Jika anda akan menyelenggarakan peringatan aqiqah bagi putra-putri anda, anda bisa menyiapkan masakannya sendiri atau dipercayakan kepada penyedia jasa layanan aqiqah. Namun sebenarnya anda bisa menentukan menu masakan apa saja yang akan dimasukkan ke dalam paket nasi box. Pada artikel kali ini kami akan memberikan beberapa contoh masakan yang bisa anda pilih sebagai menu aqiqah sederhana untuk nasi box yang akan anda buat.
1. Nasi
Nasi menjadi menu wajib aqiqah. Sumber Unsplash
Nasi adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari orang Indonesia, karena nasi adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Tanpa nasi, berbagai jenis masakan akan terlihat janggal, meskipun masakan tersebut lezat. Karena itu dalam penataan menu aqiqah sederhana pada nasi box, nasi tentu akan menjadi hal yang wajib keberadaannya.
Anda bisa menambahkan nasi putih biasa, atau menggunakan nasi uduk. Tergantung menu lain yang anda inginkan. Nasi uduk hanya cocok untuk masakan olahan daging kambing yang tanpa kuah seperti steak, rendang atau sate. Untuk olahan daging kambing yang berkuah sebaiknya menggunakan nasi putih biasa.
Ada opsi lain selain menggunakan nasi. Anda bisa menggantinya menggunakan ketupat atau lontong. Makanan pokok yang juga dari beras tersebut juga sebaiknya dipilih menyesuakan menu olahan daging kambingnya. Biasanya penggunaan lontong akan sangat cocok dengan sayur krecek atau menu sate dan saus kacang.
2. Olahan Kambing
Daging kambing memiliki beragam manfaat. Salah satu manfaat mengkonsumsi daging kambing adalah dapat menambah stamina. Namun jika mengkonsumsi berlebihan dan tanpa terkendali dapat membahayakan kesehatan karena daging kambing yang kaya protein juga mengandung lemak dan kolesterol yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Dalam mengolah daging kambing, hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai masih tercium bau prengus yang kuat pada masakannya. Karena itu untuk mengolah daging kambing agar bau prengus kambing berkurang, diperlukan berbagai teknik pengolahan. Dan inilah yang dilakukan oleh penyedia jasa aqiqah Purwokerto, Padi Aqiqah dalam pengolahan masakan aqiqah.
Beragam menu olahan daging kambing bisa dijadikan pilihan. Menu sate, tongseng ataupun gule sudah umum digunakan pada masakan aqiqah. Hal ini dikarenakan masakan tersebut cukup familiar di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu menu khas daerah juga bisa dijadikan pilihan, seperti menu sate klathak khas Yogyakarta.
Alternatif lain yang bisa dijadikan pilihan adalah menu masakan yang jarang digunakan. Salah satunya adalah nasi kebuli. Nasi kebuli adalah nasi khas timur tengah yang diolah bersama dengan daging unta ataupun kambing. Hampir menyerupai menu nasi goreng kambing, tetapi lebih memiliki rasa yang khas.
3. Acar
Acar merupakan makanan yang dibuat dari timun, cabai, bawang, tomat, dan sebagainya yang diberi cuka dan air garam sehingga bisa menimbulkan rasa khas. Acar umumnya disajikan sebagai hidangan pelengkap dari masakan olahan kambing pada menu aqiqah sederhana. Selain itu juga bisa disajikan sebagai salad.
Acar sudah ada di berbagai negara dengan nama penyebutan lain. Di korea selatan dikenal sebagai Kimchi dan di Jepang sebagai Natto. Meskipun penamaan, bahan dan cara membuatnya terkadang berbeda, namun fungsi acar tetaplah sebagai makanan pelengkap. Selain itu makanan ini sebagai makanan untuk menetralisir makanan berlemak seperti berbagai olahan kambing pada menu aqiqah.
4. Urap Sayur
Urap merupakan hidangan berupa sayuran yang direbus dan dicampur kelapa parut yang dibumbui sebagai pemberi citarasa. Urap juga disebut sebagai gudangan di beberapa daerah di Jawa dan biasa ditemukan dalam masakan Indonesia. Namun sebenarnya urap berasal dari khazanah masakan Jawa. Karena itulah di beberapa acara yang bersifat upacara adat, makanan ini kadang trersedia.
