Menyambut kelahiran buah hati adalah hal yang ditunggu sekaligus
dicemaskan. Namun Allah SWT telah memberikan petunjuk tentang apa
yang perlu dilakukan. Salah satunya adalah persiapan untuk
melaksanakan aqiqah, mempersiapkan nama dan lainnya. Nah, adakah
ketentuan yang berbeda untuk hewan aqiqah anak laki-laki dan
perempuan?
Dengan teknologi kedokteran yang ada, memprediksi waktu kelahiran,
mengetahui jenis kelamin dan beberapa informasi kehamilan lainnya
dapat diketahui. Nah, informasi yang dapat diketahui sebelum
kelahiran ini dapat bermanfaat salah satunya untuk mempersiapkan
berbagai kebutuhan sang buah hati saat setelah kelahiran nantinya.
Ketentuan Aqiqah Anak Laki-laki
Pada pedoman aqiqah dalam Islam, ada sedikit perbedaan terkait ketentuan aqiqah anak laki-laki dan perempuan. Namun perbedaan ini terkadang juga bisa diabaikan. Karena beberapa pedoman memang memberikan kemudahan apabila tidak mampu memenuhinya. Berikut ini beberapa ketentuan yang perlu dipahami sebelum melaksanakan aqiqah:
1. Waktu Pelaksanaan Aqiqah
Banyak para orang tua yang bertanya-tanya, kapan waktu terbaik
melakukan aqiqah untuk anak? pada dasarnya waktu melakukan aqiqah
bukan saklek pada hari ketujuh setelah kelahiran karena pada hari ke
14 ataupun 21 juga diperbolehkan. Hal ini diperkuat dengan salah satu
riwayat.
Dari Abu Buraidah R.A. Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh,
atau keempat belas, atau kedua puluh satunya (HR. Baihaqi dan
Thabrani). Jadi dari riwayat tersebut dapat disimpulkan bahwa
pelaksanaan aqiqah itu mulai dari 7 dan kelipatannya yaitu 14 dan 21.
2. Jumlah Hewan Aqiqah
Poin berikutnya yang tak kalah penting yaitu memahami berapa
jumlah kambing untuk kelahiran si kecil. Seperti yang telah
dijelaskan di atas bahwa kambing aqiqah anak laki-laki dengan
perempuan cukup berbeda jumlahnya. Untuk anak laki-laki disunnahkan
dengan 2 ekor kambing sementara anak perempuan dengan satu ekor
kambing.
Salah satu riwayat yang menyatakan hal serupa yaitu Dari Amr Bin
Syu’aib dari Ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing)
karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk anak laki-laki
dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing. (HR Abu
Dawud, Nasa’i, Ahmad).
3. Jenis Hewan Aqiqah
Setelah mengetahui jumlah hewan aqiqah untuk anak yang baru lahir,
berikutnya mengetahui apa saja jenis hewan yang diperbolehkan untuk
aqiqah. Hewan yang disembelih saat aqiqah bisa berupa kambing maupun
domba, untuk jenis kelamin dari hewan tersebut tak dipermasalahkan
baik jantan ataupun betina.
Pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh Aisyah R.A. yang
berkata “Nabi SAW memerintahkan mereka agar disembelihkan aqiqah
dari anak laki-laki dua domba yang sepadan dan dari anak perempuan
satu ekor.” (Shahih riwayat At Tirmidzi).
Masih ada beberapa ketentuan lainnya yang perlu diketahui untuk
syarat hewan untuk aqiqah. Ada beberapa poin yang harus dipenuhi saat
memilih hewan untuk aqiqah si kecil. Hal ini tak sesulit yang
dipikirkan. Untuk mengetahui lebih lanjut, maka tetap mengikuti
penjelasan artikel ini hingga selesai dan tuntas.
Jenis Dan Syarat Hewan Untuk Aqiqah Si Kecil
Berikut ini uraian mengenai jenis dan syarat hewan aqiqah untuk
bayi yang baru lahir:
Jenis hewan yang diperlukan
untuk aqiqah berasal dari mamalia kecil seperti kambing dan domba.
Untuk kategori kelamin
kambing abik jantang maupun betina sama saja tidak menjadi masalah.
Umur hewan untuk aqiqah
sama dengan ketentuan hewan qurban, dengan domba maupun biri-biri
cukup satu tahun.
Kambing Aqiqah, sumber ig @lensproducties
Jadi itulah penjelasan mengenai kambing aqiqah anak laki-laki
dengan dua ekor dan anak perempuan dengan satu ekor kambing saja.
