Penjelasan Terkait Hukum Aqiqah Diri Sendiri

Penjelasan Terkait Hukum Aqiqah Diri Sendiri

Terkait Aqiqah diri sendiri, maka perlu dipahami bahwa permasalahan ini memang biasanya terjadi. Oleh karena tidak semua anak memiliki kondisi yang sama di masa kecilnya. Namun, bagi para orang tua yang baru saja dikaruniai anak dari Allah SWT, menurut pedoman yang telah ada, hukum melaksanakan aqiqah adalah sebuah anjuran. Agar tidak perlu terjadi hal-hal seperti orang yang belum pernah diaqiqahkan. Hal ini sebagaimana yang disampaikan didalam hadis :

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa saalam : Dari Samurah bin Jundab dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan, diberi nama dan dicukur rambutnya”. (HR. Abu Dawud (2838), Tirmidzi (91552), Nasa’I (7166), Ibnu Majah (3165), Ahmad (5/7-8, 17-18, 22), dan Ad Darimi (2/81)).

Akan tetapi jika pada waktu saat 7 hari kelahiran kita sendiri merasa belum pernah diaqiqahkan oleh orang tua kita terutama ayah, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus Aqiqah diri sendiri? Atau tidak usah melakukan aqiqah untuk diri kita. Bagaimanakah hukumnya? Jika ingin tahu, simaklah penjelasan dibawah ini dengan baik agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai pembahasan ini.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Aqiqah diri sendiri

Pembahasan terkait aqiqah bagi diri sendiri ini memang sangat dikelirukan oleh sebagian masyarakat yang sering bertanya-tanya. Boleh gak sih jika kita mengaqiqahkan diri kita sendiri. Baik dalam pembelian hewan qurbannya atau proses aqiqahnya berlangsung?

Jawabannya adalah boleh. Mengapa demikian? Sebab, Rasulullah SAW. Juga mengaqiqahkan dirinya sendirinya sendiri sejak Rosul diangkat menjadi Nabi. Akan tetapi, hadis ini dho’if alias tidak kuat. Berikut ini penggalan hadisnya :

ان النبي صلى الله عليه وسلم عق عن نفسه بعد ما بعث نبيا

Yang artinya : Nabi SAW. Mengaqiqahi dirinya sendiri setelah ia diutus sebagai Nabi. (HR. Al-Baihaqi 9:300)

Banyak perdebatan masalah penggalan hadis diatas, salah satunya disampaikan oleh Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ (8:250) , berkata bahwa hadis ini adalah hadis batil. Sedangkan Al-Baihaqi mengatakan bahwa hadis ini adalah hadis yang munkar. Jadi banyak pendapat yang tidak setuju dengan hadis ini.

Karena aqiqah adalah salah satu tanggung jawab para ayah untuk mengaqiqahkan anaknya. Kita kembali kepada tujuan aqiqah bahwa, aqiqah adalah salah satu ucapan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Yang telah menganugerahi keturunan sebagai pelengkap didalam keluarganya. Dan ayahlah yang bertanggung jawab akan aqiqah, bukan ibu, saudara, maupun diri kita sendiri.

Pendapat para ulama terkait aqiqah diri sendiri

Pedoman Aqiqah, sumber : Suara Muslim
Pedoman Aqiqah, sumber : Suara Muslim

Muhammad bin Qosim Al-Ghozzi adalah penulis Kitab Fathul Qorib didalamnya terdapat pendapat Mazhab Syafi’i yang mengatakan bahwa : Aqiqah tidaklah luput jika diakhirkan setelah itu. Jika aqiqah diakhirkan hingga baligh, maka gugurlah tanggung jawab aqiqah dari orang tua terhadap anak. Adapun setelah baligh, anak punya pilihan bisa mengaqiqahi dirinya sendiri.

jadi, jika si anak sudah baligh belum juga diaqiqahkan oleh orang tuanya, maka orang tua sudah tidak ada kewajiban untuk mengaqiqahkan anaknya, tanggung jawabnya gugur untuk mengaqiqahkan anaknya. Jika seorang anak sudah baligh dia berhak untuk mengaqiqahkan dirinya sendiri.

Ada ulama yang menyetujui pendapat bahwa jika kita belum pernah diaqiqahkan oleh orang tua kita maka kita dianjurkan untuk mengaqiqahkan diri kita sendiri seperti Ibnu Sirin.

Ibnu Sirin berkata :

لو أعلم أنه لم يعق عني لعققت عن نفسي

Artinya : “seandainya aku tahu bahwa aku belum diaqiqahi, maka aku akan mengaqiqahkan diriku sendiri.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Mushonnaf, 8: 235-236. Sanadnya shahih kata syaikh Al-Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no.2726).

