Bayi baru lahir harus diistimewakan perawatannya dibandingkan
anak-anak yang sudah relatif besar, yaitu pada masa kanak-kanak. Maka
perlu perhatian khusus tentang kondisi bayi dan perlu persiapan bagi
orang tua untuk merawat bayi yang baru lahir. Setelah memahami
kondisi bayi dengan baik dan memiliki persiapan, barulah aktivitas
merawat bayi dapat dilakukan dengan prima.
Panduan Merawat Bayi Baru Lahir
Merawat bayi pada umumnya tidaklah mudah, sebab jika kita
melakukan kesalahan sedikit saja akan berakibat fatal. Jadi harus
menjaganya dengan penuh kesabaran dan kehati-hatian. Berikut ini
beberapa hal yang dapat dilakukan dan diperhatiakn orang tua agar
dapat merawat bayi baru lahir dengan sebaik-baiknya.
1. Persiapkan Mental
Bayi memiliki kebutuhan berbeda dan siklus tidur yang berbeda
dengan manusia lain pada umumnya. Sehingga orang tua harus siap
dengan hal ini dengan cara mempersiapkan mental dan mengotrol emosi.
Sebab merawat bayi sangatlah melelahkan, bahkan sering bangun pada
malam hari. hal ini sangat sulit bagi orang tua yang masih baru.
Hilangkan rasa takut, dalam merawat bayi yang baru lahir sebaiknya
menjauhi sifat ini. Di dalam merawat bayi haruslah tenang seperti
menggantikan popoknya, menenangkan saat bayi sedang menangis dan
merasa tidak nyaman.
Awalnya memang sangat terkesan kaku bagi orang tua yang masih baru
melakukan hal ini. Tapi, semakin sering merawatnya, akan terbiasa
menghadapi bayi dalam kondisi apapun. Jadi, tidak usah merasa takut.
2. Menjaga Fisik
Selanjutnya para orang tua harus menjaga kondisi fisik, di dalam
merawat bayi sering dikaitkan dengan kurang tidur. Jadi bagi ibu,
hindari mengkonsumsi kafein atau makanan pengusir rasa kantuk salah
satunya adalah kopi. Karena bisa berpengaruh terhadap ASI. Bagi para
ibu, tetaplah konsumsi makanan yang sehat, minum yang cukup, pastikan
sang ibu menghirup udara yang segar seperti di pagi hari, di mana
udaranya belum tercampur oleh apapun.
Saat merawat bayi sebaiknya pekerjaan yang lain ditunda terlebih
dahulu, jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan hal-hal yang
biasa dilakukan sebelum melahirkan. Seperti membersihkan seisi rumah,
mencuci pakaian, bisa ditunda terlebih dahulu. Jadi jangan langsung
dikerjakan semua, karena hal tersebut akan membuat ibu drop.
Jadi sebaiknya para ibu menghemat energi dengan mengurangi
melakukan kegiatan yang biasa membutuhkan banyak waktu dalam
mengerjakannya. Seperti memasak, yang sebelum bayi lahir ibu selalu
menyiapkan makanan yang sangat sempurna untuk sang suami tercinta.
Karena kondisi yang sudah tidak memungkinkan, bekerja samalah untuk
dapat tetap memenuhi kewajiban namun disesuaikan dengan kondisi fisik
oleh karena merawat bayi baru lahir.
3. Alternatif Menyusui
Bayi yang baru lahir kisaran berumur 2-3 sebaiknya disusui oleh
orang lain, karena saat itu susu sang ibu sangat kental dan sebaiknya
dicampur. Seperti kebiasaan yang dilakukan oleh orang arab, para ibu
mencari wanita suku badui untuk menyusui anaknya. Namun hal ini tidak
selalu terjadi. Sehingga sebelum melakukannya, perhatikan kondisi ASI
sang Ibu. Apabila baik-baik saja, maka hal ini tidak perlu dilakukan.
4. Menjaga Bayi dan Asupan Gizinya
Sebaiknya ketika anak berumur dibawah 3 bulan jangan dibawa keluar
dan dibawa berjalan jauh, karena bayi belum lama baru keluar dari
rahim ibunya. Lingkungan sekitar adalah lingkungan yang berbeda jauh
dengan rahim sang Ibu. Jadi kondisi si bayi masih terlalu lemah.
Perlu diketahui bahwa bayi baru lahir hanya mengkonsumsi susu
saja. Jika ingin diberikan makanan lain sebaiknya saat bayi sudah
mulai tumbuh gigi. Jika gigi sudah tumbuh, maka lambungnya pun mulai
kuat untuk diberikan makanan. Tentunya hal ini dilakukan bertahap.
