aqiqah yang tepat.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

1. Memberikan Nama Anak

Bagi sebagian referensi, memberikan nama anak dijadikan tata cara yang kedua setelah menyembelih kambing. Hal ini sah-sah saja. Namun, saat menyembelih kambing, sebenarnya nama anak disebutkan didalam doanya. Sehingga kami mengambil pendapat bahwa mempersiapkan nama anak didahulukan dalam tata cara ini.

Meskipun begitu, saat pelaksanaan acara aqiqah atau pembagian masakan aqiqah kepada kerabat-lah nama anak kemudian diketahui oleh khalayak dan didoakan. Jadi, apabila sudah dipersiapkan sebelumnya, akan lebih mudah untuk melengkapi pelaksanaan ibadah aqiqah ini. Sehingga saat penyembelihan, nama anak sudah disebutkan dalam doa penyembelihan hewan.

2. Menyembelih Kambing

Hewan aqiqah yang paling dianjurkan adalah kambing. Baik jantan maupun betina. Hal ini berdasarkan hadits :

Dari Ummu Kurz ia berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda ‘Untuk seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan untuk anak perempuan adalah seekor kambing. Tidak mengapa bagi kalian apakah ia kambing jantan atau betina’.” (HR. Abu Dawud no. 2834-2835)

Sebagian referensi menyatakan terdapat beberapa hewan ternak lainnya yang juga dapat dijadikan hewan aqiqah. Namun kami mengambil pendapat bahwa hewan aqiqah adalah kambing dan yang sejenisnya seperti domba.

Doa saat menyembelih hewan aqiqah :

… بِسْمِ اللهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ ، هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَن

Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan (Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu. Ini adalah aqiqoh fulaan).

3. Memasak Daging Kambing

Memasak daging aqiqah menjadi tata cara pelaksanaan aqiqah oleh karena jumhur Ulama sepakat bahwa daging hewan aqiqah dibagikan dalam keadaan telah dimasak. Berikut pendapatnya :

“Dianjurkan untuk tidak membagikan daging hewan aqiqah dalam keadaan mentah, akan tetapi dimasak terlebih dahulu kemudian diantarkan kepada orang fakir dengan nampan.” (Imam Al-Baghawi dalam kitab Atahzib)

Selain itu memang hal ini berlandaskan dalil :

Hadits Aisyah r.a: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

Jadi melalui Aisyah r.a. bahwa Nabi menganjurkan hewan aqiqah dibagikan dalam keadaan telah dimasak.

4. Mencukur Rambut Bayi

Biasanya aktivitas mencukur rambut bayi ini dilakukan dengan pemberian nama sekaligus. Namun intinya, baik mencukur rambut bayi dan memberikan nama dilakukan pada hari ketujuh. Sekaligus menyembelih hewan aqiqah. Hukum mencukur rambut bayi ini menurut kalangan Ulama hukumnya sunnah.

Sejarah Sate Klathak

Berasal dari sebuah kampung di daerah selatan Jogjakarta yaitu Kampung Jejeran, yang mayoritas penduduknya merupakan peternak kambing, seseorang bernama Mbah Ambyah membuat sebuah kuliner yang tidak biasa pada masanya waktu itu sekitar tahun 40-an, dimana biasanya sajian sate di Jogjakarta menggunakan daging ayam.

Sate ini dijajakan di sekitar pasar jejeran di bawah pohon melinjo mulai dari sore menjelang malam hingga tengah malam. Begitulah hingga saat ini usaha tersebut diteruskan oleh anaknya dan keberadaan warung sate klathak pun menyebar di seluruh Jogjakarta.

Sate Klathak, sumber : DUNIA KITA
Sate Klathak, sumber : DUNIA KITA

Sajian Sate Klathak

Untuk Anda yang belum menikmati sate klathak, sate ini menyajikan daging kambing yang tidak begitu berbumbu karena hanya sekedar diberi garam ditusuk dengan jeruji besi dan dipanggang di atas arang. Meskipun terlihat sederhana, ternyata cita rasanya khas karena biasanya sajian seperti ini cenderung lebih berbumbu dan berat untuk dicerna.

Tentang nama klathak sendiri, daging sate yang diberi garam ternyata akan berbunyi kemretek saat dipanggang di atas arang sehingga akhirnya menjadi ciri khas dan diberi nama sesuai dengan ciri khasnya yaitu sate klathak. Selain itu, jeruji besi yang merambatkan panas arang ke dalam daging bisa menjadikan dagingnya lebih empuk merata. Karena salah satu kesulitan memasak daging kambing adalah membuatnya menjadi empuk.

Selain daging kambing, sajian sate klathak ini biasanya dinikmati bersama kuah yang merupak kaldu dari lemak kambing yang dimasak dan sate klathak ini disantap bersama nasi bukan ketupat atau lontong. Sajian sate klathak sangat cocok bagi Anda yang bergenre karnivor dalam urusan kuliner. Namun begitu terdapat penyeimbang berupa potongan timun, tomat dan kubis yang juga disajikan bersama sate klathak.

Itu dia informasi seputar menu sajian aqiqah, Sate Klathak yang merupakan kuliner khas Jogja. Semoga informasi ini bisa memberikan inspirasi bagi Anda. Simak berbagai informasi seputar pelaksanann aqiqah, Ibu hamil, Bayi dan informasi lainnya di halaman ini. Jika terdapat pertanyaan, kritik dan saran, silahkan berikan di kolom komentar yang tersedia.