Sedangkan Imam Malik bertentangan dengan pendapat diatas, menyatakan bahwa jika masih kecil belum di aqiqahkan maka, tidak usah diaqiqahkan juga tidak apa-apa sebab aqiqah hanyalah sebagai satu simbol kebiasaan umat islam dan hukumnya sunnah muakkad.

Imam Malik menyatakan bahwa yang belum aqiqah mereka tidak mengaqiqahi dirinya sendiri setelah masuk islam. (Al-Mudawanah Al-Kubro karya Imam Malik dengan riwayat Sahnun dari Ibnu Qosim,5: 243. Dinukil dari Fathul Qarib, 2: 252).

Tidak perlu mengaqiqahkan diri sendiri. Berikut perkataannya : tidak perlu menaqiqahi diri sendiri karena hadis yang membicarakan hal tersebut dho’if. Bisa kita lihat, apakah di zaman jahiliyah para sahabat Rasulullah SAW. Mengaqiqahkan dirinya sendiri setelah masuk islam? tentunya tidak.

Kesimpulan

Begitulah beberapa pendapat terkait pelaksanaan aqiqah bagi diri sendiri. Tujuannya agar tidak ada kesalah pahaman. Sebab bisa saja terjadi pertentangan, oleh karena kebolehan diatas merujuk kepada hadis dho’if. Namun kami secara pribadi memasukkan hadis dho’if sebagai landasan apabila tidak terdapat dalil lainnya yang lebih kuat daripada dalil tersebut.

Sehingga di sini terdapat dua aspek yang dapat kita pahami. Yaitu bagaimana memahami hukum dan melihat pendapat yang paling tepat di ambil jika terdapat beberapa pendapat yang berbeda. Lebih dari itu, dari semua pendapat, tidak ada yang mewajibkan, tidak pula ada yang mengharamkan.

Sedangkan jika dibahas menurut hukum aqiqah sendiri, adalah sunnah, maka aslinya, saat tidak dilaksanakan bahkan hingga sudah dewasa ternyata tidak menyebabkan dosa. Sehingga bagaimanapun perbedaannya, untuk memahami hal ini bisa dikembalikan kepada hukum aqiqah asal yaitu saat masih berusia 7 hari setelah kelahiran.

Demikian ulasan dan pendapat kami yang kami dasari dengan landasan yang kami sampaikan diatas. Amalan ibadah individual ini memang dikembalikan kepada individunya masing-masing. Semoga ulasan ini dapat memberikan pencerahan kepada kita semua. Mohon maaf apabila terjadi kesalahan. Wallahu a’lam.

Pedoman Islam Untuk Menjaga dan Mendidik Bayi Dalam Kandungan

Pedoman Islam Untuk Menjaga dan Mendidik Bayi Dalam Kandungan

Kehamilan merupakan sebuah anugerah bagi para Ibu. Karena Allah SWT telah mempercayakan amanah yang luar biasa sehingga bertambah kedekatannya kepada Allah SWT. Setiap kali ibu menjaga bayi dalam kandungan hingga lahir, kemudian membesarkannya, begitu juga mengalir pahala yang besar untuk menjadi tabungan amal yang akan dihisab oleh Allah SWT di akhirat kelak.

Menjaga bayi dalam kandungan atau janin bukanlah hal yang tidak mungkin. Karena keberadaan janin merupakan keajaiban tersendiri dari Allah SWT. Janin, meskipun masih di dalam kandungan, dapat merespon aktivitas yang dilakukan oleh ibunya. Karenanya, merawat bayi bahkan termasuk mendidik bayi yang masih dalam kandungan ternyata dapat dilakukan.

Pedoman Islam Bagi Bayi Dalam Kandungan

Merawat bayi mulai berada di perut hingga terlahir ke dunia adalah salah satu tugas bagi orang tuanya. Yang bertanggung jawab atas bayi bukan hanya ibu, ayah pun harus turun ikut serta merawat si bayi agar tumbuh dengan baik. Untuk merawat bayi, tentunya ada cara-cara tertentu untuk dilakukan oleh sepasang suami istri.

Merawat bayi sejak masih di janin adalah hal yang harus dilakukan, sebab sang janin yang masih berada di dalam perut sudah dapat merespons apa yang ada diluar. Selain merawat dari tubuh ibunya seperti memberikan sang ibu nutrisi yang cukup, lingkungan sekitar pun berpengaruh kepada janin.

Di dalam islam sendiri dianjurkan untuk para orang tua menjaga dan merawat janin. Anjuran tersebut terdapat pada sunnah, ilmu pengetahuan dari para guru besar islam dan bersumber dari ilmu kajian kedokteran. Lantas bagaimana pedoman Islam untuk merawat bayi yang masih di dalam kandungan?

