Aqiqah adalah kewajiban bagi setiap orang tua kepada anaknya yang baru lahir. Maka bagi para orang tua, meskipun baru, perlu memahami berbagai informasi terkait aqiqah ini. Agar pelaksanaan aqiqah dapat dijalankan sebaik mungkin dan semuanya berjalan sesuai ajaran Islam. Sehingga hak anak yang baru lahir dapat terpenuhi.
Memang diantara
masyarakat sudah ada para Ustadz atau Imam yang bisa membantu para
orang tua yang belum berpengalaman untuk melaksanakan acara ini.
Tetapi tidak ada salahnya, sebagai orang tua, kita memahami segala
hal yang terkait dengan hak anak-anak kita, salah satunya adalah
melaksanakan aqiqah.
Aqiqah ini merupakan ajaran Islam. Melakasanakan aqiqah sesuai As Sunnah sebenarnya merupakan pelaksanaan ibadah kepada Allah SWT. Maka, pedoman terhadap pelaksanaan ibadah ini tidak boleh tidak, harus bersandar kepada fiqih Islam. Untuk membantu memberikan pemahaman ini kepada para orang tua, berikut kami ringkas beberapa informasi terkait aqiqah.
Definisi Aqiqah
Aqiqah adalah
penyembelihan hewan yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada
Allah SWT terhadap karunia anak yang telah diamanahkan kepada kita.
Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Imam Ahmad dan jumhur ulama bahwa
dari segi syar’i, maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna
berkurban atau menyembelih (An-Nasikah).
Imam Jauhari
berkata, Aqiqah ialah “Menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan
mencukur rambutnya”. Ibnu Qayyim rahimahullah berkata “Dari
penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian karena
mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama”.
Demikian makna
aqiqah yang bisa kami ringkas.
Hewan Aqiqah, sumber : www.tiredearth.com
Hukum Aqiqah
Karena merupakan
ibadah, maka pelaksanaan aqiqah ini memiliki landasan hukumnya. Hukum
melaksanakan aqiqah adalah sebagai berikut :
Para Ulama fikih
mazhab Syafi’I dan pendapat Masyhur Mazhab Hanbali menyatakan bahwa
Aqiqah hukumnya Sunnah Muakkadah (Sunnah yang sangat dianjurkan untuk
melakukannya). (Nihayatul Muhtaj, (8/137), Al-Majmu’ dan Imam
An-Nawawi (8/435), Mathalib Ulin Nuha (2/488), Mughnil Muhtaz
(4/293)).
Mereka berdalil
dengan hadist Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa saalam : Dari
Samurah bin Jundab dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Semua
anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya
disembelih hewan, diberi nama dan dicukur rambutnya”. (HR. Abu
Dawud (2838), Tirmidzi (91552), Nasa’I (7166), Ibnu Majah (3165),
Ahmad (5/7-8, 17-18, 22), dan Ad Darimi (2/81)).
Maka kami memahami,
bahwa menurut hemat kami, aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad.
Maknanya adalah sunnah yang dikuatkan. Kami juga memahami bisa saja
terdapat perbedaan pendapat dalam permasalah ini, namun kami tetap
mengambil pendapat ini sesuai pilihan kami.
Hewan Aqiqah
Penyembelihan Hewan, sumber : Daily Express
Kebanyakan dari Umat
Muslim memahami bahwa hewan aqiqah adalah kambing. Jika lahir bayi
laki-laki, maka aqiqahnya adalah menyembelih 2 ekor kambing.
Sedangkan jika lahir bayi perempuan maka aqiqahnya adalah menyembelih
1 ekor kambing. Nah, bagaimana pembahasan yang sebenarnya? Berikut
kami ringkas.
Dalil hewan aqiqah
Dari Ummu Kurz ia berkata: Aku mendengar Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Untuk seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan untuk anak perempuan adalah seekor kambing. Tidak mengapa bagi kalian apakah ia kambing jantan atau betina”.