Jika sang bayi mulai bisa berbicara sedikit demi sedikit, maka disarankan lidahnya diurut dengan madu dan garam. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan kelembaban berat ketika bicara. Jadi dengan diurut dengan madu dan garam, lidah sang bayi akan merasa lebih enteng jika ingin mengucap.
Bicara soal madu, ada banyak jenis lebah penghasil madu, mulai dari apis melivera hingga lebah trigona. Pelajari lebih lanjut soal perbedaan dan fungsinya sebelum memakaikan untuk adik bayi.
Sebaiknya bagi para orang tua muslim yang ingin memiliki anak yang sholih, ketika bayi sudah mulai berbicara, tuntunlah sedikit demi sedikit untuk mengucap kata laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah. Untuk membantu saat berbicara jika gigi sudah tumbuh, maka sebaiknya gusi bayi diurut dengan Zabadi dan minyak Samin.
5. Berdoa dan Perbanyak Beribadah
Setelah mengetahui fakta tentang bayi yang baru lahir, serta mengetahui beberapa hal yang perlu dilakukan, maka kita perlu menyadari bahwa merawat, mendidik, menjaga bayi kita adalah amanah dan merupakan ibadah. Dengan pemahaman ini setidaknya orang tua akan selalu terdorong untuk merawat bayinya sebaik dan semaksimal mungkin.
Allah SWT melalui para Rasul dan teladan-teladan orang-orang
shalih telah memberikan pelajaran bahwa anak merupakan investasi.
Investasi tidak instan karena hasil yang sifatnya jangka panjang.
Sekecil apapun usaha yang kita lakukan demi bayi yang Allah SWT
karuniakan kepada kita pasti akan berdampak pada hasil di masa yang
akan datang.
Titipkan cita-cita kita pada anak-anak untuk mereka raih dan
berikan seluruh hal yang kita punya sehingga akan menjadi bekal bagi
anak-anak kita kelak. Selamat berusaha, terus bersemangat dan raihlah
ridha Allah SWT.
Demikianlah ulasan tentang Merawat Bayi baru lahir dan cara-cara untuk yang harus dilakukan ketika bayi lahir. Semoga artikel di atas bermanfaat. Jangan lupa untuk bertanya atau meminta saran kepada ahli kesehatan baik dokter maupun bidan untuk selalu memantau tumbuh kembang bayi. Kunjungi terus halaman aqiqah Purwokerto.
Bagi orang tua yang baru saja dikaruniai seorang anak, dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah. Namun sejak lahir sudah diwajibkan bagi seorang ayah untuk memberikan nama bagi anaknya. Karena itu, panduan memberikan nama anak dalam Islam perlu menjadi acuan. Karena merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sebaik mungkin.
Melaksanakan aqiqah sudah menjadi kebiasaan bagi para orang tua muslim di Indonesia dan berbagai belahan dunia lainnya. Dari kebiasaan ini, berkembang bisnis jasa aqiqah di Purwokerto dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memudahkan para orang tua yang seringkali masih repot saat merawat anak yang baru lahir.
Biasanya,
saat melaksanakan aqiqah inilah nama anak diresmikan dan diumumkan
oleh orang tuanya. Namun pemberian nama sudah dilakukan sejak awal
setelah kelahiran. Bagaimana sebenarnya pedoman untuk masalah
pemberian nama anak ini didalam Islam? Simak beberapa informasinya
berikut ini.
Memberikan
nama anak dalam Islam
Ada
beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan oleh orang tua terutama Ayah
saat memberikan nama kepada anak yang baru lahir. Hukum dalam
memberikan nama dalam Islam, pedoman dalam memilih nama, waktu dalam
memberikan nama dan informasi lainnya. Maka, sebelum buru-buru
menentukan, carilah berbagai informasi tersebut lebih dulu.
Hukum
memberikan nama
Memberikan
nama, dalam pandangan Islam hukumnya adalah wajib. Hal ini menurut
kesepakatan Ulama’. Di dalam Al Quran terdapat ayat yang
menerangkan tentang bagaimana Allah SWT memberikan nama kepada Nabi
atau anak seorang Nabi saat baru lahirnya. Seperti salah satunya ayat
berikut ini :
“Hai
Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan
seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah
memberikan nama seperti itu sebelumnya.” (Maryam : 7)
Bayi Yang Baru Lahir, sumber ig @peccopecopeko
Selain
ayat tersebut, terdapat hadits Rasulullah SAW yang menerangkan
tentang kewajiban orang tua. Salah satunya adalah memberikan nama.