1. Memberikan Gizi yang Cukup

Jika orang tua menginginkan keturunannya tumbuh sehat dianjurkan untuk merawat bayi dalam kandungan menurut Islam, salah satunya dengan memberikan nutrisi yang cukup untuk Ibu hamil, dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup dapat membantu pertumbuhan sel, otak, bagian tubuh janin, serta menghindarkan dari kecacatan dan keguguran pada janin.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

2. Berikan Rizki yang Halal

Selama seorang ibu mengandung ada beberapa anjuran makanan yang harus dikonsumsi dan ada juga yang harus dihindari. Hal yang penting dikonsumsi selama kehamilan pertama adalah kehalalan makanannya. Seorang ibu harus mengetahui makanan yang dibeli dari sang ayah, apakah uang yang dipakai halal atau tidak.

Jika uang yang dipakai untuk membeli makanan kepada istri tidak halal, maka akan berpengaruh kepada janin. Setiap makanan yang masuk ke perut ibu hamil, maka makanan tersebut akan menjadi darah daging di tubuh sang bayi dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kelak ketika lahir.

Sebaliknya, jika sang ayah menafkahi ibu dan bayi yang ada di dalam kandungan bayi dengan cara yang halal. Maka akan berdampak bagus pada perkembangan janin hingga janin yang ada di kandungan sang ibu akan memiliki jiwa yang bagus.

Bayi Dalam Kandungan, sumber : Mathabah.org
Bayi Dalam Kandungan, sumber : Mathabah.org

3. Giat Melakukan Ibadah

Selain memberikan nutisi yang cukup, memberikan nafkah yang halal, ibu dan ayah dari calon bayi itu harus beribadah dengan baik. Sering membaca Al-Qur’an dan melakukan hal kebajikan adalah salah satu cara untuk perkembangan bayi. Di dalam solat, pastinya membaca Al-Qur’an merupakan salah satu menambah perkembangan bayi menjadi cerdas.

Selain solat dan membaca Al-Qur’an membuat perkembangan bayi bagus, salah satu otak bayi akan menjadi cerdas. Indra pendengaran bayi merupakan yang digunakan oleh janin. Jika orang tua menginginkan bayinya tumbuh menjadi seorang Hafidz dan Hafidzah langkah ini sangat bagus.

Cek Harga Podium Minimalis

Mengajak janin berkomunikasi salah satu arah, sebab janin yang berada di kandungan mendengar dan terkadang merespons dengan tendangan-tendangan lembut ke perut ibunya. Air ketuban penghantar suara yang bagus sehingga janin dapat mendengar suara detak jantung, aliran darah atau udara, di usus.

Dan tentu janin bisa mendengar suara keras yang mengejutkannya. Jadi, ibu, ayah dan keluarga dapat berkomunikasi secara lembut dengan janin. Melindungi janin dari hal-hal yang membahayakan seperti mendeteksi jika ada gangguan pada pertumbuhannya harus segera diatasi.

Jika masih belum bisa membaca Al Quran dengan baik, bisa juga dengan memperdengarkan murottal melalui alat seperti mp3 player. Intinya, respon pendengaran dari janin ini harus dimanfaatkan agar sejak masih janin, sang bayi memahami sunnatullahnya sebagai manusia yaitu melakukan ibadah dan menjadi hamba Allah yang baik.

4. Menjauhkan Diri Dari Maksiat dan Keburukan

Jauhkan diri dari kemaksiatan. Karena akan menjaga bayi dalam kandungan sekaligus mendidiknya. Meskipun sebenarnya bukan kita sendiri yang melakukannya, namun bisa saja kita berada di tempat atau lingkungan yang tidak selalu aman dan jauh dari maksiat. Begitu juga jauhkan Ibu dan bayi dalam kandungan dari lingkungan yang tidak sehat.

Beberapa contoh kondisi lingkungan yang tidak sehat seperti lingkungan para perokok, lingkungan yang berada di tempat yang ribut dan kondisi lingkungan lainnya yang tidak kondusif bagi Ibu hamil dan janin. Upaya untuk menjaga diri ini, sedikit banyaknya akan memiliki dampak positif bagi diri dan bayi hingga lahir dan besar nantinya.

Itu dia informasi terkait beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga dan mendidik bayi dalam kandungan. Karena bayi adalah karunia dari Allah SWT yang akan menghiasi hidup orang tua sekaligus juga bisa menjadi jalan untuk mendapatkan pahala yang besar oleh karena membesarkan dan mendidiknya dengan baik.

Simak ulasan dan informasi lainnya di halaman aqiqah Purwokerto.