Urap tidak mengandung daging, dan dapat dimakan begitu saja sebagai makanan vegetarian atau sebagai sayuran bersama nasi sebagai bagian dari hidangan lengkap. Untuk menu aqiqah, urap dijadikan makanan penyeimbang. Biasanya masakan olahan daging kambing aqiqah mengandung protein dan lemak hewani yang tinggi, dengan urap sayur akan ada zat penyeimbang nabati yang terkandung di dalam sayuran.
5. Tumis Brokoli
Terkadang pada menu aqiqah, selain olahan daging kambing juga tersedia tumis brokoli. Tumis ini merupakan masakan yang menggunakan bahan brokoli, wortel, dan kembang kol. Terkadang ada tambahan udang, bakso atau kreni. Masakan ini memiliki ciri yang segar. Karena masakan ini sedikit berkuah, maka sebaiknya di sajikan dengan olahan daging kambing yang tidak terklalu berkuah pada menu aqiqah.
6. Oseng Tempe
Tempe bisa menjadi pilihan. Sumber Unsplash
Masakan lainnya yang sering ditemukan pada menu aqiqah sederhana adalah oseng tempe. Selain proses pembuatannya yang mudah, penggunaan oseng tempe bisa direkomendasikan karena banyak yang menyukai masakan ini. Anda bisa menambahkan menu ini di nasi box aqiqah yang akan anda buat.
Oseng tempe yang sering di tambahkan adalah yang dimasak dengan citarasa pedas manis khas masakan Jawa. Ada juga jenis oseng tempe yang dibuat kering dan renyah, biasanya akan ditambahkan bahan kacang. Varian lain adalah tumis tempe dengan citarasa pedas dan tambahan bahan lainnya yang menyerupai oseng mercon.
7. Buah Segar
Sebagai pelengkap menu aqiqah, anda bisa memasukkan satu jenis buah yang segar sebagai pencuci mulut. Yang paling sering dipakai adalah irisan buah semangka. Selain harganya tidak terlalu mahal, buah semangka juga terasa segar dan sagat cocok digunakan sebagai makanan pengiring dari olahan daging kambing yang biasanya berminyak. Namun anda bisa menggantinya dengan buah lain seperti jeruk.
Semangka sebagai hidangan penyegar. Sumber Unsplash
8. Kerupuk
Tidak lengkap jika suatu masakan Indonesia disajikan namun tanpa kerupuk. Kerupuk menjadi bagian dari sajian masakan nusantara dan populer di berbagai tempat. Untuk nasi box menu aqiqah sederhana biasanya menggunakan kerupuk udang. Ketika kerupuk ini ditambahkan, hendaknya dimasukkan di dalam plastik tersendiri agar tetap renyah dalam jangka lama.
Itulah beberapa kombinasi masakan menu aqiqah sederhana yang bisa anda jadikan referensi. Anda bisa membuat nasi box sesuaidengan kreasi anda. Apabila anda mempercayakan kepada penyedia jasa layanan aqiqah, anda bisa request, masakan apa saja yag akan dimasukkan ke dalam paket nasi box. Dan tent saja kombinasi menu yang anda minta harus menyesuaikan budget dan juga jenis masakan lainnya agar cocok.
Bayi yang baru lahir memiliki tubuh yang masih lemah sehingga perlu perawatan ekstra dari ibunya atau dari petugas medis jika mengalami masalah kesehatan. Jika bayi sudah lahir dan dengan proses yang lancar dan normal maka seorang ayah perlu sigap melakukan hal yang dibutuhkan, salah satunya adalah perawatan. Merawat bayi sesuai anjuran nabi perlu di lakukan agar mendapat berkah dari Allah Ta’ala. Inilah salah satu hal yang harus di lakukan ketika bayi lahir.