Dari Ibnu ’Abbas: Bahwasannya Rasulullah shallallaahu meng- ’aqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain masing-masing dengan seekor kambing”.
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah. Kecuali jika terasa sulit bagi kalian, maka sembelihlah jadza’ah dari domba.” (HR. Muslim no. 1963).
Dari dalil-dalil
ini, kami memahami bahwa, hewan aqiqah adalah kambing atau hewan yang
sejenis seperti domba. Bagi bayi laki-laki 2 ekor, sedangkan bagi
bayi perempuan 1 ekor. Dibolehkan aqiqah 1 ekor kambing saja bagi
bayi laki-laki.
Hewan aqiqah sebaiknya kambing musinnah (yang sudah tumbuh giginya), yaitu berusia minimal 2 tahun. Jika tidak memungkinkan boleh hewan kambing yang berusia 6 bulan hingga satu tahun (jadza’ah).
Terdapat pendapat
lainnya yang membolehkan hewan seperti Sapi, Kerbau dan Unta. Namun
kami tidak mengambil demikian sesuai pilihan kami. Jika para pembaca
menemukan dalil yang membolehkan untuk hewan lainnya sebagai aqiqah,
semua kembali kepada pilihan masing-masing.
Kriteria Kambing
Aqiqah
Menurut pendapat sebagian ulama’, dalam kesempatan ini belum bisa kami sertakan, ada syarat terkait kambing yang akan menjadi hewan aqiqah. Maksudnya adalah, saat memilih kambing aqiqah, sebaiknya perhatikan bagaimana kondisi kambing yang akan dipilih.
Untuk membantu Anda, kami melihat terdapat kriteria lainnya selain umur dan jenis kelamin kambing. Kriteria tersebut terbagi menjadi kriteria utama dan kriteria kesehatan kambing aqiqah.
Kriteria utama kambing aqiqah adalah :
Fisiknya sempurna
Gemuk dan lemaknya banyak
Sudah cukup usia
Sedangkan kriteria
kesehatan kambing aqiqah adalah tidak memiliki cacat dan tidak kurus.
Pelaksanaan Aqiqah, sumber : www.pinterest.com
Pelaksanaan Aqiqah
Saat ini acara aqiqah sering dilaksanakan bak acara pesta atau kenduri sunatan dengan melibatkan jasa aqiqah. Namun, bagaimanapun pelaksanaannya, sebenarnya aqiqah hanya terdiri dari dua, yaitu penyembelihan hewan dan mencukur rambut bayi. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh dalil,
Imam Jauhari berkata, Aqiqah ialah “Menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya”. Ibnu Qayyim rahimahullah berkata “Dari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian karena mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama”.
Jadi yang paling penting adalah penyembelihan hewan pada hari ketujuh dan mencukur rambut bayi. Mengenai teknis dengan perayaan atau pesta, doa bersama, makan bersama, maka hal ini dikembalikan kepada orang tua. Bagi kami selama tidak melanggar syariat, maka dibolehkan. Demikian informasi terkait aqiqah, semoga bermanfaat.
Mencari jasa aqiqah di internet bisa memberikan manfaat tersendiri. Karena akses internet saat ini mudah dilakukan kapan saja dan relatif di banyak tempat. Apalagi saat ini handphone sudah menjadi alat yang lebih praktis daripadi personal komputer untuk mengakses informasi yang terdapat di dunia maya.
Jasa Aqiqah sendiri telah lama merambah ke marketing digital. Perusahan jasa SEO Jogja banyak menangani marketing atau sekedar pembuatan website yang berisi informasi jasa aqiqah yang dapat menjadi potensi lebih untuk mendatangkan pelanggan. Namun aktivitas pemasaran jasa aqiqah melalui website ini tentu saja ada kelebihan dan kekurangannya.
Untuk menghindari
berbagai hal yang tidak diinginkan, serta memahami bagaimana cara
mencari jasa aqiqah melalui internet, berikut kami sediakan beberapa
informasi terkait jasa aqiqah di internet dan cara mencarinya.