Berikut kutipannya :
“Sesungguhnya
diantara kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah mengajarinya
menulis, memberikan nama yang baik, dan menikahkannya bila telah
dewasa.” (HR. Ibnu Najar)
Nama
memang menjadi identitas yang sudah sejak dulu ada dalam peradaban
manusia. Maka, Islam memiliki pedoman bagaimana seseorang menentukan
atau memilih nama. Sehingga seorang anak dapat memiliki identitas
yang baik dan cocok.
Cara
memilih nama
Dari
seluruh pedoman memilih nama dalam Islam, tim redaksi Aqiqah
Purwokerto melihat bahwa intinya, nama harus merupakan sebutan yang
baik. Karena peradaban Islam memiliki bahasa arab sebagai
landasannya, termasuk sumber pedoman dalam Islam yakni Al Quran dan
As Sunnah – pun berbahasa arab, maka nama anak-anak muslim biasanya
berbahasa arab.
Mengambil
nama berbahasa arab sudah pasti harus memiliki paling tidak sedikit
pemahaman bahasa arab. Jangan sampai nama anak merupakan kata kerja,
kata penghubung atau kata-kata lainnya yang tidak bisa bermakna
sebagai sebuah nama. Maka, bagi orang tua, ketahuilah sedikit
khazanah bahasa arab yang luas dan indah ini. Jika tidak tahu, bisa
bertanya kepada para Ustadz atau ahli bahasa arab lainnya.
Ibnu
Umar mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya nama
kalian yang paling disukai oleh Allah ialah Abdullah dan
Abdurrahman.” (HR. Muslim)
Dari
hadits ini memberikan pedoman setidaknya nama yang diberikan
mengandung nama yang paling disukai oleh Allah SWT menurut sabda
Rasulullah SAW diatas.
Lebih
dari itu, para ulama biasanya menyarankan agar nama juga mengandung
harapan dan kebaikan, berasal dari nama para shahabat Rasulullah SAW
yang shalih, nama para Syuhada’, nama para Nabi Allah SWT dan
beberapa saran lainnya.
Selain
itu, hindari nama-nama yang tidak tepat, salah satunya adalah
nama-nama yang tidak disukai oleh Allah SWT karena mengandung unsur
yang mempersekutukan Allah SWT. Seperti dalam kutipan hadits berikut
ini :
Samurah
bin Jundub mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jangan
sekali-kali memberi nama budak kalian dengan nama Yasar (mudah atau
kaya), Najih (sukses). Juga jangan diberi nama Aflah (beruntung).
Sebab jika kamu bertanya ‘Apakah ada dia?’ lalu (saat) dia tidak
ada, maka akan dijawab ‘tidak ada’ (kemudahan, kekayaan,
kesuksesan, keberuntungan, pent.). Sungguh semua itu hanya empat
nama. (HR. Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi)
Hindari
pula nama-nama yang artinya buruk, nama hewan, nama berhala, nama
berbahasa asing yang tidak diketahui asalnya dan lain-lain.
Potong Rambut Saat Aqiqah, sumber : aqiqahalkautsar.com
Waktu
memberikan nama
Menurut
As Sunnah, waktu yang terbaik memberikan nama pada anak adalah pada
saat baru lahir, pada hari ketiga sampai ketujuh dan pada hari
ketujuh. Namun kami tidak bisa mencantumkan semua dalilnya. Hanya
saja kami mendapati salah satu hadits dimana Rasulullah SAW
memberikan nama pada anaknya saat baru lahir berikut ini.
Dari
Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah SAW. bersabda : “Semalam
telah lahir anakku dan kuberi nama seperti ayahku, yaitu Ibrahim.”
(HR. Muslim).
Hadits ini memberikan informasi bahwa Rasulullah SAW memberikan nama kepada anaknya saat baru lahir. Namun tidak menganjurkan apalagi mewajibkan demikian. Sehingga hal ini merupakan kebolehan.
Lebih dari itu, terdapat hadits yang berkaitan tentang aqiqah yang menganjurkan orang tua untuk beraqiqah dan memberikan nama di hari yang ketujuh.
Dari Samurah bin Jundab dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan, diberi nama dan dicukur rambutnya”. (HR. Abu Dawud (2838), Tirmidzi (91552), Nasa’I (7166), Ibnu Majah (3165), Ahmad (5/7-8, 17-18, 22), dan Ad Darimi (2/81)).
