Inilah Tips Menyimpan Daging Kambing, Agar Tetap Awet!

Inilah Tips Menyimpan Daging Kambing, Agar Tetap Awet!

Makan daging kambing tidak hanya pada saat acara aqiqah saja loh. Anda bisa juga membeli daging segar sendiri lalu dimasak di rumah. Namun sebagian masyarakat masih ada yang belum mengetahui, bagaimana menyimpan daging yang benar. Sehingga daging tersebut tidak awet dan akan cepat busuk. Oleh sebab itu simak tips menyimpan daging di bawah ini, agar tetap awet dan segar.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Untuk menyimpan daging kambing memang dibutuhkan teknik khusus. Sebab seperti yang telah anda ketahui bahwa bau daging kambing lebih mencolok ketimbang jenis daging lainnya. Banyak yang menyukai daging kambing yang telah dimasak, namun tidak suka dengan baunya ketika masih mentah. Biasanya daging kambing sering dibuat menjadi menu sate atau gulai seperti menu pada acara aqiqah.

Biasanya menu masakan kambing saat aqiqah tidak meninggalkan bau yang mencolok atau biasa disebut prengus. Oleh sebab itu, banyak sekali orang-orang yang suka dengan menu tersebut. Untuk anda atau anak anda yang belum aqiqah, maka bisa menghubungi jasa layanan aqiqah Purwokerto untuk melakukan pemesanan.

Ilustrasi daging kambing, Sumber : tirto.id
Ilustrasi daging kambing, Sumber : tirto.id

Cara Penyimpanan Daging Kambing

Anda bisa menikmati menu masakan yang anda sukai dari daging kambing di rumah. Agar daging kambing tetap awet dan segar, maka perlu disimpan dengan cara yang tepat. Selain itu anda juga tidak perlu khawatir kulkas akan tercemar dengan bau prengus dari kambing ini. Penasaran bagaimana caranya? Ikuti tips menyimpan daging kambing di bawah ini.

1. Hindari Mencuci Daging

Jika anda tidak berniat untuk langsung memasak daging kambing setelah membelinya, maka anda bisa menyimpannya di kulkas yang bagian freezer. Sebelum dimasukkan kulkas, daging mentah terebut tidak disarankan untuk dicuci terlebih dahulu. Ketika anda mencuci daging, maka air tersebut akan meresap ke dalam serat dan akan membuat kualitas daging menurun dan lebih cepat rusak atau busuk.

Selain itu, menyimpan daging kambing mentah yang telah dicuci akan membuat bau prengus dari kambing semakin menonjol. Hal inilah yang ditakutkan apabila saat ingin dimasak bau prengus tersebut akan tetap ada, dan membuat anda tidak selera untuk memakannya. Walaupun anda telah memasaknya menggunakan berbagai bumbu dan rempah-rempah, bau prengus tersebut akan tetap ada dan menyengat.

Ilustrasi mencuci daging, Sumber : lifestyle.kompas.com
Ilustrasi mencuci daging, Sumber : lifestyle.kompas.com

2. Lumuri Daging Dengan Air Lemon

Sebelum di masukkan ke dalam freezer, sebaiknya anda melumuri daging kambing tersebut dengan air perasan lemon. Jika anda tidak punya lemon, maka bisa menggunakan jeruk nipis sebagai alternatifnya. Perasan lemon atau jeruk nipis diyakini dapat membunuh bakteri yang menyebabkan bau prengus pada daging kambing tersebut.

Setelah anda memeras air lemon atau jeruk nipis, segera lumuri secara merata pada permukaan daging yang akan anda simpan. Setelah selesai melumuri, diamkan beberapa saat hingga air perasan lemon atau jeruk nipis tersebut meresap ke dalam daging. Anda bisa mendiamkan daging yang telah dilumuri air perasan lemon atau jeruk nipis tersebut kira-kira 25 hingga 30 menit.

Air perasan lemon, Sumber : beritasatu.com
Air perasan lemon, Sumber : beritasatu.com

3. Potong Daging Sesui Selera

Tips menyimpan daging kambing selanjutnya adalah memotong daging tersebut sesuai selera atau kebutuhan anda. Setelah melumuri daging dengan air perasan lemon, anda bisa memulai memotong daging kambing tersebut. Daging yang dipotong dengan ukuran kecil akan lebih mudah menyimpannya, sehingga tidak memakan space kulkas terlalu besar.

Selain itu juga pada saat mencairkan daging untuk di masak, tidak akan membutuhkan waktu yang begitu lama. Karena daging kambing telah dipotong sesuai ukuran standar masakan yang akan anda olah. Akan lebih efisien waktu bukan, saat mencairkannya.

Memotong daging kambing, Sumber : klikhijau.com
Memotong daging kambing, Sumber : klikhijau.com

4. Simpan di Wadah Tertutup

Hal selanjutnya yang perlu anda lakukan setelah memotong daging ialah, dengan menyimpan daging tersebut ke dalam wadah yang tertutup atau kedap udara sebelum memasukkannya ke freezer. Karena tadi anda sudah memotong daging sesuai kebutuhan, maka pisahkan daging-daging tersebut sesuai dengan ukurannya. Agar lebih memudahkan anda pada saat akan memasak daging.