Tata Cara Melaksanakan Aqiqah Praktis

Tata Cara Melaksanakan Aqiqah Praktis

Bagi orang tua yang baru saja dikaruniai anak, maka melaksanakan aqiqah adalah salah satu ibadah yang dianjurkan. Tata cara melaksanakan aqiqah juga harus diperhatikan, agar pelaksanaan ibadah ini dapat diterima oleh Allah SWT. Karena hanya ibadah yang sesuai tuntunan saja yang dapat diterima oleh Allah SWT, sang penentu syariat.

Aqiqah adalah wujud rasa syukur atas karunia keturunan yang Allah SWT anugerahkan kepada kita. Rasa syukur ini diwujudkan dengan melaksanakan aqiqah sebagaimana tata cara yang telah ditentukan, yaitu sesuai sunnah Rasulullah SAW. Sebelum masa Rasulullah, aqiqah sudah dilaksanakan sesuai kepercayaan orang arab pada masanya. Untuk mensucikan kembali ibadah ini, Rasulullah SAW kemudian mencontohkan tata caranya kepada kita.

Saat ini pelaksanaan aqiqah dilaksanakan dengan berbagai cara. Dari semua cara yang dilakukan, sebenarnya ada beberapa tata pelaksanaan yang tetap harus ada sebagai ibadah yang sebenarnya. Sedangkan yang lainnya hanyalah tambahan yang menjadi teknis acara saja. Bagaimana tata cara melaksanakan aqiqah yang sesuai dengan sunnah?

Hukum Aqiqah

Pada artikel sebelumnya yang berjudul hukum dan informasi aqiqah yang ringkas, kami telah rangkum bahwa hukum melaksanakan aqiqah adalah sebagai berikut :

Para Ulama fikih mazhab Syafi’I dan pendapat Masyhur Mazhab Hanbali menyatakan bahwa Aqiqah hukumnya Sunnah Muakkadah (Sunnah yang sangat dianjurkan untuk melakukannya). (Nihayatul Muhtaj (8/137), Al-Majmu’ dan Imam An-Nawawi (8/435), Mathalib Ulin Nuha (2/488), Mughnil Muhtaz (4/293)).

Mereka berdalil dengan hadist Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa saalam : Dari Samurah bin Jundab dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan, diberi nama dan dicukur rambutnya”. (HR. Abu Dawud (2838), Tirmidzi (91552), Nasa’I (7166), Ibnu Majah (3165), Ahmad (5/7-8, 17-18, 22), dan Ad Darimi (2/81)).

Maka kami memahami, bahwa menurut hemat kami, aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad. Maknanya adalah sunnah yang dikuatkan. Kami juga memahami bisa saja terdapat perbedaan pendapat dalam permasalah ini, namun kami tetap mengambil pendapat ini sesuai pilihan kami.

Jika aqiqah hukumnya sunnah muakkad, maka saat berniat melaksanakannya tetap wajib untuk melakukannya sesuai dengan yang dicontohkan. Karena apabila tidak sesuai tuntunan, ibadah sunnah ini juga tidak sah dilaksanakan, atau dihukumi tidak bernilai ibadah sama sekali.

Mencukur Rambut Bayi, sumber : www.babatpost.com
Mencukur Rambut Bayi, sumber : www.babatpost.com

Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah

Jika melaksanakan aqiqah sesuai tuntunan perlu dilakukan agar menjadi ibadah yang bernilai pahala, maka Anda perlu mengetahui tata caranya. Berikut beberapa tata cara melaksanakan aqiqah yang praktis :

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

1. Memberikan Nama Anak

Bagi sebagian referensi, memberikan nama anak dijadikan tata cara yang kedua setelah menyembelih kambing. Hal ini sah-sah saja. Namun, saat menyembelih kambing, sebenarnya nama anak disebutkan didalam doanya. Sehingga kami mengambil pendapat bahwa mempersiapkan nama anak didahulukan dalam tata cara ini.

Meskipun begitu, saat pelaksanaan acara aqiqah yang diadakan di tempat-tempat khusus yang dirancang jasa kontraktor jogja atau pembagian masakan aqiqah kepada kerabat-lah nama anak kemudian diketahui oleh khalayak dan didoakan. Jadi, apabila sudah dipersiapkan sebelumnya, akan lebih mudah untuk melengkapi pelaksanaan ibadah aqiqah ini. Sehingga saat penyembelihan, nama anak sudah disebutkan dalam doa penyembelihan hewan.

2. Menyembelih Kambing

Hewan aqiqah yang paling dianjurkan adalah kambing. Baik jantan maupun betina. Hal ini berdasarkan hadits :

Dari Ummu Kurz ia berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda ‘Untuk seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan untuk anak perempuan adalah seekor kambing. Tidak mengapa bagi kalian apakah ia kambing jantan atau betina’.” (HR. Abu Dawud no. 2834-2835)

Sebagian referensi menyatakan terdapat beberapa hewan ternak lainnya yang juga dapat dijadikan hewan aqiqah. Namun kami mengambil pendapat bahwa hewan aqiqah adalah kambing dan yang sejenisnya seperti domba.