Itulah yang mendasari pendapat kami tentang waktu pemberian nama anak dalam Islam.
Itu
dia beberapa informasi yang bisa menjadi sedikit pedoman terkait
bagaimana memilih nama yang baik bagi anak. Semoga ringkasan ini bisa
bermanfaat bagi para orang tua sekalian. Simak terus informasi
seputar aqiqah lainnya di halaman padiaqiqah.com. Terimakasih
Bolehkah berpuasa saat hamil? Pertanyaan ini sering terdengar oleh
para ibu muslimah yang memiliki keistimewaan ibadah puasa setiap
tahunnya. Atau puasa wajib karena harus mengganti puasa dan puasa
nadzar. Tetapi jika hamil dan pada saat bersamaan ingin melakukan
ibadah puasa, apakah asupan nutrisi janin bisa terganggu?
Ini semua tentu tergantung kondisi fisik ibu hamil dan janin. Bagi
sebagian orang mungkin tidak masalah, namun bagi sebagian yang lain
mungkin bisa menimbulkan suatu risiko. Jika pun ibu hamil tetap
menjalankan ibadah puasa saat hamil, sebaiknya tetap memperhatikan
kebutuhan nutrisi ibu hamil saat berpuasa. Jika ibu hamil tidak
sanggup, solusinya bisa dengan tidak puasa. Apabila puasanya wajib,
harus diganti diluar bulan puasa atau dengan membayar fidyah.
Puasa Tidak Mengganggu Kehamilan
Puasa saat trimester awal kehamilan tergolong sedikit beresiko
bagi ibu hamil. Ketika hamil pada trimester awal, tubuh akan banyak
membutuhkan nutrisi-nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan dan
perkembangan janin dalam kandungan. Hamil muda merupakan saat
dibutuhkannya berbagai asupan nutrisi dalam jumlah yang cukup banyak.
Sehingga apabila menjalankan puasa dalam kondisi seperti ini,
dikhawatirkan ibu hamil memiliki risiko memiliki bayi dengan berat
badan lahir rendah atau BBLR. Di samping itu dehidrasi selama puasa
juga dapat mempengaruhi penurunan fungsi ginjal dan berkurangnya
jumlah cairan yang mengelilingi janin.
Namun, beberapa penelitian melaporkan bahwasanya puasa saat hamil
muda tidak mempengaruhi janin dan kehamilan. Contohnya seperti
penelitian di Iran tahun 2010 yang menyatakan bahwa wanita hamil muda
yang melakukan puasa dengan asupan gizi yang tepat, tidak akan
memberi dampak pada pertumbuhan bayi dan waktu kelahiran bayi.
Berikut tips bagi ibu hamil yang ingin mencukupi nutrisi ketika
berpuasa.
Tips Sehat Puasa Saat Hamil
Kehamilan merupakan anugerah dari Allah SWT. Maka, Allah SWT pasti memberikan pedoman tentang bagaimana menghadapinya. Termasuk apabila diharuskan berpuasa saat sedang hamil. Dari sisi kesehatan, untuk menjaga nutrisi selama kehamilan, lakukan tips yang berhasil dirangkum tim redaksi aqiqah Purwokerto berikut ini.
1. Minum banyak air
Ketika berpuasa pastikan ibu hamil meminum banyak air saat sahur
dan berbuka puasa. Dibutuhkan setidaknya dua liter air setiap hari
atau sekitar 8 gelas agar kebutuhan air tercukupi. Ini sangat penting
untuk menjaga ibu hamil terhindar dari dehidrasi saat berpuasa.
Hindari minum minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh,
dan minuman bersoda. Karena minuman tersebut dapat memicu hilangnya
cairan tubuh. Nah, apabila muncul gejala-gejala sakit akibat
kekurangan cairan tubuh, seperti pusing dan lemas, sebaiknya batalkan
puasa dan segera minum banyak air. Karena dalam kondisi ini ibu hamil
boleh membatalkan puasanya.
Makanan Bergizi, sumber : Primasari Catering
2. Makan makanan bergizi
Pastikan ibu hamil mengkonsumsi berbagai macam makanan yang
bergizi, sehingga kebutuhan karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan
mineral dapat terpenuhi dengan baik. Ibu hamil muda disarankan untuk
mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran sebanyak 5 porsi per hari untuk
bisa mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral.