Penggunaan wadah yang tertutup juga bermanfaat agar bau daging mentah tidak mencemari kulkas anda atau meja makan. Selain itu, daging kambing yang anda simpan juga akan lebih aman. Sehingga dapat membantu mengurangi risiko terkontaminasi dengan bakteri yang ada di sekitar.

Menaruh daging di wadah tertutup, Sumber : zakatsukses.org

5. Simpan di Freezer

Setelah meletakkan daging kambing ke dalam wadah yang tertutup atau kedap udara, saatnya menyimpan daging tersebut ke dalam freezer. Dengan menyimpan daging di dalam freezer menggunakan suhu beku, akan membuat daging kambing membeku. Ketika daging kambing beku, akan membuatnya semakin awet dan tahan lama.

Ilustrasi freezer, Sumber : grid.id
Ilustrasi freezer, Sumber : grid.id

6. Hindari Mencairkan Daging di Suhu Ruang

Ketika daging kambing yang telah anda bekukan akan dimasak, maka disarankan untuk anda tidak mencairkannya di suhu ruang. Mencairkan daging dengan suhu ruang dapat menyebabkan daging terkontaminasi dengan bakteri yang ada di sekitar. Lebih baiknya cairkan daging kambing anda di kulkas biasa yang bukan freezer, agar daging tetap aman dari bakteri.

Mencairkan daging beku, Sumber : gaya.tempo.co
Mencairkan daging beku, Sumber : gaya.tempo.co

Bagi anda yang ingin menyelenggarakan aqiqah, maka bisa menghubungi Padi Aqiqah. Kami siap melayani anda untuk area Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen, hingga Banyumas. Anda dapat memilih referensi menu aqiqah sesuai dengan kebutuhan anda. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi nomer yang ada di laman website kami.

Sekian informasi yang kami sampaikan mengenai tips menyimpan daging kambing yang tepat, agar tetap awet. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda. Nantikan artikel menarik lainnya dari kami yang bisa anda temukan di laman website Padi Aqiqah.

Perbedaan Aqiqah dan Qurban yang Wajib Anda Ketahui

Perbedaan Aqiqah dan Qurban yang Wajib Anda Ketahui

Perbedaan antara aqiqah dan qurban masih menjadi persoalan yang membingungkan di masyarakat. Pantas saja karena secara dhohir, aqiqah dan qurban memiliki kesamaan yaitu menyembelih hewan (dalam hal ini baik berqurban maupun aqiqah boleh menggunakan hewan jantan maupun betina, namun untuk aqiqah hanya menggunakan kambing dan sejenisnya saja) serta sama-sama berhukum sunnah muakkad.

Aqiqah, menurut bahasa artinya memotong. Asal matanya aqqa- yauqqu- aqqan. Menurut para ulama, istilah memotong memiliki makna beragam. Yakni memotong atau menyembelih hewan dan memotong rambut bayi yang lahir. Menurut Abu Ubaid, aqiqah berarti rambut atau bulu yang ada di kepala bayi.

Menurut istilah, aqiqah bermakna pemotongan atau penyembelihan hewan dalam rangka tasyakuran kepada Allah SWT karena kelahiran anak (laki-laki maupun perempuan) disertai dengan pemotongan rambut bayi tersebut.

Baca juga : Syarat Kambing Aqiqah

Sedangkan asal kata qurban yaitu qariba- yaqrabu- qurbanan wa wirbanan (dikutip dari kamus Ibn Manzhur dan Munawir). Arti dari kata tersebut adalah dekat, maksudnya mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan mengerjakan perintah-Nya.

Selain itu, kata qurban juga berkaitan dengan kata udhiyyah bentuk jamak dari kata dhahiyyah yang berasal dari kata dhaha (waktu dhuha). Maknanya yaitu, sembelihan di waktu dhuha pada tanggal 10 sampai 13 bulan Dzulhijjah.

Sedangkan menurut istilah, qurban yaitu menyembelih hewan dengan tujuan beribadah kepada Allah pada Hari Raya Haji atau Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah dan tiga hari tasyriq setelahnya 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Perbedaan Aqiqah dan Qurban

Ilustrasi Perbedaan Aqiqah dan Qurban
Ilustrasi Perbedaan Aqiqah dan Qurban, Sumber : Ternakan Kambing

Di antara sekian banyak ibadah sunah yang dianjurkan untuk dilaksanakan, ada dua ibadah yang memiliki kesamaan, yaitu aqiqah dan qurban. Orang yang memiliki kemampuan atau mantap secara finansial bisa melakukan kedua ibadah sunah ini bila ingin menggapai pahala dan keberkahan yang besar dari Allah Ta’ala. Meski keduanya sama-sama sunah utama, akan tetapi ada beberapa perbedaan aqiqah dan qurban.

Meski jelas ibadah aqiqah dan qurban ini ketentuannya tidak sama. Sebagian orang masih merasa bingung membedakannya. Oleh karena itu, mari simak beberapa perbedaan aqiqah dan qurban yang wajib Anda ketahui.