Saat pelaksanaan aqiqah, sunnah lainnya yang bisa dilakukan yaitu
mencukur rambut si kecil dan memberikan nama.
Berapa Pembagian Porsi dari 1 Ekor Kambing?
Salah satu anjuran bagi pelaksanaan aqiqah adalah memakan sebagian
masakan hewan dan membagikannya kepada kerabat. Bagi para orang tua
yang jarang berurusan dengan ternak kambing dan baru pertama kali
melaksanakan aqiqah biasanya kebingungan terkait pembagian ini,
terutama pada jumlah porsinya. Untuk memudahkan, yang pertama kali
bisa Anda lakukan adalah menghubungi jasa aqiqah di Purwokerto.
Jika sudah memilih jasa aqiqah Purwokerto yang sesuai syariat Islam, hal kedua yang harus diperhatikan adalah tentang berapa porsi gulai yang bisa dihasilkan dari 1 kambing. Untuk ini, sebenarnya tidak ada angka khusus karena ini tergantung dari besarnya kambing yang disembelih. Selain itu, besar kecilnya porsi juga turut mempengaruhi jumlah yang bisa didapatkan.
Hanya saja, pada umumnya 1 kambing bisa menghasilkan 70 porsi
gulai plus 250 tusuk sate. Bisa dikatakan, ini paket hemat. Adapun
untuk paket aqiqah dengan kambing ukuran lebih besar bisa lebih besar
pula jumlah porsinya. Bahkan, jika hanya menggunakan porsi gulai
saja, tanpa sate, bisa lebih banyak gulai yang dihasilkan. Di sini,
Anda bisa menentukan menu apa yang akan dipilih apakah gulai saja,
sate saja atau kombinasi keduanya.
Jika kita tidak menghitung jumlah porsinya, maka bisa saja jumlah
aqiqah yang dibagikan orang. Misal, jumlah tetangga, teman, keluarga
dan kerabat yang akan kita bagikan aqiqah ini adalah 80 orang.
Sedangkan paket hemat aqiqah menghasilkan 70 porsi gulai plus sate.
Jika terdapat permintaan khusus, bisa dikonsultasikan kepada jasa
aqiqah. Karena terdapat paket dan layanan yang bisa disesuaikan.
Itu dia berbagai informasi yang terkait hewan aqiqah anak laki-laki serta pembagian porsi aqiqah setiap 1 ekor kambing. Semoga informasi ini bermanfaat.
Terkait Aqiqah diri sendiri, maka perlu dipahami bahwa permasalahan ini memang biasanya terjadi. Oleh karena tidak semua anak memiliki kondisi yang sama di masa kecilnya. Namun, bagi para orang tua yang baru saja dikaruniai anak dari Allah SWT, menurut pedoman yang telah ada, hukum melaksanakan aqiqah adalah sebuah anjuran. Agar tidak perlu terjadi hal-hal seperti orang yang belum pernah diaqiqahkan. Hal ini sebagaimana yang disampaikan didalam hadis :
Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa saalam : Dari Samurah bin
Jundab dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Semua anak bayi
tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih
hewan, diberi nama dan dicukur rambutnya”. (HR. Abu Dawud (2838),
Tirmidzi (91552), Nasa’I (7166), Ibnu Majah (3165), Ahmad (5/7-8,
17-18, 22), dan Ad Darimi (2/81)).
Akan tetapi jika pada waktu saat 7 hari kelahiran kita sendiri merasa belum pernah diaqiqahkan oleh orang tua kita terutama ayah, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus Aqiqah diri sendiri? Atau tidak usah melakukan aqiqah untuk diri kita. Bagaimanakah hukumnya? Jika ingin tahu, simaklah penjelasan dibawah ini dengan baik agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai pembahasan ini.
Aqiqah diri sendiri
Pembahasan terkait aqiqah bagi diri sendiri ini memang sangat dikelirukan oleh sebagian masyarakat yang sering bertanya-tanya. Boleh gak sih jika kita mengaqiqahkan diri kita sendiri. Baik dalam pembelian hewan qurbannya atau proses aqiqahnya berlangsung?
Jawabannya adalah boleh. Mengapa demikian? Sebab, Rasulullah SAW.
Juga mengaqiqahkan dirinya sendirinya sendiri sejak Rosul diangkat
menjadi Nabi. Akan tetapi, hadis ini dho’if alias tidak kuat.