Diazankan
Mengadzani bayi. Sumber Ruang Muslimah
Ada suatu pendapat yang mengatakan bahwa jika seorang bayi terlahir ke dunia, maka seorang ayah harus mengazankan bayi di telinga kanan dan mengiqomatkan di telinga kiri. Azan dan iqomat dikumandangkan di telinga bayi memiliki kandungan yang luar biasa. Dilakukannya adzan dan iqomat di telinga bayi yang baru lahir bertujuan agar sang anak pertama kali didengarnya kalimat thayyibah yang artinya kalimat yang mengagungkan Allah SWT.
Selain bayi mendengar kalimat yang baik sang bayi akan diingatkan terhadap persaksian pertamanya saat ia masih di dalam ruh saat pertama kali diciptakan dan dituntut untuk bersyahadat. Lantunan azan yang didengarkan di telinga bayi yang baru lahir menurut perkataannya Ibnul Qayyim bahwa, agar suara pertama yang didengar adalah seruan yang mengandung makna keagungan Allah SWT. Yang disertakan syahadat.
Dalil ulama yang menganjurkan agar bayi yang baru lahir harus di adzankan adalah :
Dari ‘Ubaidillah bin Abi Rofi’, dari ayahnya (Abu Rofi’), beliau berkata
“Aku telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumandangkan adzan di telinga Al Hasan bin ‘Ali ketika Fathimah melahirkannya dengan adzan shalat.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)
Dari Al Husain bin ‘Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap bayi yang baru lahir, lalu diadzankan di telinga kanan dan dikumandangkan iqomah di telinga kiri, maka ummu shibyan tidak akan membahayakannya.” (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Ibnu Sunny dalam Al Yaum wal Lailah). Ummu shibyan adalah jin (perempuan).
Dari Ibnu Abbas, beliau mengatakan,
أذن في أذن الحسن بن علي يوم ولد ، فأذن في أذنه اليمنى ، وأقام في أذنه اليسرى
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adzan di telinga al-Hasan bin ‘Ali pada hari beliau dilahirkan maka beliau adzan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri.” (Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)
Namun ada beberapa pendapat ulama yang mengatakan dalil yang ada di atas memiliki status yang lemah atau dhoif, sehingga segala amalan tidak akan berguna jika bertumpu pada hadits yang lemah. Artinya pendapat mengenai diadzankannya bayi yang baru lahir masih dalam perdebatan, dan anda bisa berkonsultasi dengan ulama untuk perkara ini.
Mentahnik
Mentahnik Bayi. Sumber innetzone.id
Tahnik adalah menyuapi bayi dengan kurma yang sudah dihaluskan. Dalam islam cara tahnik ini memang sudah disyariatkan perihal merawat bayi sesuai anjuran nabi, Hal ini sesuai dengan riwayat berikut ini :
Hadits Abu Burdah dari Abu Musa Radhiyallahu anhu, dia berkata,
وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ
Aku pernah dikaruniai anak laki-laki, lalu aku membawanya ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberinya nama Ibrâhîm dan mentahnîknya dengan sebiji kurma (tamr). (Dikeluarkan oleh al-Bukhâri 5467, Fathul Bâri) Muslim (2145, Nawawi), Ahmad (4/399), al-Baihaqi dalam al-Kubra (9/305) dan asy-Syu’ab karya beliau (8621, 8622).
Hadits Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu , dia berkata:
Dahulu, anak Abu Thalhah sakit, (tapi) Abu Thalhah (tetap) keluar rumah. Tidak berselang lama, anak itu meninggal dunia. Setelah pulang, Abu Thalhah bertanya, ‘Apa yang dilakukan oleh anak itu?’ Ummu Sulaim Radhiyallahu anhuma menjawab, ‘Dia lebih tenang dari sebelumnya.’ Kemudian Ummu Sulaim Radhiyallahu anhuma menghidangkan makan malam kepadanya, selanjutnya Abu Thalhah menggaulinya. Setelah selesai, Ummu Sulaim Radhiyallahu anhuma berkata, ‘Tutupilah anak ini.’