1. Jenis Hewan

Saat hendak melakukan ibadah qurban, Anda tentu akan mencari hewan terbaik. Di antara beberapa jenis hewan, yang tergolong hewan qurban di antaranya adalah sapi, kambing, domba, kerbau, hingga unta. Selain itu, hewan qurban juga dibagikan dalam kondisi mentah.

Untuk aqiqah, jenis hewan yang digunakan hanya kambing saja.

Nah, kambing ini tidak Anda berikan dalam keadaan mentah, melainkan harus sudah diolah jadi sajian menggugah selera misalnya, sate atau gulai.

Bila Anda merasa repot dengan segala persiapan aqiqah bagi si kecil, Anda bisa mengontak jasa layanan aqiqah seperti Padi Aqiqah yang melayani aqiqah untuk wilayah Purwokerto dan sekitarnya. Jasa layanan aqiqah akan bekerja secara profesional dalam menyiapkan segala keperluan aqiqah buah hati Anda.

2. Jumlah Hewan

Kambing Aqiqah, sumber ig lensproducties
Kambing Aqiqah, Sumber : IG @lensproducties

Hewan qurban umumnya berjumlah satu ekor atau lebih, tergantung dari kemampuan masing-masing orang. Dalam ibadah yang dilakukan pada bulan Dzulhijjah ini, seseorang tidak diperbolehkan mengambil upah menyembelih hewan qurban.

Sementara aqiqah bayi ketentuannya adalah dua ekor untuk anak lelaki dan seekor bagi perempuan. Di prosesi aqiqah ini diperbolehkan mengambil upah menyembelih.

3. Pembagian Daging

Daging qurban boleh dibagikan sepertiganya untuk saudara atau kerabat, sepertiga bagian fakir miskin, sisanya barulah disantap sendiri. Artinya ada tiga kelompok yang berhak atas daging qurban tersebut. Ketentuan ini tercantum jelas dalam Alquran.

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (QS. Al-Hajj: 28).

Sementara untuk hewan sembelihan aqiqah, boleh dibagikan kepada siapa saja. Alangkah baiknya mendahulukan warga sekitar atau tetangga. Sebab pembagian daging aqiqah kepada orang-orang terdekat bisa memperkokoh tali silaturahmi. Para tetangga akan lebih mengenal Anda juga putra-putri Anda.

4. Tujuan Pelaksanaan

Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah
Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah, Sumber : Damainesia

Tujuan Anda melaksanakan ibadah qurban tentu ingin meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS atau sebagai peringatan atas pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang luar biasa. Sementara aqiqah itu berbeda. Tujuan digelarnya acara ini semata-mata adalah sebagai bentuk syukur kepada Allah Ta’ala atas karunia tidak ternilai yaitu buah hati terkasih.

Baca juga : Persiapan Aqiqah

5. Waktu Pelaksanaan

Ibadah qurban bisa dilaksanakan setiap tahun yaitu bulan Dzulhijjah, dengan catatan tidak memberatkan atau Anda merasa mampu untuk membeli hewan ternak. Lain halnya dengan aqiqah yang dilakukan sekali seumur hidup.

Paling pas pada tujuh hari setelah kelahiran buah hati. Tapi bila belum mampu, boleh pada hari ke-14 atau 21, dan jika masih juga tidak mampu di ketiga waktu tersebut, orang tua boleh meng-aqiqah buah hati kapan saja. Dianjurkan sebelum anak baligh. Jadi, jelas sudah bahwa ada perbedaan waktu antara keduanya.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa perbedaan aqiqah dan qurban yang wajib untuk Anda ketahui. Semoga Allah mudahkan kita melaksanakan kedua amalan ibadah sunnah tersebut dan tidak ada lagi salah paham mengenai perbedaan keduanya. Simak artikel bermanfaat lainnya seputar aqiqah di sini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Aqiqah di Bulan Ramadhan : Raih Double Pahala!

Aqiqah di Bulan Ramadhan : Raih Double Pahala!

Aqiqah di bulan Ramadhan – Aqiqah merupakan suatu ibadah yang dilaksanakan dengan menyembelih hewan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas kelahiran anak. Pelaksanaan aqiqah menurut syariat Islam apabila yang dilahirkan adalah bayi laki-laki maka dibutuhkan 2 ekor kambing. Untuk anak perempuan 1 ekor kambing.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Meskipun begitu, aqiqah diberlakukan bagi yang mempunyai kemampuan saja. Diperlukan banyak hal persiapan aqiqah agar ibadah aqiqah dapat berjalan dengan lancar.

Pelaksanaan ibadah aqiqah disunahkan pada hari ketujuh kelahiran bayi sebagaimana berpatokan pada hadits berikut, “Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ke tujuh, dan dia dicukur, dan diberi nama.” (HR. Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan, dan dishahihkan oleh At Tirmidzi)

Apabila tidak sempat melaksanakannya pada hari ketujuh, maka bisa diganti pada hari ke empat belas. Dan bila tidak bisa hari ke empat belas, bisa pada hari keduapuluh satu. Tetapi bila tidak bisa dilakukan di hari-hari tersebut, tidak masalah dilakukan di hari lain karena hari-hari tersebut merupakan hari yang disunnahkan.