Pastikan juga ibu hamil juga mengkonsumsi makanan sumber zat besi, folat, kalsium, dan vitamin A yang bisa diperoleh dari daging, susu, dan sayuran hijau. Zat-zat gizi tersebut sangat penting untuk memenuhi nutrisi ibu hamil muda saat berpuasa. Terutama di masa-masa awal kehamilan. Berbagai jenis makanan tersebut bisa diolah sesuai selera ibu hamil.
Hindari mengkonsumsi makanan dengan kadar gula yang tergolong
tinggi namun sedikit sekali zat gizi. Makanan ini hanya akan
menimbulkan rasa kenyang tapi tidak mencukupi asupan gizi ibu hamil
dan janin. Setidaknya ibu hamil perlu makan sebanyak 4 sampai 5 kali
di saat waktu buka hingga sahur agar kebutuhan nutrisi ibu hamil
dapat terpenuhi.
3. Cukup istirahat
Agar ibu hamil tidak merasa kelelahan dan untuk menghemat energi
saat berpuasa, disarankan untuk memperbanyak waktu istirahat.
Diperlukan tidur siang bagi ibu hamil selama beberapa jam, agar dapat
mencegah lemas saat berpuasa. Usahakan untuk tidur lebih banyak
dibandingkan saat tidak hamil. Hindari agar tidak kekurangan tidur
akibat begadang.
4. Hindari Stress dan Pekerjaan Berat
Selain menjaga kebugaran fisik dan menambah asupan gizi, tentu
saja ibu hamil harus menghindari stress dan pekerjaan yang berat.
Terkadang, para ibu tidak begitu memperhatikan masalah mentalnya saat
hamil. Lebih dari itu, saat merasa stress, ibu hamil suka
melampiaskannya pada aktivitas yang beresiko.
Maka, hindari stress. Stress adalah tekanan oleh karena berbagai
hal yang sedang dihadapi. Untuk menghindarinya tentu saja dengan
lebih bijak dan berusaha memahami. Berbagai permasalahan saat
dihadapi dengan bijak serta dapat dipahami, maka stress dapat
dihindari. Sebab biasanya stress disebabkan oleh berbagai ketakutan
atau kekhawatiran.
Begitu juga hindari pekerjaan yang berat. Memang sebagian ibu saat
ini banyak yang bekerja. Terkadang pekerjaannya bisa saja merupakan
pekerjaan yang berat. Di saat tidak berpuasa saja, pekerjaan yang
berat bisa beresiko, terlebih lagi pada saat hamil. Maka sebisa
mungkin hindari hal ini.
Stress dan pekerjaan berat meskipun bukan terkait dengan fisik,
namun dapat mempengaruhi fisik. Karena fisik yang sehat biasanya
dibarengi dengan mental yang baik. Jadi, usahakan agar menjaga mental
saat hamil dan berpuasa, agar keduanya dapat dijalankan dengan
maksimal.
Itu dia beberapa tips terkait berpuasa bagi ibu hamil. Semoga tips ini dapat membantu para ibu sekalian. Periksakan terlebih dahulu kondisi fisik Anda dan tanyakan kepada dokter terkait kebolehan berpuasa saat hamil agar lebih yakin.
Kehamilan merupakan sebuah anugerah bagi para Ibu. Karena Allah SWT telah mempercayakan amanah yang luar biasa sehingga bertambah kedekatannya kepada Allah SWT. Setiap kali ibu menjaga bayi dalam kandungan hingga lahir, kemudian membesarkannya, begitu juga mengalir pahala yang besar untuk menjadi tabungan amal yang akan dihisab oleh Allah SWT di akhirat kelak.
Menjaga bayi dalam kandungan atau janin bukanlah hal yang tidak
mungkin. Karena keberadaan janin merupakan keajaiban tersendiri dari
Allah SWT. Janin, meskipun masih di dalam kandungan, dapat merespon
aktivitas yang dilakukan oleh ibunya. Karenanya, merawat bayi bahkan
termasuk mendidik bayi yang masih dalam kandungan ternyata dapat
dilakukan.
Pedoman Islam Bagi Bayi Dalam Kandungan
Merawat bayi mulai berada di perut hingga terlahir ke dunia adalah
salah satu tugas bagi orang tuanya. Yang bertanggung jawab atas bayi
bukan hanya ibu, ayah pun harus turun ikut serta merawat si bayi agar
tumbuh dengan baik. Untuk merawat bayi, tentunya ada cara-cara
tertentu untuk dilakukan oleh sepasang suami istri.