Jasa Aqiqah di
Internet
Sebagaimana bisnis-bisnis lainnya mulai dari pariwisata hingga sewa elf jakarta, jasa aqiqah juga perlu merambah ke dunia digital marketing melalui internet. Karena dunia marketing memang terus berkembang. Sehingga pemilik bisnis sampai pada tahap tertentu memang perlu merambah ke internet untuk memasarkan produknya.
Disadur dari web seo
anak sholeh, kelebihan marketing digital diantaranya :
1. Fleksibilitas
Marketing digital
lebih otomatis karena bisa dilakukan kapan saja. Selama pengguna
internet masih online, seluruh media, iklan, email bisa diakses dan
terlihat oleh mereka. Tanpa harus dibatasi oleh waktu dan tempat.
2. Efisiensi Biaya
Biaya operasional
marketing digital lebih ekonomis dibandingkan dengan marketing
konvensional. Misalnya marketing digital harus menggunakan alat
promosi yang bisa habis masa pakai sedangkan marketing digital tidak
demikian.
Namun hal ini
relatif. Banyak pelaku yang ingin jalan pintas sehingga meskipun
menggunakan marketing digital, mereka harus membayar mahal jalan
pintas tersebut. Tetapi juga tersedia banyak cara penjualan digital
yang tidak perlu mengeluarkan biaya.
3. Jangkuan Luas
Di dunia nyata, interaksi manusia terbatasi oleh ruang dan waktu. Berbeda dengan transaksi online. Transaksi online relatif bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Ini merupakan perbedaan yang signifikan dengan cara penjualan konvensional. Apalagi, saat ini banyak provider internet handal di daerah.
4. Lebih Praktis
Marketing digital,
lebih mudah dipraktikkan siapa saja karena skill yang dibutuhkan juga
mencakup penggunaan alat digital. Terkadang, sekedar mampu
memanfaatkan alat-alat sudah memberikan hasil tanpa harus memahami
prinsip-prinsip marketing.
Namun akan lebih
baik lagi apabila kemampuan menggunakan alat-alat digital dibarengi
dengan pemahaman tentang prinsip dasar marketing. Karena pasti
sedikit banyak akan berdampak pada persaingan dalam penjualan.
5. Persaingan Ketat
Antar Usaha
Kebanyakan
usaha-usaha baru atau usaha kecil segera tereliminasi oleh karena
usaha yang besar telah mampu menguasai pasar secara umum. Namun,
tidak begitu dalam dunia digital. Pelanggan yang nota bene pengguna
internet cenderung merdeka karena bisa berasal dari berbagai lokasi
dan waktu.
Kambing Aqiqah, sumber ig @lensproducties
Lihat saja bagaimana
lokasi yang strategis menjadi salah satu faktor yang dapat
meningkatkan penjualan pada marketing konvensional. Lokasi strategis
ini kebanyakan membutuhkan biaya mahal sehingga usaha besar-lah yang
akan menguasainya.
Sedangkan arena
persaingan digital adalah dunia online yang cenderung tidak bisa
dibedakan arena persaingannya. Semuanya, baik usaha besar dan kecil
atau baru akan bersaing secara sehat.
Mencari Jasa Aqiqah
di Internet
Dari uraian
kelebihan marketing digital, terlihat bahwa bisnis apapun akan lebih
berpotensi memiliki keuntungan yang besar apabila merambah ke pasar
online. Maka wajar saja jika banyak usaha aqiqah yang membuat website
untuk memasarkan produknya. Pemasaran online bagi layanan aqiqah
dapat mempermudah para marketing bisnis layanan ini.
Dari segi pemasaran,
terdapat mekanisme layanan yang membutuhkan waktu lama untuk
dijelaskan kepada konsumen. Apabila jasa aqiqah memiliki website,
maka dapat langsung memberikan informasi di websitenya yang dapat
diakses oleh konsumen kapan saja.