Baca juga : Syarat Kambing Aqiqah

Dalil Dasar Aqiqah

Kambing Aqiqah, sumber : FIF Group
Kambing Aqiqah, Sumber : FIF Group

Terdapat beberapa dalil yang menjelaskan tentang sunnahnya melakukan aqiqah bagi seorang bayi yang baru dilahirkan. Di antaranya yaitu: Dari Samurah bin Jundab dia berkata, Rasulullah bersabda :“Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” (Hadits shahih Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Ahmad , Ad Darimi)

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” (Hadits Riwayat Bukhari)

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” (Hadist Riwayat Ahmad , Thabrani dan al-Baihaqi)

Dari Aisyah dia berkata, Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” (Hadits Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dari ‘Amr bin Syu’aib, Rasulullah bersabda. : “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” (Hadits Riwayat Abu Dawud, Nasa’I, Ahmad)

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda : “Menaqiqahi Hasan dan Husein dengan satu kambing dan satu kambing kibas.” (HR Abu Dawud)

Sunnah saat Aqiqah

Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah
Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah, Sumber : Damainesia

Dalam kitab Fathul Qarib, Al-Ghazi menjelaskan bahwa terdapat sunnah-sunnah yang sebaiknya dilakukan saat aqiqah, yaitu:

Memberikan nama pada anak di hari ke-7, tepatnya saat aqiqah. Alangkah indahnya jika kita memberi nama untuk buah hati kita dengan nama-nama yang Islami, mencukur rambut si bayi, dan bersedakah sesuai dengan berat timbangan rambut yang dipotong.

Hidangan Aqiqah

Hewan yang disembelih saat aqiqah hendaknya diolah atau dimasak terlebih dahulu menjadi hidangan siap santap. Setelah itu, makanan tersebut boleh dibagikan-bagikan kepada orang lain. Yang lebih utama adalah kerabat dan tetangga.

Baca juga : Persiapan Aqiqah

Aqiqah di Bulan Ramadhan : Peluang Mendapat Double Pahala

Ilustrasi Aqiqah di Bulan Ramadhan
Ilustrasi Aqiqah di Bulan Ramadhan, Sumber : Padi Aqiqah

Maksudnya adalah, Anda bisa mendapat keuntungan pahala berkali-kali lipat apabila melakukan aqiqah di bulan Ramadhan. Bagaimana caranya? Silakan Anda simak terlebih dahulu bunyi hadist berikut ini:

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid bin Kholid Al Juhani. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka kita akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, luar biasa bukan? Anda pasti sudah bisa mengetahui dimana letak peluangnya.

Ya betul, pembagian daging aqiqah dianjurkan untuk diberikan dalam keadaan masak atau dagingnya sudah diolah terlebih dahulu. Dengan demikian, melaksanakan aqiqah di bulan Ramadhan, selain mendapatkan pahala dari ibadah aqiqah itu sendiri juga akan mendapatkan pahala dari memberi makan orang yang berbuka puasa.

Cara Melaksanakan Aqiqah di Bulan Ramadhan

Tata cara pelaksanaan aqiqah di bulan Ramadhan sama saja seperti pelaksanaan aqiqah di bulan lainnya. Hanya saja jika Anda ingin menyelenggarakan acara tasyakuran aqiqah siang hari di bulan Ramadhan, mungkin tidak menggunakan menu prasmanan. Praktisnya, Anda bisa memakai nasi box sebagai alternatif pengganti menu prasmanan.

Untuk anak laki-laki memakai dua ekor domba atau kambing dan anak perempuan satu ekor domba atau kambing. Hewan aqiqah tersebut boleh berjenis kelamin jantan maupun betina.

Pastikan juga hewan aqiqah dalam kondisi sehat, tidak sakit dan tidak cacat fisik. Setelah pemotongan hewan selesai, Anda bisa membagikannya kepada tetangga. Dianjurkan untuk mengolah dagingnya terlebih dahulu sehingga dibagikannya sudah dalam keadaan matang.

Demikianlah ulasan mengenai ibadah aqiqah di bulan ramadhan. Tentu dengan dilaksanakan di bulan ramadhan menjadi peluang double pahala yang akan didapatkan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Simak artikel bermanfaat lainnya seputar aqiqah di sini.

Persiapan Aqiqah : Hal Yang Perlu Diperhatikan!

Persiapan Aqiqah : Hal Yang Perlu Diperhatikan!

Aqiqah merupakan suatu ibadah yang dilaksanakan dengan menyembelih hewan qurban sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas kelahiran anak. Pelaksanaan aqiqah menurut syariat Islam apabila yang dilahirkan adalah bayi laki-laki maka dibutuhkan 2 ekor kambing. Untuk anak perempuan 1 ekor kambing. Meskipun begitu, aqiqah diberlakukan bagi yang mempunyai kemampuan saja. Diperlukan banyak hal persiapan aqiqah agar ibadah aqiqah dapat berjalan dengan lancar.