Dan pada pagi harinya, Abu Thalhah mendatangi Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya memberitahu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam , maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah kalian bercampur tadi malam?’ ‘ Ya,’ jawabnya. Beliau pun bersabda, ‘Ya Allâh, berikanlah keberkahan kepada keduanya.’ Maka Ummu Sulaim pun melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu Abu Thalhah Radhiyallahu anhu berkata kepadaku (Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ), ‘Bawalah anak ini sampai engkau mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam .’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Apakah ada sesuatu yang menyertainya (ketika di bawa kesini?’ Mereka menjawab, ‘Ya, beberapa biji kurma.’ Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil kurma itu, lantas mengunyahnya, lalu mengambilnya kembali dari mulut beliau dan meletakkannya di mulut anak tersebut kemudian mentahniknya dan memberinya nama ‘Abdullah.” (HR. Al-Bukhâri no. 5470 dan Muslim no. 2144)
Beberapa ketentuan mentahnik bayi diantaranya :
Dianjurkan menggunakan kurma, jika tidak ada maka diperbolehkan menggunakan madu.
Dengan cara kurma dikunyah dan kemudian diletakkan di langit-langit mulut bayi.
Orang yang disuruh mentahnik sebaiknya orang yang saleh di kampungnya.
Orang yang mentaknik sang bayi hendaknya mendoakan kebaikan untuk sang bayi.
Setelah sang ayah mengazankan dan mengiqomatkan,kemudian dilanjutkan dengan mentahnik mulut bayi dengan kurma atau madu dan yang terakhir dilakukan saat bayi bar lahir ke dunia hendaknya memberikan nama untuk bayi tersebut. Untuk ritualpenguburan ari ari bayi pada tempat tertentu adalah kepercayaan Jawa saja.
Aqiqah
Aqiqah bayi. Sumber flickr
Pada dasarnya aqiqah adalah salah satu sunnah yang dianjurkan nabi, hukumnya sunnah muakad. Anda bisa melaksanakan aqiqah secara mandiri atau bisa juga diserahkan kepada jasa aqiqah seperti jasa aqiqah Purwokerto untuk anda yang berdomisili di Purwokerto. Yang dilaksanakan dalam aqiqah adalah penyembelihan hewan aqiqah, pemberian nama bayi, bercukur dan memberikan sedekah.
Aqiqah sesuai sunnah dilaksanakan di hari ketujuh, keempat belas, dan kedua puluh satu. Penentuan waktu ini yang disepakati oleh berbagai mazhab. Pendapat jumhur ulama waktu yang disunnahkan untuk menyembelih hewan aqiqah adalah hari ketujuh setelah kelahiran bayi, akan tetapi jika mengaqiqahkan bayi diluar hari ketujuh jumhur ulama berpendapat berbeda-beda.
Mazhab Syafi’i dan Hambali membolehkan pelaksanaan aqiqah pada saat waktu bayi baru dilahirkan dan tidak harus menunggu hari ketujuh. Dan kedua mazhab ini tidak memperbolehkan melakukan aqiqah sebelum bayi itu dilahirkan dari rahim ibunya. Pendapat menurut mazhab hanafi dan maliki membolehkan pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh setelah bayi dilahirkan.
Demikian penjelasan mengenai merawat bayi sesuai anjuran nabi yang bisa anda teladani. Semoga ulasan diatas dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Jangan lupa membaca artikel kami lainnya tentang kejang pada bayi yang perlu diwaspadai. Terimakasih.
Sebagai bentuk rasa syukur karena kelahiran anak yang dinantikannya sebuah keluarga biasanya akan menggelar acara aqiqah dengan menyembelih kambing aqiqah . Penyelenggaraan aqiqah pada masyarakat di Indonesia di laksanakan dengan berbagai macam acara yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. Acara aqiqah di berbagai daerah terkadang meriah dan diselingi dengan ritual adat. Bahkan acara aqiqah tersebut di laksanakan untuk mengaqiqahkan orang yang sudah meninggal.
Pada artikel kali ini kami dari PadiAqiqah.Com jasa aqiqah Purwokerto akan mengulas mengenai hukum mengaqiqahkan orang yang sudah meninggal, baik itu meninggal ketika masih usia bayi ataupun orang yang meninggal ketika usia sudah tua.
Bayi lahir segera di aqiqahkan. Sumber Unsplash
Hukum Aqiqah
Ada beberapa ulama yang memiliki perbedaan pandangan mengenai hukum aqiqah. Ulama yang mewajibkan aqiqah merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Tirmidzi berikut : “Anak yang baru lahir itu tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh dari hari kelahirannya, dan pada hari itu juga hendaklah dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).