Berikut ini penggalan hadisnya :
ان النبي
صلى الله عليه وسلم عق عن نفسه بعد ما بعث
نبيا
Yang artinya : Nabi SAW. Mengaqiqahi dirinya sendiri setelah ia
diutus sebagai Nabi. (HR. Al-Baihaqi 9:300)
Banyak perdebatan masalah penggalan hadis diatas, salah satunya
disampaikan oleh Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ (8:250) , berkata
bahwa hadis ini adalah hadis batil. Sedangkan Al-Baihaqi mengatakan
bahwa hadis ini adalah hadis yang munkar. Jadi banyak pendapat yang
tidak setuju dengan hadis ini.
Karena aqiqah adalah salah satu tanggung jawab para ayah untuk mengaqiqahkan anaknya. Kita kembali kepada tujuan aqiqah bahwa, aqiqah adalah salah satu ucapan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Yang telah menganugerahi keturunan sebagai pelengkap didalam keluarganya. Dan ayahlah yang bertanggung jawab akan aqiqah, bukan ibu, saudara, maupun diri kita sendiri.
Pendapat para ulama terkait aqiqah diri sendiri
Pedoman Aqiqah, sumber : Suara Muslim
Muhammad bin Qosim Al-Ghozzi adalah penulis Kitab Fathul Qorib
didalamnya terdapat pendapat Mazhab Syafi’i yang mengatakan bahwa :
Aqiqah tidaklah luput jika diakhirkan setelah itu. Jika aqiqah
diakhirkan hingga baligh, maka gugurlah tanggung jawab aqiqah dari
orang tua terhadap anak. Adapun setelah baligh, anak punya pilihan
bisa mengaqiqahi dirinya sendiri.
jadi, jika si anak sudah baligh belum juga diaqiqahkan oleh orang
tuanya, maka orang tua sudah tidak ada kewajiban untuk mengaqiqahkan
anaknya, tanggung jawabnya gugur untuk mengaqiqahkan anaknya. Jika
seorang anak sudah baligh dia berhak untuk mengaqiqahkan dirinya
sendiri.
Ada ulama yang menyetujui pendapat bahwa jika kita belum pernah
diaqiqahkan oleh orang tua kita maka kita dianjurkan untuk
mengaqiqahkan diri kita sendiri seperti Ibnu Sirin.
Ibnu Sirin berkata :
لو أعلم أنه
لم يعق عني لعققت عن نفسي
Artinya : “seandainya aku tahu bahwa aku belum diaqiqahi, maka
aku akan mengaqiqahkan diriku sendiri.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dan
Mushonnaf, 8: 235-236. Sanadnya shahih kata syaikh Al-Albani dalam As
Silsilah Ash Shahihah no.2726).
Sedangkan Imam Malik bertentangan dengan pendapat diatas,
menyatakan bahwa jika masih kecil belum di aqiqahkan maka, tidak usah
diaqiqahkan juga tidak apa-apa sebab aqiqah hanyalah sebagai satu
simbol kebiasaan umat islam dan hukumnya sunnah muakkad.
Imam Malik menyatakan bahwa yang belum aqiqah mereka tidak
mengaqiqahi dirinya sendiri setelah masuk islam. (Al-Mudawanah
Al-Kubro karya Imam Malik dengan riwayat Sahnun dari Ibnu Qosim,5:
243. Dinukil dari Fathul Qarib, 2: 252).
Tidak perlu mengaqiqahkan diri sendiri. Berikut perkataannya :
tidak perlu menaqiqahi diri sendiri karena hadis yang membicarakan
hal tersebut dho’if. Bisa kita lihat, apakah di zaman jahiliyah
para sahabat Rasulullah SAW. Mengaqiqahkan dirinya sendiri setelah
masuk islam? tentunya tidak.
Kesimpulan
Begitulah beberapa pendapat terkait pelaksanaan aqiqah bagi diri sendiri. Tujuannya agar tidak ada kesalah pahaman. Sebab bisa saja terjadi pertentangan, oleh karena kebolehan diatas merujuk kepada hadis dho’if. Namun kami secara pribadi memasukkan hadis dho’if sebagai landasan apabila tidak terdapat dalil lainnya yang lebih kuat daripada dalil tersebut.
Sehingga di sini terdapat dua aspek yang dapat kita pahami. Yaitu
bagaimana memahami hukum dan melihat pendapat yang paling tepat di
ambil jika terdapat beberapa pendapat yang berbeda. Lebih dari itu,
dari semua pendapat, tidak ada yang mewajibkan, tidak pula ada yang
mengharamkan.