Doa saat menyembelih hewan aqiqah :

                    
                                                            ...
بِسْمِ اللهِ
، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ مِنْكَ
وَلَكَ ، هَذِهِ عَقِيقَةُ فُلاَن

Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan (Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu. Ini adalah aqiqoh fulaan).

3. Memasak Daging Kambing

Memasak daging aqiqah menjadi tata cara pelaksanaan aqiqah oleh karena jumhur Ulama sepakat bahwa daging hewan aqiqah dibagikan dalam keadaan telah dimasak. Berikut pendapatnya :

“Dianjurkan untuk tidak membagikan daging hewan aqiqah dalam keadaan mentah, akan tetapi dimasak terlebih dahulu kemudian diantarkan kepada orang fakir dengan nampan.” (Imam Al-Baghawi dalam kitab Atahzib)

Selain itu memang hal ini berlandaskan dalil :

Hadits Aisyah r.a: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

Jadi melalui Aisyah r.a. bahwa Nabi menganjurkan hewan aqiqah dibagikan dalam keadaan telah dimasak.

4. Mencukur Rambut Bayi

Biasanya aktivitas mencukur rambut bayi ini dilakukan dengan pemberian nama sekaligus. Namun intinya, baik mencukur rambut bayi dan memberikan nama dilakukan pada hari ketujuh. Sekaligus menyembelih hewan aqiqah. Hukum mencukur rambut bayi ini menurut kalangan Ulama hukumnya sunnah.

Hewan Aqiqah, sumber : www.tiredearth.com
Hewan Aqiqah, sumber : www.tiredearth.com

5. Memakan Sebagian Daging

Disebut memakan sebagian daging oleh karena dianjurkan untuk bersedekah juga dengan hewan aqiqah pada saat hari ketujuh yaitu pada saat pelaksanaan aqiqah. Hal ini berdasarkan,

Hadits Aisyah r.a: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

Jadi daging hewan aqiqah dimakan sebagian dan sebagian lagi dibagikan sebagaimana pembagian hewan qurban.

Itu dia tata cara pelaksanaan aqiqah. Semua hal yang terdapat pada tata cara ini bukan merupakan urutan, namun bisa juga diurutkan demikian. Inti pelaksanaan aqiqah adalah menyembelih hewan, memberi nama dan mencukur rambut sebagai kewajiban orang tua kepada anak yang baru lahir pada hari ketujuhnya.

Simak berbagai ulasan terkait aqiqah, kehamilan, ibu dan anak di halaman aqiqah purwokerto.

Ketahuilah Fakta Tentang Bayi Yang Baru Lahir Berikut

Ketahuilah Fakta Tentang Bayi Yang Baru Lahir Berikut

Memiliki karunia terindah, melahirkan seorang bayi merupakan hal yang paling dinantikan dengan penuh harapan dan usaha yang kuat bagi seorang ibu. Begitulah Allah SWT menunjukkan arti hidup kepada manusia. Namun tidak hanya sampai di situ, bayi yang baru lahir juga harus mendapatkan perhatian penuh dari kedua orang tuanya.

Berbeda dengan anak-anak yang relatif sudah bisa berekspresi, berbicara, bersikap, bayi yang baru lahir hanya mampu menangis. Bayi yang baru saja dilahirkan masih tidak memiliki kemampuan sebagaimana manusia yang normal. Sehingga penting bagi setiap orang tua untuk memberikan perhatian ekstra kepada bayinya.

Lantas apa yang perlu dilakukan? Tentu saja menggali informasi. Sebagai orang tua kita dituntut untuk belajar dan terus belajar demi memberikan yang terbaik bagi si kecil hingga di besar. Maka, khusus edisi kali ini, aqiqah purwokerto akan memberikan beberapa informasi yang perlu dipahami setiap orang tua tentang bayi yang baru lahir.

Informasi ini kami kutip dari halaman dan artikel yang penulisnya adalah seorang dokter. Dari beberapa artikel, kami meringkasnya menjadi satu bagian yang mudah untuk dibaca. Namun tentu saja, segala informasi yang telah kami rangkum ini tidak terlepas dari ketidak telitian dan ketidak akuratan. Jadi, silahkan berkonsultasi lebih jauh kepada ahli dan dokter yang ada di sekitar Anda.