Selain itu,
persaingan bisnis layanan aqiqah menuntut pihak penyedia jasa layanan
aqiqah membuat inovasi pada layanannya. Semua bentuk inovasi dalam
pelayanan jasa aqiqah ini dapat ditampilkan melalui dokumentasi dan
akan mudah dilihat calon kosumen melalui website sehingga
memungkinkan mereka untuk tertarik.
Menu Aqiqah, sumber ig @klikaqiqahbandung.official
Beberapa inovasi layanan jasa aqiqah yang sering tampak adalah dari segi menu makanan, berbagai kegiatan pesta aqiqah, kegiatan sembelih aqiqah dan lain-lain. Di samping itu, dengan memiliki website, pihak jasa aqiqah dapat memberikan materi pedoman aqiqah atau berbagai tips ibu hamil dan perawatan anak melalui artikel yang dapat di post di website.
Untuk mencari jasa
aqiqah di internet, yang pertama tentukan terlebih dahulu apa
kebutuhan Anda. Misalnya mulai dari jenis kelamin anak. Karena bagi
jenis kelamin laki-laki diperlukan 2 ekor kambing sedangkan bagi
perempuan 1 ekor kambing. Selanjutnya adalah menu makanan yang cocok
dan jumlah porsi yang harus dibuat dari kebutuhan yang ada.
Setelah
mengidentifikasi seluruh kebutuhan, selanjutnya adalah mencari
informasi tentang jasa aqiqah. Anda dapat mencari informasi terkait
alamat, layanan dan berbagai hal yang memastikan bahwa jasa aqiqah
yang ada jelas. Informasi website yang bisa dipastikan keberadaannya,
maka informasi tersebut valid.
Selanjutnya adalah mekanisme pemesanan dan patokan harga. Terdapat jasa aqiqah yang bisa menjemput pemesanan. Sehingga pihak layanan aqiqah akan mendatangi rumah konsumen. Namun ada juga yang memerlukan kedatangan konsumen ke kantor layanan secara langsung. Kemudian adalah harga. Banyak jasa aqiqah Purwokerto yang menyediakan layanan berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Itu dia beberapa informasi terkait mencari jasa aqiqah di Internet. Semoga informasi ini dapat memberikan gambaran dan manfaat untuk Anda. Simak berbagai informasi lainnya terkait pedoman dan layanan aqiqah di halaman padiaqiqah.com. Apabila terdapat pertanyaan, saran dan kritik, berikan di kolom komentar yang tersedia.
Pertumbuhan rambut bayi berbeda-beda sesuai dengan umur, jenis kelamin, hormon, kecukupan nutrisi, dan faktor genetik. Saat bayi berada di dalam kandungan pertumbuhan rambut janin dimulai sekitar usia 8-12 minggu masa kehamilan. Meskipun setelah lahir biasanya rambut bayi akan dipotong ketika menyelenggarakan aqiqah sesuai sunnah tetapi sebenarnya rambut bayi tetap akan gugur. Dibawah ini akan dijelaskan cara merawat rambut bayi agar lembut, tebal, dan hitam.
Awal Munculnya Rambut
Dr. Robert Soetandio, Sp, A . Adalah seorang dokter spesialis anak di RS Awal Bros Tangerang menjelaskan cara merawat rambut bayi agar para orang tua mengerti dalam merawat rambut bayi. Awal mulanya manusia memiliki rambut pada saat masih menjadi janin di rahim ibunya saat usia mulai 8-12 minggu di dalam rahim.
Rambut tumbuh di seluruh bagian tubuh kecuali bibir, telapak tangan, telapak kaki, dengan panjang dan ketebalan yang berbeda-beda sesuai umur, jenis kelamin, hormon, kecukupan nutrisi, dan faktor genetiknya. Rambut yang terbentuk dalam kandungan pada umumnya akan gugur dalam 6 bulan pertama.
Setelah rambut gugur, maka rambut permanen akan muncul mengikuti siklus pertumbuhan rambut secara alamiah akan tetapi akan gugur. Setelah gugur rambut akan tumbuh akan tetapi akan terlihat tipis. Setelah bayi berumur 1.5-2 tahun maka rambut bayi akan tumbuh secara permanen.