Pelaksanaan ibadah aqiqah disunahkan pada hari ketujuh kelahiran bayi sebagaimana berpatokan pada hadits berikut, “Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ke tujuh, dan dia dicukur, dan diberi nama.” (HR. Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan, dan dishahihkan oleh At Tirmidzi)

Apabila tidak sempat melaksanakannya pada hari ketujuh, maka bisa diganti pada hari ke empat belas. Dan bila tidak bisa hari ke empat belas, bisa pada hari keduapuluh satu. Tetapi bila tidak bisa dilakukan di hari-hari tersebut, tidak masalah dilakukan di hari lain karena hari-hari tersebut merupakan hari yang disunnahkan.

Persiapan Aqiqah

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum aqiqah dan penjelasan tentang persiapan aqiqah yang perlu diperhatikan

1. Membuat Rencana Anggaran

Ilustrasi Rencana Anggaran
Ilustrasi Rencana Anggaran, Sumber : FI Group

Untuk dapat merencanakan anggaran dengan baik, maka ada baiknya Anda merencanakan detailnya dengan membuat jadwal penyelenggaraan aqiqah. Anda bisa merencanakannya melalui hari perkiraan lahir bayi.

Acara Aqiqahyang sesuai anjuran agama Islam, dianjurkan untuk dilaksanakan pada hari ke-7, ke-14 dan ke-21 setelah kelahiran. Atau bisa juga di hari yang lain, selama si anak belum melewati masa baligh-nya.

Dengan merencanakan tanggal pelaksanaan aqiqah, maka Anda pun akan lebih mudah untuk menjabarkan keperluan lain. Dengan begitu, Anda akan lebih mungkin memenuhi anggaran biaya yang Anda perlukan, karena ada jangka waktunya.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

2. Memilih Lembaga Aqiqah

Kebanyakan orang kalau untuk urusan aqiqah akan mempercayakan kepada lembaga aqiqah di sekitaran domisili. Hal ini akan lebih mudah dan praktis serta tidak keluar dari koridor syar’i. Tetapi hal yang paling penting diperhatikan adalah kualitas masakan dan teknis pelaksanaan ibadah aqiqah dari lembaga tersebut.

Meskipun begitu, walaupun lebih ribet di beberapa wilayah pedesaan masih dijumpai pelaksanaan aqiqah dilaksanakan pihak keluarga dibantu oleh kerabat dan tetangga mulai dari membeli kambing sampai mendistribusikan ke tetangga. Hal ini dikarenakan masih lekatnya budaya kekeluargaan dan gotong-royong di pedesaan.

3. Menetukan Konsep Pelaksanaan

Untuk memandu pelaksanaan aqiqah perlu dipersiapkan seorang Ustadz. Anda bisa membuat janji dengan salah satu ustadz atau bisa juga dengan mencari lembaga aqiqah yang sudah menyediakan fasilitas ustadz dalam paket aqiqahnya. Disarankan juga untuk mencari ustadz yang bersahaja dan disenangi banyak jamaah.

4. Menyiapkan Alat Cukur Rambut

Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah
Ilustrasi Pelaksanaan Aqiqah, Sumber : Damainesia

Dalam acara aqiqah akan dibarengi dengan mencukur rambut bayi. Hal ini dilakukan secara simbolis saja, jadi bisa dicukur sedikit atau semuanya sampai botak. Peralatan yang perlu dipersiapkan antara lain, gunting dengan hiasan pita, atau mesin cukur dan tempat menyimpan rambut dari batok kelapa atau nampan.

Gunting atau alat cukur rambut yang Anda pilih bisa yang berbahan stainless steel. Bahan ini dikenal anti karat sehingga bisa lebih nyaman dalam penggunaannya. Tidak hanya itu, bahan stainless steel biasa juga digunakan untuk perabotan rumah tangga sampai keranda jenazah.

5. Menyiapkan Sound System dan Dekorasi

Kalau Anda mengundang banyak orang maka perlu dipersiapkan tenda dan sound system. Tak lupa juga menyiapkan dekorasi rumah agar acara aqiqah lebih seru. Misalnya dengan menyiapkan dekorasi dengan tema hijau dengan hiasan bunga-bunga seperti taman syurga. Masih banyak inspirasi dekorasi lain yang mudah Anda pelajari di berbagai sumber.

6. Menyiapkan Box Bayi

Dalam acara aqiqah, setiap tamu tentu ingin melihat bayi yang di aqiqah. Untuk itu perlu menyediakan box bayi yang telah dihias sebelumnya agar bayi merasa nyaman dan tamu undangan pun mudah melihatnya. Agar lebih irit budget, Anda bisa menyewa box bayi punya teman atau tetangga.

7. Membuat Undangan dan Olahan Makanan

Menu Masakan Kambing, sumber ig : lakhbirsinghchahal
Menu Masakan Kambing, Sumber ig @lakhbirsinghchahal

Undangan sebagai salah satu persiapan untuk acara aqiqah. Untuk desainnya sendiri bisa disesuaikan dengan tema dekorasi. Undangan bisa disebar dalam bentuk e-card agar lebih hemat biaya. Untuk urusan makanan pastikan makanan olahan kambing seperti gulai dan sate terhidang secara rapi dan bersih.