Sedangkan jika dibahas menurut hukum aqiqah sendiri, adalah
sunnah, maka aslinya, saat tidak dilaksanakan bahkan hingga sudah
dewasa ternyata tidak menyebabkan dosa. Sehingga bagaimanapun
perbedaannya, untuk memahami hal ini bisa dikembalikan kepada hukum
aqiqah asal yaitu saat masih berusia 7 hari setelah kelahiran.
Demikian ulasan dan pendapat kami yang kami dasari dengan landasan
yang kami sampaikan diatas. Amalan ibadah individual ini memang
dikembalikan kepada individunya masing-masing. Semoga ulasan ini
dapat memberikan pencerahan kepada kita semua. Mohon maaf apabila
terjadi kesalahan. Wallahu a’lam.
Bagi orang tua yang
baru saja dikaruniai anak, maka melaksanakan aqiqah adalah salah satu
ibadah yang dianjurkan. Tata cara melaksanakan aqiqah juga harus
diperhatikan, agar pelaksanaan ibadah ini dapat diterima oleh Allah
SWT. Karena hanya ibadah yang sesuai tuntunan saja yang dapat
diterima oleh Allah SWT, sang penentu syariat.
Aqiqah adalah wujud
rasa syukur atas karunia keturunan yang Allah SWT anugerahkan kepada
kita. Rasa syukur ini diwujudkan dengan melaksanakan aqiqah
sebagaimana tata cara yang telah ditentukan, yaitu sesuai sunnah
Rasulullah SAW. Sebelum masa Rasulullah, aqiqah sudah dilaksanakan
sesuai kepercayaan orang arab pada masanya. Untuk mensucikan kembali
ibadah ini, Rasulullah SAW kemudian mencontohkan tata caranya kepada
kita.
Saat ini pelaksanaan aqiqah dilaksanakan dengan berbagai cara. Dari semua cara yang dilakukan, sebenarnya ada beberapa tata pelaksanaan yang tetap harus ada sebagai ibadah yang sebenarnya. Sedangkan yang lainnya hanyalah tambahan yang menjadi teknis acara saja. Bagaimana tata cara melaksanakan aqiqah yang sesuai dengan sunnah?
Para Ulama fikih
mazhab Syafi’I dan pendapat Masyhur Mazhab Hanbali menyatakan bahwa
Aqiqah hukumnya Sunnah Muakkadah (Sunnah yang sangat dianjurkan untuk
melakukannya). (Nihayatul Muhtaj (8/137), Al-Majmu’ dan Imam
An-Nawawi (8/435), Mathalib Ulin Nuha (2/488), Mughnil Muhtaz
(4/293)).
Mereka berdalil
dengan hadist Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa saalam : Dari
Samurah bin Jundab dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Semua
anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya
disembelih hewan, diberi nama dan dicukur rambutnya”. (HR. Abu
Dawud (2838), Tirmidzi (91552), Nasa’I (7166), Ibnu Majah (3165),
Ahmad (5/7-8, 17-18, 22), dan Ad Darimi (2/81)).
Maka kami memahami,
bahwa menurut hemat kami, aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad.
Maknanya adalah sunnah yang dikuatkan. Kami juga memahami bisa saja
terdapat perbedaan pendapat dalam permasalah ini, namun kami tetap
mengambil pendapat ini sesuai pilihan kami.
Jika aqiqah hukumnya
sunnah muakkad, maka saat berniat melaksanakannya tetap wajib untuk
melakukannya sesuai dengan yang dicontohkan. Karena apabila tidak
sesuai tuntunan, ibadah sunnah ini juga tidak sah dilaksanakan, atau
dihukumi tidak bernilai ibadah sama sekali.
Mencukur Rambut Bayi, sumber : www.babatpost.com
Tata Cara
Pelaksanaan Aqiqah
Jika melaksanakan aqiqah sesuai tuntunan perlu dilakukan agar menjadi ibadah yang bernilai pahala, maka Anda perlu mengetahui tata caranya. Berikut beberapa tata cara melaksanakan aqiqah yang praktis :
1. Memberikan Nama
Anak
Bagi sebagian
referensi, memberikan nama anak dijadikan tata cara yang kedua
setelah menyembelih kambing. Hal ini sah-sah saja. Namun, saat
menyembelih kambing, sebenarnya nama anak disebutkan didalam doanya.
Sehingga kami mengambil pendapat bahwa mempersiapkan nama anak
didahulukan dalam tata cara ini.