Fakta Tentang Bayi Yang Baru Lahir

Bagaimana menghadapi bayi yang baru lahir? Yang jelas, pasti berbeda dengan anak-anak, apalagi orang yang sudah dewasa. Sebagai orang tua, kita harus mengerti apa yang perlu kita lakukan kepada bayi kita. Sebelum itu, ada beberapa informasi tentang bayi saat baru saja dilahirkan sehingga bisa menjadi acuan saat melakukan perawatan kepada bayi.

1. Jam Tidur Bayi

Ternyata bayi tidur selama 16 hingga 18 jam dalam sehari. Namun hal ini merupakan akumulasi. Sebenarnya bayi tidur 1-2 jam kemudian bangun dan tidur kembali, terus menerus demikian, sehingga dalam sehari saat dijumlahkan bisa mencapai 18 jam. Jadi kepada orang tua, tidak perlu panik, malah harus membiarkan bayi tetap memenuhi jam tidurnya.

Rentang waktu 1-2 jam ini juga harus dibersamai oleh sang ibu. Karena pada malam hari bayi juga hanya tidur maksimal 2 jam, terbangun, kemudian tidur kembali. Bagi orang tua, tentu mengikuti ritme ini agak sedikit sulit, karena terbiasa tidur berjam-jam saat malam hari.

Menurut dokter, terkait tidur bayi di malam hari ini diakali. Usahakan saat siang hari bayi diajak berinteraksi sehingga lebih sering terjaga. Jika bisa dilakukan, maka tidurnya di malam hari akan relatif lebih panjang, tidak sebentar-bentar terjaga. Tetapi jangan memaksakan apabila bayi kita tidak mau untuk tetap terjaga di siang hari. Orang tua harus mengikuti ritme sang buah hati.

Bayi Yang Baru Lahir, sumber ig peccopecopeko
Bayi Yang Baru Lahir, sumber ig @peccopecopeko

2. Waktu Menyusui

Sumber makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir sampai beberapa bulan adalah air susu ibu. Pada masa awal-awal ini, jangan sekalipun memberikan asupan lain selain ASI. Bahkan hanya air putih saja tidak disarankan, cukup ASI saja.

Hal ini dikarenakan sistem pencernaan bayi yang masih baru. Belum tumbuh dan dapat menyesuaikan dengan berbagai jenis makanan. Sang ibu perlu memahami, bahwa pemberian ASI ini disarankan setiap 1-2 jam sekali. Usahakan agar tidak kekurangan atau terlambat saat memberikan ASI, karena aktivitas ini sebagaimana aktivitas makan pada orang dewasa.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

3. Gumoh

Gumoh terlihat seperti sebagaimana orang dewasa muntah. Pada bayi, gumoh terjadi saat setelah menyusui, yaitu memuntahkan susu yang sudah masuk ke dalam perut. Mengapa hal ini dapat terjadi?

Sebagaimana diketahui, lambung dan usus kecil masih berukuran relatif kecil dan kerjanya belum sebagaimana anak-anak atau orang dewasa. Sehingga saat bayi meminum ASI, sangat berpotensi terjadi gumoh apabila kekenyangan.

Maka, hindari pemberian ASI yang berlebihan. Jika tidak mengerti cara memastikannya jangan khawatir. Normalnya sang bayi sendiri yang memahami saat sudah kenyang. Selanjutnya, untuk menghindari gumoh, setelah diberikan ASI, posisikan bayi tegak dan pada kondisi perut yang tidak terjepit hingga bayi bersendawa.

4. Pakaian Bayi

Bayi masih tidak mampu mengatur suhu tubuhnya. Oleh karena pada bayi belum terdapat lemak yang cukup untuk menjaga suhu tubuh agar tetap normal. Karenanya, bayi biasanya dipakaikan pakaian yang dapat menjaga kehangatan tubuhnya. Jadi, suhu normal untuk bayi adalah hangat.

merawat rambut bayi
Pakaian Bayi

Dalam beberapa kondisi, bayi dibedong terutama saat setelah dimandikan. Apabila masih kurang hangat, bisa ditambah dengan penutup kepala. Namun orang tua juga harus mengerti dengan kondisi lingkungan. Bisa saja kondisi lingkungan juga panas, sehingga pakaian bayi harus menyesuaikan.

5. Kondisi Kulit Bayi

Kulit bayi yang baru lahir sangat sensitif. Sehingga jauhkan bayi dari berbagai sentuhan yang kasar dari benda atau dari sentuhan kita sendiri. Perhatikan juga pakaian bayi, agar dipakaikan pakaian yang lembut yang tidak menyebabkan goresan apalagi luka pada bayi.

Biasanya yang sering terjadi adalah ruam popok. Ruam popok adalah lecet pada bagian sekitar kelamin karena dipakaikan popok. Maka, sebisa mungkin lindungi bayi Anda dari hal ini. Meskipun menggunakan popok dapat memudahkan kita, namun kesehatan kulit bayi perlu diutamakan.