Terkadang rambut bayi yang gugur akan membentuk pola dan tumbuh di bagian tertentu, misalnya dibelakang kepala. Hal ini adalah sesuatu yang wajar jika terjadi pada bayi yang berumur 6 bulan. Jika bayi anda terjadi hal seperti ini maka perhatikan pada sisi mana bayi tidur, misalnya lebih ke kiri terus atau kanan.
Merawat Rambut Bayi
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk merawat rambut bayi salah satunya adalah waspadai rambut rontok, jika sang buah hati mengalami masalah seperti ini sebaiknya dikonsultasikan langsung dengan dokter yang lebih ahli. Penyebab rambut bayi rontok bisa saja dikarenakan infeksi kulit karena jamur atau hormon.
Beberapa bayi yang lahir memiliki rambut yang halus sehingga jika dilihat seperti gundul, rambut bayi akan tebal jika bayi mulai berusia satu tahun. Untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut bayi yang sehat sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit kepala bayi. Kulit kepala bayi dapat dibersihkan dengan sampo khusus bayi yang lembut.
Selain lembut, sampo bayi pun tidak membuat iritasi pada kulit kepala bayi. Rambut yang sehat tidak terlepas dari nutrisi yang lengkap dan pemberian ASI yang bagus dan cukup untuk si bayi, karena ASI adalah salah satu faktor tumbuh kembang si bayi. Dengan mencukupi nutrisinya dan merawat kulit kepalanya maka bayi akan memiliki rambut yang sehat.
Selanjutnya, waspadai kerak pada kulit kepala. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan bagi tumbuh kembang rambut bayi, keadaan kerak pada kulit kepala muncul dari lapisan atau serpihan berwarna kuning berminyak yang menempel pada kulit kepala bayi. Keadaan seperti ini baru diketahui para orang tua setelah kepala bayi digundul.
Cara mengatasi kerak pada kulit kepala bayi saat mandi bersihkan kulit kepala bayi dengan sampo khusus bayi dan memijatnya dengan gerakan memutar secara lembut, selama 2 sampai tiga menit sebelum dibilas dengan air. Terakhir adalah potong rambut bayi, sering dipotong atau tidaknya rambut bayi tidak mempengaruhi cepat atau lambatnya pertumbuhan rambut bayi.
Merawat rambut bayi membutuhkan ketelatenan. Sumber Unsplash
Bayi yang sudah lebih besar rambut boleh dicukur sesuai kebutuhan dan gunakan alat cukur yang bersih. Tujuan memotong rambut adalah untuk menjaga kebersihan. Demikianlah yang bisa dijabarkan mengenai merawat rambut bayi semoga bisa membantu untuk menjaga kulit dan rambut bayi agar sehat. Terima kasih.
Itulah ulasan mengenai cara merawat rambut bayi dari Padi Aqiqah, layanan jasa Aqiqah Purwokerto yang telah dipercaya masyarakat dalam menangani penyelenggaraan aqiqah secara profesional. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel kami lainnya. Terima kasih.
Aqiqah menurut bahasa adalah memutus, memotong, atau melubangi. Sedangkan menurut istilah bermakna menyembelih kambing untuk anat yang baru lahir dengan kemauan mengharap ridho Allah SWT. selain mengharap ridlonya, aqiqah bertujuan untuk mengucapkan syukur kepadanya. Dibawah ini akan dijelaskan mengenai aqiqah sesuai sunnah dan waktu pelaksanaannya.
Waktu
Pelaksanaan Aqiqah
Aqiqah
tidak ada dengan sendirinya, aqiqah saat ini menjadi salah satu adat
bagi ummat islam. Aqiqah dilakukan karena telah lahir anak adam ke
dunia. Aqiqah bertujuan untuk pengucapan rasa syukur kepada Allah dan
mengharap ridhonya, ada hadis yang menjelaskan tentang aqiqah yang
artinya : “tiap-tiap
anak tergadai dengan aqiqahnya yang disembelihkan pada hari ketujuh,
dicukur rambutnya, serta dinamakan”. (HR.