Meskipun begitu, saat pelaksanaan acara aqiqah yang diadakan di tempat-tempat khusus yang dirancang jasa kontraktor jogja atau pembagian masakan aqiqah kepada kerabat-lah nama anak kemudian diketahui oleh khalayak dan didoakan. Jadi, apabila sudah dipersiapkan sebelumnya, akan lebih mudah untuk melengkapi pelaksanaan ibadah aqiqah ini. Sehingga saat penyembelihan, nama anak sudah disebutkan dalam doa penyembelihan hewan.
2. Menyembelih
Kambing
Hewan aqiqah yang paling dianjurkan adalah kambing. Baik jantan maupun betina. Hal ini berdasarkan hadits :
Dari Ummu Kurz ia berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda ‘Untuk seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan untuk anak perempuan adalah seekor kambing. Tidak mengapa bagi kalian apakah ia kambing jantan atau betina’.” (HR. Abu Dawud no. 2834-2835)
Sebagian referensi
menyatakan terdapat beberapa hewan ternak lainnya yang juga dapat
dijadikan hewan aqiqah. Namun kami mengambil pendapat bahwa hewan
aqiqah adalah kambing dan yang sejenisnya seperti domba.
Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan (Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dari-Mu dan untuk-Mu. Ini adalah aqiqoh fulaan).
3. Memasak Daging
Kambing
Memasak daging aqiqah menjadi tata cara pelaksanaan aqiqah oleh karena jumhur Ulama sepakat bahwa daging hewan aqiqah dibagikan dalam keadaan telah dimasak. Berikut pendapatnya :
“Dianjurkan
untuk tidak membagikan daging hewan aqiqah dalam keadaan mentah, akan
tetapi dimasak terlebih dahulu kemudian diantarkan kepada orang fakir
dengan nampan.” (Imam Al-Baghawi dalam kitab Atahzib)
Selain itu memang hal ini berlandaskan dalil :
Hadits Aisyah r.a: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)
Jadi melalui Aisyah r.a. bahwa Nabi menganjurkan hewan aqiqah dibagikan dalam keadaan telah dimasak.
4. Mencukur Rambut
Bayi
Biasanya aktivitas
mencukur rambut bayi ini dilakukan dengan pemberian nama sekaligus.
Namun intinya, baik mencukur rambut bayi dan memberikan nama
dilakukan pada hari ketujuh. Sekaligus menyembelih hewan aqiqah.
Hukum mencukur rambut bayi ini menurut kalangan Ulama hukumnya
sunnah.
Hewan Aqiqah, sumber : www.tiredearth.com
5. Memakan Sebagian
Daging
Disebut memakan
sebagian daging oleh karena dianjurkan untuk bersedekah juga dengan
hewan aqiqah pada saat hari ketujuh yaitu pada saat pelaksanaan
aqiqah. Hal ini berdasarkan,
Hadits Aisyah r.a:
“Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor
kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya.
Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”.
(HR al-Bayhaqi)
Jadi daging hewan
aqiqah dimakan sebagian dan sebagian lagi dibagikan sebagaimana
pembagian hewan qurban.
Itu dia tata cara pelaksanaan aqiqah. Semua hal yang terdapat pada tata cara ini bukan merupakan urutan, namun bisa juga diurutkan demikian. Inti pelaksanaan aqiqah adalah menyembelih hewan, memberi nama dan mencukur rambut sebagai kewajiban orang tua kepada anak yang baru lahir pada hari ketujuhnya.
Simak berbagai ulasan terkait aqiqah, kehamilan, ibu dan anak di halaman aqiqah purwokerto.
Aqiqah adalah kewajiban bagi setiap orang tua kepada anaknya yang baru lahir. Maka bagi para orang tua, meskipun baru, perlu memahami berbagai informasi terkait aqiqah ini. Agar pelaksanaan aqiqah dapat dijalankan sebaik mungkin dan semuanya berjalan sesuai ajaran Islam. Sehingga hak anak yang baru lahir dapat terpenuhi.
Memang diantara
masyarakat sudah ada para Ustadz atau Imam yang bisa membantu para
orang tua yang belum berpengalaman untuk melaksanakan acara ini.
Tetapi tidak ada salahnya, sebagai orang tua, kita memahami segala
hal yang terkait dengan hak anak-anak kita, salah satunya adalah
melaksanakan aqiqah.