6. Pencernaan Bayi

Bayi yang baru lahir sering langsung buang air saat setelah disusui. Hal ini tidak perlu dicemaskan oleh karena normal terjadi. Berbeda dengan orang dewasa yang hari memeriksakan diri jika terus menerus buang air, pada bayi hal ini normal.

Kemudian perhatikan warna feses bayi. Karena hanya sekedar mengkonsumsi ASI, maka warna feses bayi biasanya berwarna hitam kehijauan. Jika warnanya berbeda, dan perbedaannya mencolok, segera konsultasikan kepada bidan atau dokter yang ada di sekitar Anda.

7. Tali Pusar

Tali pusar pada bayi bagaikan bekas sisa operasi pada orang dewasa. Saat bayi baru lahir, rawatlah tali pusarnya hingga terputus secara alami. Jika terjadi pembengkakan atau keanehan, segera konsultasikan kepada dokter. Karena dimungkinkan terjadi infeksi.

8. Cara Mengerti Bayi

Bayi yang baru lahir dapat mendengar suara, mencium aroma dan melihat. Namun semuanya tentu saja masih terbatas, belum sebagaimana manusia normal. Saat bayi mendengar suara, mencium aroma dan melihat sesuatu yang berbeda, maka biasanya dia akan memberi tanggapan dengan tangisan. Yang paling dikenal bayi adalah ibunya sendiri, karena bayi terbiasa mendengar, mencium aroma dan melihat ibunya.

Semoga beberapa informasi ini bermanfaat. Lakukan penelitian lebih jauh tentang kebenarannya, semoga dapat membantu Anda. Simak ulasan menarik lainnya terkait nutrisi ibu hamil di halaman aqiqah purwokerto.

Informasi Singkat Terkait Nutrisi Bagi Ibu Hamil

Informasi Singkat Terkait Nutrisi Bagi Ibu Hamil

Saat hamil, sang ibu sangat perlu untuk memperhatikan nutrisi makanannya. Karena nutrisi ibu hamil berbeda dengan nutrisi yang dibutuhkan wanita saat tidak dalam kondisi sedang hamil. Namun masih banyak para ibu yang tidak betul-betul mendapatkan informasi terkait bagaimana nutrisi ibu hamil yang telah disarankan oleh banyak pakar kesehatan ibu hamil.

Selama ini yang sering dipahami oleh para ibu adalah nutrisi bagi mereka saat hamil dapat dipenuhi dengan makan berlipat ganda. Jika biasanya saat tidak hamil makan dengan porsi tertentu, maka saat hamil mereka maka 2 kali porsi harian. Ternyata ada hal yang harus diperhatikan lebih dari sekedar porsi yang dilipatgandakan.

Demi menjaga kandungan yang merupakan karunia dari Allah SWT, ada baiknya untuk membaca berbagai hal terkait informasi yang berhubungan dengan gizi ibu hamil. Serta jangan lupa bersyukur setelah kelahiran dengan merayakan ibadah aqiqah sesuai tuntunan Islam.

Pentingnya Asupan Gizi Bagi Ibu Hamil

Nutrisi sangat berhubungan dengan gizi. Apabila seseorang mengkonsumsi makanan dengan nutrisi yang cukup, maka dia akan berpotensi memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Terlepas dari banyak atau sedikitnya porsi makanan. Karena terkadang sebuah makanan memiliki nutrisi yang tinggi meskipun dalam porsi yang sedikit.

Bagaimana dengan ibu hamil, apa pentingnya mencukupi kebutuhan gizi melalui makanan bernutrisi baginya? Kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan dan gaya hidup yang kurang baik, membuat janin berisiko lebih tinggi mengalami gangguan, seperti berat badan lahir kurang, hambatan tumbuh kembang, hingga cacat bawaan lahir pada bayi.

Sehingga memenuhi asupan nutrisi sehingga gizi tercukupi bagi ibu hamil bukan semata faktor diri sang ibu, namun juga dapat memberikan dampak positif bagi sang bayi. Hanya dengan nutrisi yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi dan melakukan gaya hidup yang baik maka baik sang ibu maupun sang bayi akan sama-sama berpotensi untuk sehat dan normal selama proses kehamilan hingga bayi lahir.

Ilustrasi Ibu Hamil, sumber : www.galamedianews.com
Ilustrasi Ibu Hamil, sumber : www.galamedianews.com

Perbedaan Jumlah Nutrisi dan Jumlah Kalori

Nutrisi adalah kandungan gizi sedangkan kalori adalah jumlah energi dari makanan. Hal ini penting untuk diketahui. Karena sebagian orang memahami bahwa cara mencukupi nutrisi adalah dengan makan sebanyak-banyaknya. Ternyata tidak demikian.