Untuk olahan makanan tidak melulu harus dalam bentuk gulai, bisa juga membuat makanan aqiqah dengan citarasa tradisional. Jadi , Andabisa berkreasi dengan menu. Selain itu, bisa dilengkapi dengan menu pendamping lain seperti nasi kuning, bakso atau soto. Tak lupa juga bagi tuan rumah yang ingin menghidangkan makanan penutup bisa menambahkan menu seperti es buah atau minuman dingin.

Demikianlah ulasan mengenai persiapan aqiqah yang bisa menjadi referensi bagi Anda untuk melaksanakan aqiqah si buah hati. Jangan lupa untuk berkonsultasi pada jasa aqiqah perihal tentang penyembelihan dan masakan daging kambing aqiqah.

Bagi Anda yang berdomisili di Purwokerto dan sekitarnya, bisa datang ke Padi Aqiqah. Yang nantinya akan memberikan penjelasan lebih rinci untuk peringatan aqiqah yang akan dilaksanakan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Inspirasi Undangan Aqiqah Anak Yang Direkomendasikan

Inspirasi Undangan Aqiqah Anak Yang Direkomendasikan

Bagi anda yang akan menyelenggarakan tasyakuran aqiqah maka hal yang harus dipesiapkan selain kambing adalah undangan aqiqah. Undangan aqiqah anak memang harus dibuat agar ada komunikasi yang jelas antara anda sebagai tuan rumah dan warga, kerabat atau teman sebagai tamu undangan.

Untuk pembuatan menu aqiqah, anda bisa mempercayakan kepada penyedia jasa aqiqah yang sudah ada di berbagai tempat seperti jasa aqiqah Cilacap, jasa aqiqah Kebumen dan sebagainya. Namun untuk masalah undangan aqiqah anak, anda bisa membuatnya sendiri jika memiliki kemampuan desain grafis. Ada beberapa bentuk undangan yang bisa anda jadikan referensi.

Contoh undangan cetak. Sumber diradesign.blogspot.com

Undangan Lisan

Undangan lisan mungkin terdengar asing di telinga sebagian orang. Namun di beberapa daerah di Jawa, seperti di daerah pedesaan di bantul, undangan dengan menggunakan lisan merupakan bentuk penghormatan tuan rumah kepada yang di undangi. Biasanya tuan rumah menggunakan utusan untuk mengundang. Jadi anda tidak perlu menghubungi percetakan atau membuat desain undangan sediri.

Menundang secara lisan dinamakan ‘atur-atur’ dalam budaya Jawa. Atur atur berasal dari kata ngaturi yang berarti mempersilahkan. Bentuk undangan lisan seperti ini mungkin telah dihilangkan di sebagian daerah, namun ada sebagian lainnya yang masih mempertahankan. Bahkan ada sebagian yang menganggap undangan dalam bentuk kertas adalah bentuk ketidak sopanan jika yang diundang adalah orang tua, atau tokoh.

Proses atur-atur sendiri adalah tuan rumah mencari utusan yang biasanya seorang pemuda untuk menyampaikan kepada yang diundang agar menghadiri hajatan yang diselenggarakan tuan rumah. Penyampaiannya dengan menggunakan bahasa jawa halus. Selain itu harus memakai pakaian yang sopan dan mengerti tata krama atau unggah-ungguh.

Cara ini memang terlihat rumit dan tidak praktis, namun anda sebagai pengundang akan terlihat sebagai seseorang yang berbudi luhur di adat Jawa. Biasanya beragam undangan hajatan menggunakan cara ini termasuk acara aqiqahan. Bagi anda yang bersuku Jawa, apakah anda masih menggunakan undangan aqiqah anak seperti ini ?

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Undangan Digital

Ini adalah undangan aqiqah anak paling praktis dan terlihat keren. Anda tinggal membuat animasi dengan menggunakan aplikasi yang bisa di unduh melalui smartphone anda. Ada banyak aplikasi yang bisa digunakan, baik yang free maupun berbayar. Tentu saja masing masing ada kelemahan dan keunggulannya.

Undangan digital dalam bentuk animasi saat ini populer digunakan, termasuk untuk undangan aqiqah anak, undangan nikah dan acara lainnya. Anda tinggal mengirimkan dalam bentuk soft file melalui WhatsApp atau aplikasi perpesanan lainnya ke jasa digital marketing undangan. Selain itu saat ini sudah ada layanan undangan digital yang dibuat dengan tarif premium.

Namun kelemahan dari undangan seperti ini adalah kurangnya nilai silaturahim. Menggunakan undangan seperti ini untuk mengundangi para orangtua untuk hadir rasanya kurang etis. Sebaiknya untuk mengundangi orang tua menggunakan undangan dalam bentuk hard copy. Meskipun undangan dalam bentuk digital seperti ini mempercepat dan memudahkan dalam distribusi.