Merawat bayi sejak masih di janin adalah hal yang harus dilakukan,
sebab sang janin yang masih berada di dalam perut sudah dapat
merespons apa yang ada diluar. Selain merawat dari tubuh ibunya
seperti memberikan sang ibu nutrisi yang cukup, lingkungan sekitar
pun berpengaruh kepada janin.
Di dalam islam sendiri dianjurkan untuk para orang tua menjaga dan
merawat janin. Anjuran tersebut terdapat pada sunnah, ilmu
pengetahuan dari para guru besar islam dan bersumber dari ilmu kajian
kedokteran. Lantas bagaimana pedoman Islam untuk merawat bayi yang
masih di dalam kandungan?
1. Memberikan Gizi yang Cukup
Jika orang tua menginginkan keturunannya tumbuh sehat dianjurkan untuk merawat bayi dalam kandungan menurut Islam, salah satunya dengan memberikan nutrisi yang cukup untuk Ibu hamil, dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup dapat membantu pertumbuhan sel, otak, bagian tubuh janin, serta menghindarkan dari kecacatan dan keguguran pada janin.
2. Berikan Rizki yang Halal
Selama seorang ibu mengandung ada beberapa anjuran makanan yang harus dikonsumsi dan ada juga yang harus dihindari. Hal yang penting dikonsumsi selama kehamilan pertama adalah kehalalan makanannya. Seorang ibu harus mengetahui makanan yang dibeli dari sang ayah, apakah uang yang dipakai halal atau tidak.
Jika uang yang dipakai untuk membeli makanan kepada istri tidak
halal, maka akan berpengaruh kepada janin. Setiap makanan yang masuk
ke perut ibu hamil, maka makanan tersebut akan menjadi darah daging
di tubuh sang bayi dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kelak
ketika lahir.
Sebaliknya, jika sang ayah menafkahi ibu dan bayi yang ada di
dalam kandungan bayi dengan cara yang halal. Maka akan berdampak
bagus pada perkembangan janin hingga janin yang ada di kandungan sang
ibu akan memiliki jiwa yang bagus.
Bayi Dalam Kandungan, sumber : Mathabah.org
3. Giat Melakukan Ibadah
Selain memberikan nutisi yang cukup, memberikan nafkah yang halal,
ibu dan ayah dari calon bayi itu harus beribadah dengan baik. Sering
membaca Al-Qur’an dan melakukan hal kebajikan adalah salah satu
cara untuk perkembangan bayi. Di dalam solat, pastinya membaca
Al-Qur’an merupakan salah satu menambah perkembangan bayi menjadi
cerdas.
Selain solat dan membaca Al-Qur’an membuat perkembangan bayi bagus, salah satu otak bayi akan menjadi cerdas. Indra pendengaran bayi merupakan yang digunakan oleh janin. Jika orang tua menginginkan bayinya tumbuh menjadi seorang Hafidz dan Hafidzah langkah ini sangat bagus.
Mengajak janin berkomunikasi salah satu arah, sebab janin yang
berada di kandungan mendengar dan terkadang merespons dengan
tendangan-tendangan lembut ke perut ibunya. Air ketuban penghantar
suara yang bagus sehingga janin dapat mendengar suara detak jantung,
aliran darah atau udara, di usus.
Dan tentu janin bisa mendengar suara keras yang mengejutkannya.
Jadi, ibu, ayah dan keluarga dapat berkomunikasi secara lembut dengan
janin. Melindungi janin dari hal-hal yang membahayakan seperti
mendeteksi jika ada gangguan pada pertumbuhannya harus segera
diatasi.
Jika masih belum bisa membaca Al Quran dengan baik, bisa juga
dengan memperdengarkan murottal melalui alat seperti mp3 player.
Intinya, respon pendengaran dari janin ini harus dimanfaatkan agar
sejak masih janin, sang bayi memahami sunnatullahnya sebagai manusia
yaitu melakukan ibadah dan menjadi hamba Allah yang baik.
4. Menjauhkan Diri Dari Maksiat dan Keburukan
Jauhkan diri dari kemaksiatan. Karena akan menjaga bayi dalam
kandungan sekaligus mendidiknya. Meskipun sebenarnya bukan kita
sendiri yang melakukannya, namun bisa saja kita berada di tempat atau
lingkungan yang tidak selalu aman dan jauh dari maksiat. Begitu juga
jauhkan Ibu dan bayi dalam kandungan dari lingkungan yang tidak
sehat.