Ibnu Majah).
Hikmah
melaksanakan aqiqah untuk anak di hari ke 7 dan seterusnya, menurut
murid Asy Syaukani, yakni Shidiq Hasan Khon Rahimahullan: sudah
semestinya ada selang waktu antara kelahiran dan waktu aqiqah, pada
awal kelahiran tentunya keluarga sibuk untuk merawat ibu dan bayi.
Sehingga ketika itu, janganlah mereka dibebani dengan yang lain.“
Apalagi
setelah selesai melahirkan, jika langsung mencari kambing pasti
sangat sulit dan butuh usaha seandainya aqiqah disyariatkan di hari
pertama, maka ini sangat menyulitkan. Jadi hari ketujuhlah yang cukup
untuk melaksanakan aqiqah. Jika dihari ketujuh belum sanggup karena
belum ada uang dan sebagainya, maka dianjurkan dihari ke-14 dan 21.
Aqiqah
bukanlah suatu paksaan, melainkan kesadaran umat Islam yang peka
terhadap syariat Islam. Agar menambah rasa syukur yang Allah berikan.
Rasa syukur sangatlah penting untuk menambah keimanan dan ketaqwaan
kita kepada Allah SWT.
Aqiqah
Sesuai Sunnah
Untuk
mengetahui
aqiqah
sesuai sunnah
dilaksanakan
di hari ketujuh, keempat belas, dan kedua puluh satu. Penentuan waktu
ini yang disepakati oleh berbagai mazhab. Pendapat jumhur ulama
waktu yang disunnahkan untuk menyembelih hewan aqiqah adalah hari
ketujuh setelah kelahiran bayi, akan tetapi jika mengaqiqahkan bayi
diluar hari ketujuh jumhur ulama berpendapat berbeda-beda.
Mazhab
Syafi’i dan Hambali membolehkan pelaksanaan aqiqah pada saat waktu
bayi baru dilahirkan dan tidak harus menunggu hari ketujuh. Dan kedua
mazhab ini tidak memperbolehkan melakukan aqiqah sebelum bayi itu
dilahirkan dari rahim ibunya. Jika pihak keluarga menyembelih hewan,
maka bukan termasuk aqiqah melainkan sembelihan biasa.
Pendapat
menurut mazhab hanafi dan maliki membolehkan pelaksanaan aqiqah pada
hari ketujuh setelah bayi dilahirkan. Jadi banyak sekali pendapat
dari mazhab-mazhab, bisa dilihat dari sisi apa saja. Pada dasarnya
aqiqah adalah salah satu sunnah yang dianjurkan nabi, hukumnya sunnah
muakad.
Jika
ingin melaksanakan aqiqah disarankan pada hari ketujuh, empat belas,
dan dua puluh satu. Jika melewati hari tersebut maka sesanggupnya
saja. Sebab islam tidak pernah membebankan ummatnya dalam beribadah,
jadi yang melakukan aqiqah adalah orang-orang yang berkecukupan.
Jika
bayi telah lahir dan orang tuanya berkesanggupan untuk
menyelenggarakan aqiqah untuk anaknya maka diperbolehkan. Yang tidak
dibolehkan, jika anak masih berada di dalam perut ibunya kemudian
keluarga menyelenggarakan aqiqah maka hukumnya bukan aqiqah,
melainkan penyembelihan biasa.
Demikianlah yang telah dipaparkan pada artikel Padi Aqiqah, salah satu penyedia jasa aqiqah Purwokerto dan daerah sekitarnya mengenai aqiqah sesuai sunnah semoga dapat membantu bagi yang masih meragukan masalah aqiqah ini. Kesimpulannya aqiqah sesuai sunnah dilakukan di hari ke 7 dan 14 serta 21. Dan dalam fikih Syafi’i yang pengikutnya mayoritas di Indonesia anak boleh mengaqiqahkan dirinya sendiri jika mampu. Terimakasih.