Makanan jenis tertentu seperti yang mengandung lemak dan gula yang tinggi memiliki jumlah kalori yang tinggi pula meskipun hanya dikonsumsi dalam jumlah porsi yang sedikit. Namun, makanan bernutrisi, khususnya nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil terkadang harus dimakan sebanyak-banyaknya namun kandungan kalorinya rendah.

Jadi, saat memakan makanan dalam porsi yang besar, sudah pasti asupan kalori yang masuk juga tinggi. Namun belum tentu memiliki nutrisi yang banyak. Contohya saja memakan mie instan. Kalorinya sangat tinggi namun kandungan nutrisinya sangat kecil. Sebaliknya, beberapa jenis sayur, meskipun dikonsumsi dalam porsi yang besar bisa berpotensi memberikan gizi yang banyak karena bernutrisi tinggi dan tidak berisiko apa-apa.

Pentingnya memahami hal ini oleh karena terdapat risiko saat ibu hamil memakan makanan dengan kalori yang tinggi. Makan secara berlebih selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan berlebih, yang pada akhirnya dapat memicu hipertensi dan diabetes gestasional selama kehamilan.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Nutrisi yang Dibutuhkan Ibu Hamil

Saat hamil, agar terus sehat dan terjaga hingga proses lahir maka ibu perlu mengkonsumsi makanan yang bernutrisi. Sehingga bayi yang lahir juga akan berpotensi normal dan mengalami pertumbuhan yang baik. Berikut nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil :

Makanan Bernutrisi, sumber : Dream
Ilustrasi Makanan Sehat Bernutrisi, sumber : Dream

1. Asam folat

Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi asam folat sebanyak 400-600 mcg (mikrogram) per hari selama kehamilan. Hal ini sangat penting karena asam folat yang cukup bisa mencegah bayi mengalami cacat tabung saraf.

Selain dari suplemen yang dianjurkan oleh dokter, ibu hamil juga dapat melengkapi kebutuhan asam folat dengan mengonsumsi beragam jenis makanan, seperti bayam, brokoli, kubis, jeruk, stroberi, roti gandum, dan ikan salmon.

2. Protein

Beragam makanan berprotein yang dapat dikonsumsi, antara lain kacang kedelai, daging sapi, daging ayam, ikan, telur, atau susu dan produk olahannya, seperti keju dan yoghurt. Mengkonsumsi makanan berprotein akan membantu tumbuh kembang janin selama hamil.

3. Makanan berserat

Mengonsumsi makanan berserat juga penting untuk dilakukan karena selain tinggi akan kandungan nutrisi, konsumsi makanan berserat juga bisa mencegah konstipasi dan wasir saat hamil.

Beberapa jenis makanan berserat yang baik dikonsumsi selama kehamilan adalah buah dan sayur, seperti kentang, tomat, brokoli, wortel, apel, dan jeruk.

4. Makanan berkalsium

Jika Bumil ingin pertumbuhan tulang dan gigi Si Kecil berjalan optimal, jangan lupa untuk mengonsumsi makanan berkalsium. Contoh makanan yang mengandung kalsium antara lain susu, keju, yoghurt, tahu, brokoli, dan kacang almon.

5. Makanan berlemak

Selain membuatmu bertenaga, asupan lemak juga dibutuhkan untuk membantu perkembangan otak dan saraf pusat janin. Meski begitu, pilihlah makanan berlemak yang sehat, seperti alpukat, ikan salmon, keju, minyak zaitun, telur, dan kacang-kacangan.

Itu dia beberapa informasi terkait nutrisi ibu hamil. Informasi ini disadur dari artikel yang memberikan berbagai informasi kesehatan yang diawasi oleh para dokter. Meskipun begitu, tetap disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter di sekitar Anda. Karena bisa jadi kebutuhan gizi setiap ibu hamil akan berbeda sesuai dengan kriteria masing-masing.

Semoga ulasan ini dapat bermanfaat bagi Anda. Menjaga kehamilan bagi ibu merupakan aktivitas ibadah serta bentuk penyaluran kasih sayang kepada buah hati yang merupakan rizki dari Allah SWT. Jadi, berusahalah semaksimal mungkin dan carilah berbagai informasi lainnya.

Jika membutuhkan informasi untuk pelaksanaan ibadah aqiqah, hubungi kami di aqiqah purwokerto. Kami melayani pemesanan aqiqah yang syar’i dan berkualitas. Silahkan berkonsultasi terlebih dahulu melalui nomor kontak yang tersedia. Boleh juga berikan pertanyaan, saran dan kritik pada kolom komentar.