Beberapa contoh kondisi lingkungan yang tidak sehat seperti
lingkungan para perokok, lingkungan yang berada di tempat yang ribut
dan kondisi lingkungan lainnya yang tidak kondusif bagi Ibu hamil dan
janin. Upaya untuk menjaga diri ini, sedikit banyaknya akan memiliki
dampak positif bagi diri dan bayi hingga lahir dan besar nantinya.
Itu dia informasi terkait beberapa tips yang bisa dilakukan untuk
menjaga dan mendidik bayi dalam kandungan. Karena bayi adalah karunia
dari Allah SWT yang akan menghiasi hidup orang tua sekaligus juga
bisa menjadi jalan untuk mendapatkan pahala yang besar oleh karena
membesarkan dan mendidiknya dengan baik.
Memiliki karunia
terindah, melahirkan seorang bayi merupakan hal yang paling
dinantikan dengan penuh harapan dan usaha yang kuat bagi seorang ibu.
Begitulah Allah SWT menunjukkan arti hidup kepada manusia. Namun
tidak hanya sampai di situ, bayi yang baru lahir juga harus
mendapatkan perhatian penuh dari kedua orang tuanya.
Berbeda dengan
anak-anak yang relatif sudah bisa berekspresi, berbicara, bersikap,
bayi yang baru lahir hanya mampu menangis. Bayi yang baru saja
dilahirkan masih tidak memiliki kemampuan sebagaimana manusia yang
normal. Sehingga penting bagi setiap orang tua untuk memberikan
perhatian ekstra kepada bayinya.
Lantas apa yang perlu dilakukan? Tentu saja menggali informasi. Sebagai orang tua kita dituntut untuk belajar dan terus belajar demi memberikan yang terbaik bagi si kecil hingga di besar. Maka, khusus edisi kali ini, aqiqah purwokerto akan memberikan beberapa informasi yang perlu dipahami setiap orang tua tentang bayi yang baru lahir.
Informasi ini kami
kutip dari halaman dan artikel yang penulisnya adalah seorang dokter.
Dari beberapa artikel, kami meringkasnya menjadi satu bagian yang
mudah untuk dibaca. Namun tentu saja, segala informasi yang telah
kami rangkum ini tidak terlepas dari ketidak telitian dan ketidak
akuratan. Jadi, silahkan berkonsultasi lebih jauh kepada ahli dan
dokter yang ada di sekitar Anda.
Fakta Tentang Bayi
Yang Baru Lahir
Bagaimana menghadapi bayi yang baru lahir? Yang jelas, pasti berbeda dengan anak-anak, apalagi orang yang sudah dewasa. Sebagai orang tua, kita harus mengerti apa yang perlu kita lakukan kepada bayi kita. Sebelum itu, ada beberapa informasi tentang bayi saat baru saja dilahirkan sehingga bisa menjadi acuan saat melakukan perawatan kepada bayi.
1. Jam Tidur Bayi
Ternyata bayi tidur
selama 16 hingga 18 jam dalam sehari. Namun hal ini merupakan
akumulasi. Sebenarnya bayi tidur 1-2 jam kemudian bangun dan tidur
kembali, terus menerus demikian, sehingga dalam sehari saat
dijumlahkan bisa mencapai 18 jam. Jadi kepada orang tua, tidak perlu
panik, malah harus membiarkan bayi tetap memenuhi jam tidurnya.
Rentang waktu 1-2
jam ini juga harus dibersamai oleh sang ibu. Karena pada malam hari
bayi juga hanya tidur maksimal 2 jam, terbangun, kemudian tidur
kembali. Bagi orang tua, tentu mengikuti ritme ini agak sedikit
sulit, karena terbiasa tidur berjam-jam saat malam hari.
Menurut
dokter, terkait tidur bayi di malam hari ini diakali. Usahakan saat
siang hari bayi diajak berinteraksi sehingga lebih sering terjaga.
Jika bisa dilakukan, maka tidurnya di malam hari akan relatif lebih
panjang, tidak sebentar-bentar terjaga. Tetapi jangan memaksakan
apabila bayi kita tidak mau untuk tetap terjaga di siang hari. Orang
tua harus mengikuti ritme sang buah hati.
Bayi Yang Baru Lahir, sumber ig @peccopecopeko
2. Waktu Menyusui
Sumber makanan
terbaik bagi bayi yang baru lahir sampai beberapa bulan adalah air
susu ibu. Pada masa awal-awal ini, jangan sekalipun memberikan asupan
lain selain ASI. Bahkan hanya air putih saja tidak disarankan, cukup
ASI saja.