Undangan Blangko

Bagi anda yang memilii kemampuan untuk mengolah gambar desain menggunakan aplikasi desain grafis dan memiliki printer anda bisa membuat kreasi undangan aqiqah anak menggunakan undangan blangko. Dengan menggunakan undangan blangko anda bisa menghemat pengeluaran untuk pembuatan undangan aqiqah anak.

Undangan blangko bisa di dapatkan di toko undangan balngko. Blangko tersebut merupakan kertas dalam gramatur berat, tebal dan sudah memiliki ornamen dan bentuk undangan pada umumnya. Anda tinggal merancang redaksi tulisan sesuai dengan keinginan anda lalu menyesuaikan dengan bentuk blangko. Setelah desain tulisan jadi anda tinggal mencetaknya menggunakan printer.  

Undangan Offset

Dengan undangan model offset anda bisa mendesain undangan dengan foto, warna dan berbagai gaya sesuai keinginan anda. Undangan aqiqah anak anda bisa anda buat sesuai dengan tema anak-anak, tema resmi dan sebagainya. Untuk undangan dengancetak offset sebenarnya berbiaya mahal karena hitungan biaya cetak persatu kali cetak mahal sehingga ketika satu kali naik cetak sebaiknya mencetak dalam jumlah besar.

Undangan ini biasanya digunakan untuk acara dengan tamu undangan jumlah besar seperti undangan nikah, namun tidak tertutup kemungkinan undangan aqiqah menggunakan jenis ini jika mengundang banyak orang. Opsi lainnya anda bisa menggunakan undangan print digital yang kualitasnya hampir sama dengan cetak offset, namun untuk biayanya perlembar jatuhnya juga mahal. Jika anda membutuhkan undangan yang tidak begitu banyak sebaiknya menggunakan undangan print digital.

Undangan Souvenir

Mug bisa dijadikan sebagai media undangan. Sumber vncojewellery.com

Undangan ini adalah jenis undangan yang multifungsi. Anda bisa membuat undangan menggunakan barang tertentu yang memiliki fungsi lain. Yang sering menggunakan undangan souvenir adalah undangan pernikahan, namun anda bisa menggunakan souvnir untuk undangan aqiqah aak anda. Ada beragam pilihan undangan berupa souvenir yang bisa anda pilih. Anda bisa menggunakan mug, kipas, atau bahkan talenan. Anda bisa mendapatkannya di penyedia jasa pembuatan undangan nikah atau di jasa pembuatan souvenir pernikahan.

Penyakit Kambing Aqiqah Yang Perlu Diwaspadai

Penyakit Kambing Aqiqah Yang Perlu Diwaspadai

Ketika memilih kambing aqiqah, anda harus benar-benar teliti. Jangan sampai kambing aqiqah anda memiliki penyakit yang berbahaya. Karena itulah pada kali ini kami akan mengulas tentang penyakit kambing aqiqah yang sering ditemukan di Indonesia. Simak ulasan berikut ini !

1. Penyakit Anthraks

Penyakit ini termasuk zoonosis yang berarti dapat menularkan antara hewan ke manusia. Bahkan seseorang yang terinfeksi penyakit anthraks dapat kehilangan nyawa. Karena itu perlu diwaspadai jika ada gejala hewan yang terkena anthraks. Terutama hewan yang akan dipakai untuk hewan sembelihan aqiqah harus terbebas dari penyakit ini.

Anda perlu waspada apabila hewan aqiqah anda mengalami ciri-ciri seperti dibawah ini !

  • Sesak napas
  • Terjadi pembengkakan pada leher, dada, dan perut
  • Pinggang dan kelamin tampak menonjol keluar
  • Keluar darah berwarna kehitaman dan encer dari lubang-lubang tubuh
  • Demam mencapai 42 derajat Celsius
  • Gigi gemerutuk
  • Hewan terlihat gelisah
  • Terdapat luka pada lidah
Ilustrasi Kambing Aqiqah Sehat, sumber : FIF Group
Ilustrasi Kambing Aqiqah Sehat, sumber : FIF Group

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Bacillus anthracis. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan kepada manusia ketika manusia menyentuh atau memakan daging hewan yang telah terinfeksi bakteri ini. Penyakit anthraks hanya menyerang hewan-hewan herbivora, seperti sapi dan kambing.

Pada hewan pengidap antraks akut, hewan dapat mati secara mendadak akibat perdarahan pada otak hewan dan kematian dapat terjadi dalam waktu 1-3 hari setelah munculnya gejala. Gejala yang masih tergolong ringan dapat sembuh seiring dengan berjalannya waktu. Namun ketika hewan sudah positif terkena anthraks akan sulit untuk disembuhkan.

Jika hewan yang terkena anthraks mati maka bangkainya pun harus dikubur rapat, karena adanya bakteri yang dapat membentuk spora. Spora ini akan bertahan dalam kondisi panas dan dapat hidup bertahun-tahun lamanya di segala kondisi lingkungan. Karena itulah hewan yang sudah terserang anthraks tidak boleh disembelih.