Aqiqah ini merupakan ajaran Islam. Melakasanakan aqiqah sesuai As Sunnah sebenarnya merupakan pelaksanaan ibadah kepada Allah SWT. Maka, pedoman terhadap pelaksanaan ibadah ini tidak boleh tidak, harus bersandar kepada fiqih Islam. Untuk membantu memberikan pemahaman ini kepada para orang tua, berikut kami ringkas beberapa informasi terkait aqiqah.
Definisi Aqiqah
Aqiqah adalah
penyembelihan hewan yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada
Allah SWT terhadap karunia anak yang telah diamanahkan kepada kita.
Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Imam Ahmad dan jumhur ulama bahwa
dari segi syar’i, maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna
berkurban atau menyembelih (An-Nasikah).
Imam Jauhari
berkata, Aqiqah ialah “Menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan
mencukur rambutnya”. Ibnu Qayyim rahimahullah berkata “Dari
penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian karena
mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama”.
Demikian makna
aqiqah yang bisa kami ringkas.
Hewan Aqiqah, sumber : www.tiredearth.com
Hukum Aqiqah
Karena merupakan
ibadah, maka pelaksanaan aqiqah ini memiliki landasan hukumnya. Hukum
melaksanakan aqiqah adalah sebagai berikut :
Para Ulama fikih
mazhab Syafi’I dan pendapat Masyhur Mazhab Hanbali menyatakan bahwa
Aqiqah hukumnya Sunnah Muakkadah (Sunnah yang sangat dianjurkan untuk
melakukannya). (Nihayatul Muhtaj, (8/137), Al-Majmu’ dan Imam
An-Nawawi (8/435), Mathalib Ulin Nuha (2/488), Mughnil Muhtaz
(4/293)).
Mereka berdalil
dengan hadist Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa saalam : Dari
Samurah bin Jundab dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Semua
anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya
disembelih hewan, diberi nama dan dicukur rambutnya”. (HR. Abu
Dawud (2838), Tirmidzi (91552), Nasa’I (7166), Ibnu Majah (3165),
Ahmad (5/7-8, 17-18, 22), dan Ad Darimi (2/81)).
Maka kami memahami,
bahwa menurut hemat kami, aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad.
Maknanya adalah sunnah yang dikuatkan. Kami juga memahami bisa saja
terdapat perbedaan pendapat dalam permasalah ini, namun kami tetap
mengambil pendapat ini sesuai pilihan kami.
Hewan Aqiqah
Penyembelihan Hewan, sumber : Daily Express
Kebanyakan dari Umat
Muslim memahami bahwa hewan aqiqah adalah kambing. Jika lahir bayi
laki-laki, maka aqiqahnya adalah menyembelih 2 ekor kambing.
Sedangkan jika lahir bayi perempuan maka aqiqahnya adalah menyembelih
1 ekor kambing. Nah, bagaimana pembahasan yang sebenarnya? Berikut
kami ringkas.
Dalil hewan aqiqah
Dari Ummu Kurz ia berkata: Aku mendengar Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Untuk seorang anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan untuk anak perempuan adalah seekor kambing. Tidak mengapa bagi kalian apakah ia kambing jantan atau betina”.
Dari Ibnu ’Abbas: Bahwasannya Rasulullah shallallaahu meng- ’aqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain masing-masing dengan seekor kambing”.
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah. Kecuali jika terasa sulit bagi kalian, maka sembelihlah jadza’ah dari domba.” (HR. Muslim no. 1963).
Dari dalil-dalil
ini, kami memahami bahwa, hewan aqiqah adalah kambing atau hewan yang
sejenis seperti domba. Bagi bayi laki-laki 2 ekor, sedangkan bagi
bayi perempuan 1 ekor. Dibolehkan aqiqah 1 ekor kambing saja bagi
bayi laki-laki.
Hewan aqiqah sebaiknya kambing musinnah (yang sudah tumbuh giginya), yaitu berusia minimal 2 tahun. Jika tidak memungkinkan boleh hewan kambing yang berusia 6 bulan hingga satu tahun (jadza’ah).
Terdapat pendapat
lainnya yang membolehkan hewan seperti Sapi, Kerbau dan Unta. Namun
kami tidak mengambil demikian sesuai pilihan kami. Jika para pembaca
menemukan dalil yang membolehkan untuk hewan lainnya sebagai aqiqah,
semua kembali kepada pilihan masing-masing.
Kriteria Kambing
Aqiqah
Menurut pendapat sebagian ulama’, dalam kesempatan ini belum bisa kami sertakan, ada syarat terkait kambing yang akan menjadi hewan aqiqah. Maksudnya adalah, saat memilih kambing aqiqah, sebaiknya perhatikan bagaimana kondisi kambing yang akan dipilih.