Hal ini dikarenakan
sistem pencernaan bayi yang masih baru. Belum tumbuh dan dapat
menyesuaikan dengan berbagai jenis makanan. Sang ibu perlu memahami,
bahwa pemberian ASI ini disarankan setiap 1-2 jam sekali. Usahakan
agar tidak kekurangan atau terlambat saat memberikan ASI, karena
aktivitas ini sebagaimana aktivitas makan pada orang dewasa.
3. Gumoh
Gumoh terlihat
seperti sebagaimana orang dewasa muntah. Pada bayi, gumoh terjadi
saat setelah menyusui, yaitu memuntahkan susu yang sudah masuk ke
dalam perut. Mengapa hal ini dapat terjadi?
Sebagaimana
diketahui, lambung dan usus kecil masih berukuran relatif kecil dan
kerjanya belum sebagaimana anak-anak atau orang dewasa. Sehingga saat
bayi meminum ASI, sangat berpotensi terjadi gumoh apabila
kekenyangan.
Maka, hindari
pemberian ASI yang berlebihan. Jika tidak mengerti cara memastikannya
jangan khawatir. Normalnya sang bayi sendiri yang memahami saat sudah
kenyang. Selanjutnya, untuk menghindari gumoh, setelah diberikan ASI,
posisikan bayi tegak dan pada kondisi perut yang tidak terjepit
hingga bayi bersendawa.
4. Pakaian Bayi
Bayi masih tidak
mampu mengatur suhu tubuhnya. Oleh karena pada bayi belum terdapat
lemak yang cukup untuk menjaga suhu tubuh agar tetap normal.
Karenanya, bayi biasanya dipakaikan pakaian yang dapat menjaga
kehangatan tubuhnya. Jadi, suhu normal untuk bayi adalah hangat.
Pakaian Bayi
Dalam beberapa
kondisi, bayi dibedong terutama saat setelah dimandikan. Apabila
masih kurang hangat, bisa ditambah dengan penutup kepala. Namun orang
tua juga harus mengerti dengan kondisi lingkungan. Bisa saja kondisi
lingkungan juga panas, sehingga pakaian bayi harus menyesuaikan.
5. Kondisi Kulit
Bayi
Kulit bayi yang baru
lahir sangat sensitif. Sehingga jauhkan bayi dari berbagai sentuhan
yang kasar dari benda atau dari sentuhan kita sendiri. Perhatikan
juga pakaian bayi, agar dipakaikan pakaian yang lembut yang tidak
menyebabkan goresan apalagi luka pada bayi.
Biasanya yang sering
terjadi adalah ruam popok. Ruam popok adalah lecet pada bagian
sekitar kelamin karena dipakaikan popok. Maka, sebisa mungkin
lindungi bayi Anda dari hal ini. Meskipun menggunakan popok dapat
memudahkan kita, namun kesehatan kulit bayi perlu diutamakan.
6. Pencernaan Bayi
Bayi yang baru lahir
sering langsung buang air saat setelah disusui. Hal ini tidak perlu
dicemaskan oleh karena normal terjadi. Berbeda dengan orang dewasa
yang hari memeriksakan diri jika terus menerus buang air, pada bayi
hal ini normal.
Kemudian perhatikan
warna feses bayi. Karena hanya sekedar mengkonsumsi ASI, maka warna
feses bayi biasanya berwarna hitam kehijauan. Jika warnanya berbeda,
dan perbedaannya mencolok, segera konsultasikan kepada bidan atau
dokter yang ada di sekitar Anda.
7. Tali Pusar
Tali pusar pada bayi
bagaikan bekas sisa operasi pada orang dewasa. Saat bayi baru lahir,
rawatlah tali pusarnya hingga terputus secara alami. Jika terjadi
pembengkakan atau keanehan, segera konsultasikan kepada dokter.
Karena dimungkinkan terjadi infeksi.
8. Cara Mengerti
Bayi
Bayi yang baru lahir
dapat mendengar suara, mencium aroma dan melihat. Namun semuanya
tentu saja masih terbatas, belum sebagaimana manusia normal. Saat
bayi mendengar suara, mencium aroma dan melihat sesuatu yang berbeda,
maka biasanya dia akan memberi tanggapan dengan tangisan. Yang paling
dikenal bayi adalah ibunya sendiri, karena bayi terbiasa mendengar,
mencium aroma dan melihat ibunya.
Semoga beberapa informasi ini bermanfaat. Lakukan penelitian lebih jauh tentang kebenarannya, semoga dapat membantu Anda. Simak ulasan menarik lainnya terkait nutrisi ibu hamil di halaman aqiqah purwokerto.