Keberadaan anthraks di beberapa daerah terkait dengan adanya spora yang bertahan hidup dalam jangka waktu lama. Ketika menyebar pada tubuh manusia, spora akan menjadi racun dalam tubuh. Spora ini dapat menyebar bersamaan dengan daging hewan terinfeksi anthraks yang telah di konsumsi.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

2. Penyakit Cacing Hati

Penyakit cacing hati adalah menjadi penyakit yang persebarannya cukup massif dan nyaris terjadi hampir di seluruh daerah di indonesia. Karena itu hewan aqiqah dan juga hewan kurban perlu di periksa dari penyakit ini. Yang menjadikan fatal adalah cacing hati dapat menular kepada manusia. Cara penularannya yakni mengonsumsi daging hewan kurang matang yang mengandung telur atau mengandung cacing hati.

Secara kasat mata penampakan hewan ternak yang terjangkit cacing hati, terutama dalam stadium parah akan mudah diketahui. Beberapa ciri hewan aqiqah yang terjangkit cacing hati sebagai berikut :

  • Bulu kusam
  • Tubuh hewan kurus
  • Hewan malas bergerak
  • Mata sayu berair dan belekan
  • Kulit melepuh
  • Diare atau susah membuang kotoran

Penyakit cacingan menjadi salah satu ancaman bagi peternak hewan kurban ataupun aqiqah. Diantara sekian banyak penyakit ternak di Indonesia, penyakit cacingan masih kurang mendapat perhatian dari para peternak. Mungkin karena tidak langsung menjadi penyebab kematian, para peternak tidak begitu menganggap serius penyakit ini.

Infeksi parasit cacing ke dalam tubuh ternak hingga berkembang biak dalam jumlah banyak sering menyebabkan peternak rugi karena dapat mengurangi nilai dari hasil peternakan, antara lain berupa penurunan berat badan, penurunan produksi susu pada ternak perah serta peningkatan angka afkir organ tubuh ternak seperti daging, kulit, dan jeroan.

Beberapa spesies cacing yang menjangkiti ternak di Indonesia adalah cacing gilig (Haemonchus contorcus) dan cacing hati (Fasciola hepatica). Cacing Haemonchus contorcus biasanya hidup bersama cacing lain dan melekat pada selaput usus hingga mengisap sari makanan, cairan tubuh dan darah, serta mengeluarkan racun.

Anak kambing yang berumur 3-4 bulan yang terserang penyakit ini bisa mengalami kematian. Kambing penderita cacingan ini tidak bisa gemuk meskipun konsumsi pakan tinggi karena sari makanan yang masuk akan dihisap oleh cacing yang berada di saluran pencernaan. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan ternak menjadi terhambat.

Helminthiasis merupakan penyakit yang disebabkan adanya perkembang biakan cacing pada tubuh hewan, baik pada saluran pencernaan, pernapasan, hati, maupun pada bagian tubuh lainnya. Kasus cacingan pada ternak kambing umumnya berjalan dalam waktu yang lama, sehingga pada awal serangan gejalanya sulit diamati oleh peternak.

3. Penyakit Pink Eye

Penyakit ini biasa menyerang pada hewan ternak seperti sapi, kambing dan domba. Meskipun penyakit ini tidak sampai menimbulkan kematian, akan tetapi dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi peternak, karena akan menyebabkan kebutaan, penurunan berat badan dan biaya pengobatan yang mahal.

Penyakit pada hewan ternak ini disebabkan oleh bakteri atau virus, namun yang paling sering ditemukan adalah akaibat bakteri Penyakit ini bisa menular dari hewan ke hewan lewat kontak antara ternak bisa juga dengan perantara serangga yang bisa memindahkan mikroorganisme atau bisa juga lewat iritasi debu. Penyakit ini dapt di deteksi dengan tanda berikut ini :

  • Mata berair, kemerahan pada bagian mata yang putih dan kelopaknya
  • Terdapat bengkak pada kelopak mata dan cenderum menjulingkan mata untuk menghindari sinar matahari.
  • Selaput bening mata/kornea menjadi keruh dan pembuluh darah akan tampak menyilanginya.
  • Kadang-kadang terjadi borok atau lubang pada selaput bening mata dan dapat pecah sehingga mengakibatkan kebutaan.
Kambing Aqiqah, sumber : FIF Group
Kambing Aqiqah yang sehat, sumber : FIF Group

Meskipun penyakit kambing aqiqah ini bisa sembuh dalam waktu 1 – 4 minggu, namun bisa juga berakibat fatal yakni kebutan. Kebutan inilah yang menjadikn nilai jual hewan ternak merosot. Untuk pengobatannya anda bisa memberikan suntikan antibiotik, seperti tetracyclin atau tylosin dan penggunaan salep mata. Selain itu anda sebaiknya menempatkan ternak pada tempat yang teduh agar mengurangi rasa sakit mata akibat silaunya matahari.

Itulah ulasan mengenai penyakit kambing aqiqah yang perlu diwaspadai. Untuk mendapatkan hewan yang sehat dalam pelaksanaan aqiqah, anda bisa mempercayakan kepada penyedia jasa aqiqah Purwokerto dan sekitarnya yaitu Padi Aqiqah yang akan menyediakan kambing aqiqah yang sehat dan tentu saja dengan pengolahan yang higienis.

Open chat