Untuk membantu Anda, kami melihat terdapat kriteria lainnya selain umur dan jenis kelamin kambing. Kriteria tersebut terbagi menjadi kriteria utama dan kriteria kesehatan kambing aqiqah.
Kriteria utama kambing aqiqah adalah :
Fisiknya sempurna
Gemuk dan lemaknya banyak
Sudah cukup usia
Sedangkan kriteria
kesehatan kambing aqiqah adalah tidak memiliki cacat dan tidak kurus.
Pelaksanaan Aqiqah, sumber : www.pinterest.com
Pelaksanaan Aqiqah
Saat ini acara aqiqah sering dilaksanakan bak acara pesta atau kenduri sunatan dengan melibatkan jasa aqiqah. Namun, bagaimanapun pelaksanaannya, sebenarnya aqiqah hanya terdiri dari dua, yaitu penyembelihan hewan dan mencukur rambut bayi. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh dalil,
Imam Jauhari berkata, Aqiqah ialah “Menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya”. Ibnu Qayyim rahimahullah berkata “Dari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian karena mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama”.
Jadi yang paling penting adalah penyembelihan hewan pada hari ketujuh dan mencukur rambut bayi. Mengenai teknis dengan perayaan atau pesta, doa bersama, makan bersama, maka hal ini dikembalikan kepada orang tua. Bagi kami selama tidak melanggar syariat, maka dibolehkan. Demikian informasi terkait aqiqah, semoga bermanfaat.
Mencari jasa aqiqah di internet bisa memberikan manfaat tersendiri. Karena akses internet saat ini mudah dilakukan kapan saja dan relatif di banyak tempat. Apalagi saat ini handphone sudah menjadi alat yang lebih praktis daripadi personal komputer untuk mengakses informasi yang terdapat di dunia maya.
Jasa Aqiqah sendiri telah lama merambah ke marketing digital. Perusahan jasa SEO Jogja banyak menangani marketing atau sekedar pembuatan website yang berisi informasi jasa aqiqah yang dapat menjadi potensi lebih untuk mendatangkan pelanggan. Namun aktivitas pemasaran jasa aqiqah melalui website ini tentu saja ada kelebihan dan kekurangannya.
Untuk menghindari
berbagai hal yang tidak diinginkan, serta memahami bagaimana cara
mencari jasa aqiqah melalui internet, berikut kami sediakan beberapa
informasi terkait jasa aqiqah di internet dan cara mencarinya.
Jasa Aqiqah di
Internet
Sebagaimana bisnis-bisnis lainnya mulai dari pariwisata hingga sewa elf jakarta, jasa aqiqah juga perlu merambah ke dunia digital marketing melalui internet. Karena dunia marketing memang terus berkembang. Sehingga pemilik bisnis sampai pada tahap tertentu memang perlu merambah ke internet untuk memasarkan produknya.
Disadur dari web seo
anak sholeh, kelebihan marketing digital diantaranya :
1. Fleksibilitas
Marketing digital
lebih otomatis karena bisa dilakukan kapan saja. Selama pengguna
internet masih online, seluruh media, iklan, email bisa diakses dan
terlihat oleh mereka. Tanpa harus dibatasi oleh waktu dan tempat.
2. Efisiensi Biaya
Biaya operasional
marketing digital lebih ekonomis dibandingkan dengan marketing
konvensional. Misalnya marketing digital harus menggunakan alat
promosi yang bisa habis masa pakai sedangkan marketing digital tidak
demikian.
Namun hal ini
relatif. Banyak pelaku yang ingin jalan pintas sehingga meskipun
menggunakan marketing digital, mereka harus membayar mahal jalan
pintas tersebut. Tetapi juga tersedia banyak cara penjualan digital
yang tidak perlu mengeluarkan biaya.
3. Jangkuan Luas
Di dunia nyata, interaksi manusia terbatasi oleh ruang dan waktu. Berbeda dengan transaksi online. Transaksi online relatif bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Ini merupakan perbedaan yang signifikan dengan cara penjualan konvensional. Apalagi, saat ini banyak provider internet handal di daerah.
4. Lebih Praktis
Marketing digital,
lebih mudah dipraktikkan siapa saja karena skill yang dibutuhkan juga
mencakup penggunaan alat digital. Terkadang, sekedar mampu
memanfaatkan alat-alat sudah memberikan hasil tanpa harus memahami
prinsip-prinsip marketing.
Namun akan lebih
baik lagi apabila kemampuan menggunakan alat-alat digital dibarengi
dengan pemahaman tentang prinsip dasar marketing. Karena pasti
sedikit banyak akan berdampak pada persaingan dalam penjualan.
5. Persaingan Ketat
Antar Usaha
Kebanyakan
usaha-usaha baru atau usaha kecil segera tereliminasi oleh karena
usaha yang besar telah mampu menguasai pasar secara umum. Namun,
tidak begitu dalam dunia digital. Pelanggan yang nota bene pengguna
internet cenderung merdeka karena bisa berasal dari berbagai lokasi
dan waktu.
Kambing Aqiqah, sumber ig @lensproducties
Lihat saja bagaimana
lokasi yang strategis menjadi salah satu faktor yang dapat
meningkatkan penjualan pada marketing konvensional. Lokasi strategis
ini kebanyakan membutuhkan biaya mahal sehingga usaha besar-lah yang
akan menguasainya.
Sedangkan arena
persaingan digital adalah dunia online yang cenderung tidak bisa
dibedakan arena persaingannya. Semuanya, baik usaha besar dan kecil
atau baru akan bersaing secara sehat.
Mencari Jasa Aqiqah
di Internet
Dari uraian
kelebihan marketing digital, terlihat bahwa bisnis apapun akan lebih
berpotensi memiliki keuntungan yang besar apabila merambah ke pasar
online. Maka wajar saja jika banyak usaha aqiqah yang membuat website
untuk memasarkan produknya. Pemasaran online bagi layanan aqiqah
dapat mempermudah para marketing bisnis layanan ini.
Dari segi pemasaran,
terdapat mekanisme layanan yang membutuhkan waktu lama untuk
dijelaskan kepada konsumen. Apabila jasa aqiqah memiliki website,
maka dapat langsung memberikan informasi di websitenya yang dapat
diakses oleh konsumen kapan saja.
Selain itu,
persaingan bisnis layanan aqiqah menuntut pihak penyedia jasa layanan
aqiqah membuat inovasi pada layanannya. Semua bentuk inovasi dalam
pelayanan jasa aqiqah ini dapat ditampilkan melalui dokumentasi dan
akan mudah dilihat calon kosumen melalui website sehingga
memungkinkan mereka untuk tertarik.
Menu Aqiqah, sumber ig @klikaqiqahbandung.official
Beberapa inovasi layanan jasa aqiqah yang sering tampak adalah dari segi menu makanan, berbagai kegiatan pesta aqiqah, kegiatan sembelih aqiqah dan lain-lain. Di samping itu, dengan memiliki website, pihak jasa aqiqah dapat memberikan materi pedoman aqiqah atau berbagai tips ibu hamil dan perawatan anak melalui artikel yang dapat di post di website.
Untuk mencari jasa
aqiqah di internet, yang pertama tentukan terlebih dahulu apa
kebutuhan Anda. Misalnya mulai dari jenis kelamin anak. Karena bagi
jenis kelamin laki-laki diperlukan 2 ekor kambing sedangkan bagi
perempuan 1 ekor kambing. Selanjutnya adalah menu makanan yang cocok
dan jumlah porsi yang harus dibuat dari kebutuhan yang ada.
Setelah
mengidentifikasi seluruh kebutuhan, selanjutnya adalah mencari
informasi tentang jasa aqiqah. Anda dapat mencari informasi terkait
alamat, layanan dan berbagai hal yang memastikan bahwa jasa aqiqah
yang ada jelas. Informasi website yang bisa dipastikan keberadaannya,
maka informasi tersebut valid.
Selanjutnya adalah mekanisme pemesanan dan patokan harga. Terdapat jasa aqiqah yang bisa menjemput pemesanan. Sehingga pihak layanan aqiqah akan mendatangi rumah konsumen. Namun ada juga yang memerlukan kedatangan konsumen ke kantor layanan secara langsung. Kemudian adalah harga. Banyak jasa aqiqah Purwokerto yang menyediakan layanan berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Itu dia beberapa informasi terkait mencari jasa aqiqah di Internet. Semoga informasi ini dapat memberikan gambaran dan manfaat untuk Anda. Simak berbagai informasi lainnya terkait pedoman dan layanan aqiqah di halaman padiaqiqah.com. Apabila terdapat pertanyaan, saran dan kritik, berikan di kolom komentar yang tersedia.