Namun ada pula yang berpendapat bahwa aqiqah tidak wajib dan tidak pula sunah. Pendapat ini merujuk hadis Nabi SAW: “Aku tidak suka sembelih-sembelihan (aqiqah). Akan tetapi, barang siapa dianugerahi seorang anak, lalu dia hendak menyembelih hewan untuk anaknya itu, dia dipersilakan melakukannya” (HR al-Baihaqi).
Pendapat yang paling kuat adalah yang diambil oleh jumhur ulama. Sebagian besar ulama berpendapat, aqiqah hukumnya sunah muakkadah. Pendapat ini didasarkan pada sabda Nabi SAW: “Barang siapa di antara kamu ingin bersedekah buat anaknya, bolehlah ia berbuat.” (HR Ahmad, Abu Dawud dan an-Nasai). Pendapat inilah yang paling umum diikuti oleh kaum muslmin.
Aqiqah Untuk Anak Yang Sudah Meninggal
Berdasarkan ulasan sebelumnya di jelaskan bahwa hukum aqiqah adalah sunah muakkad menurut jumhur ulama. Dan hukum ini berlaku pada anak yang baru lahir dan masih hidup. Ada pedoman waktu pelaksanaan aqiqah. Aqiqah tidak dilakukan pada hari pertama tetapi di hari ketujuhlah yang cukup untuk melaksanakan aqiqah. Jika dihari ketujuh belum sanggup karena belum ada persiapan atau karena sebab lainnya, maka dianjurkan dihari ke-14 dan 21.
Menurut Syaikh Utsaimin, akikah untuk anak-anak yang sudah meninggal atau yang belum diakikahi saat hidupnya, tidak perlu dilaksanakan. Sebab, hewan aqiqah disembelih hanya sebagai tebusan bagi anak yang lahir, untuk tafaul (harapan) akan keselamatannya, dan untuk mengusir setan dari si anak, sebagaimana hal ini dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya, Tuhfah al-Maudud fi Ahkam al-Maulud.
Ada anggapan bahwa anak yang meninggal namun belum atau tidak di aqiqahi, maka syafaat yang diberikan anak kepada orang tua akan terhalang. Hal ini telah dibantah oleh beliau. Aqiqah bertujuan untuk mengusir setan dari anak yang lahir, sedangkan makna hadits,
كُل غُلاَمٍ رَهيْنَةٌ بعَقيْقَتِهِ
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya.” (HR Ahmad (5/12), Abu Dawud no. 2837, at-Tirmidzi no. 1522, dll.; dinyatakan sahih dalam Shahih al-Jami’ no. 4541.)
Maknanya adalah si anak tergadai pembebasannya dari setan dengan aqiqahnya. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah :
Apabila si anak tidak diaqiqahi, niscaya dia tetap sebagai tawanan bagi setan. Jika diaqiqahi dengan aqiqah yang syar’i, dengan izin Allah ‘azza wa jalla hal itu akan menjadi sebab terbebasnya dia dari tawanan setan. Jadi aqiqah tidak ada hubungannya dengan pemberian syafaat anak yang sudah meninggal kepada orang tua di yaumil akhir.
Aqiqah Untuk Orang Tua Yang Sudah Meninggal
Bolehkan mengaqiqahi orang tua yang telah meninggal dunia?
Dalam kitab al Majmu’ Syarh al Muhaddzab karya Imam Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf al-Nawawi menjelaskan bahwa jika seseorang berkurban atas nama orang lain tanpa seizinnya, maka hal itu tidak sah. Dan jika berkurban atas nama orang yang telah meninggal, maka Imam Abu al Hasan al ‘Ubbadi memutlakkan kebolehannya, karena hal itu merupakan bagian dari sedekah, dan sedekah adalah sah atas nama orang yang telah meniggal.
Namun menurut Imam al Baghawi berkurban atasnama orang yang sudah meninggal hukumnya tidak sah, kecuali ia berwasiat dengan hal itu. Imam al ‘Ubbadi dan yang lain berlandaskan pada hadits Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu yang menyatakan bahwa sesungguhnya beliau berkurban dengan 2 ekor kambing atas nama Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan 2 ekor kambing atas nama dirinya sendiri.
Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu berkata “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar berkurban atas nama beliau untuk selama-lamanya, maka aku berkurban atas nama beliau untuk selama-lamanya”. (HR. Abu Dawud, al Tirmidzi dan al Baihaqi). Dari hadits itulah mam Baihaqi berpendapat bahwa berkorban untuk orang yang sudah meninggal diperbolehkan.
Karena syariat antara aqiqah dan kurban hampir sama maka berdasarkan ulasan tersebut di atas, dapat diketahui bahwa hukum mengaqiqahi orang tua yang telah meninggal dunia terjadi perbedaa sebagai berikut :
Bayi diaqiqahkan dengan harapan keselamatan. Sumber Unsplash
Tidak boleh mengaqiqahkan orang tua yang sudah meninggal kecuali ada wasiat dari orang tua tersebut sewaktu masih hidup.
Boleh secara mutlak baik dengan adanya wasiat sewaktu masih hidupnya orang tua yang sudah meninggal atau tanpa wasiat.
Demikian ulasan mengenai hukum mengaqiqahkan orang yang sudah meninggal baik itu ketika masih usia bayi ataupun meninggal di usia tua. Semoga artikel ini memberikan pengetahuan tentang hukum aqiqah dengan jelas bagi anda. Nantikan artikel kami lainnya mengenai cara menjaga dan mendidik bayi dalam kandungan. Terima kasih.
Kelahiran anak merupakan anugerah dari Allah Ta’ala yang harus di syukuri. Dan jika terdapat keluarga yang belum di amnahi momongan tentu akan merasa sepi. Dan mereka biasanya akan mengupayakan segala hal mulai dari herbal sampai medis untuk kehamilannya. Berbagai bahan herbal mulai dari bahan alami penyembuh penyakit diabetes sampai masalah pada kesuburan semua sudah tersedia. Pada sisi medis bayi tabung bisa menjadi alternatif. Lalu bagaimana bayi tabung menurut syariat Islam ?
Pada artikel kali ini website penyedia jasa aqiqah Purwokerto, PadiAqiqah.Com akan mengupas mengenai bayi tabung dan hukum bayi tabung menurut syariat Islam secara ringkas. Semoga artikel ini dapat memberikan pencerahan bagi anda semuanya.
Keluarga kecil tentu sangat mengharapkan kehadiran bayi. Sumber Unsplash
Bayi Tabung
Bayi tabung merupakan suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh wanita, tepatnya di dalam sebuah tabung pembuahan. Penggunan tabung tersebut di karenakan ada permasalahan medis yang menyebabkan pembuahan tidak bisa di lakukan di tubuh wanita. Setelah sel telur berhasil dibuahi dan siap, maka akan dipindahkan ke dalam rahim.
Karena proses tersebut harus melalui rumah sakit dan berbiaya besar maka tidak jarang hanya orang dari kalangan menengah atas yang mampu melakukannya. Untuk tingkat keberhasilannya juga tinggi. Sehingga bagi seseorang yang memiliki dana berlebih memilih melakukan pembuahan bayi tabung daripada mengadopsi anak.
Mengapa Harus Bayi Tabung ?
Ada banyak hal yang sering dicoba untuk mendapatkan momongan. Termasuk pengobatan alternatif misalnya mengkonsumsi oleh oleh haji dari Madinah buah zuriat. Bayi tabung dilakukan di karenakan terdapat masalah medis yaitu proses pembuahan terganggu karena berbagai hal. Masalah medis tersebut diantaranya adalah sebagai berikut. Prosedur in vitro fertilization dapat digunakan untuk membantu dalam meningkatkan potensi kehamilan pada orang-orang dengan kondisi di bawah ini:
1. Usia 40 tahun ke atas
Bayi tabung dianjurkan bagi wanita berusia di atas 40 tahun yang ingin memiliki keturunan. Sehingga antara sel sperma suami dan sel telur istri bisa melalui proses pembuahan dan menitipkan kehamilannya kepada orang lain yang lebih muda. Meskipun dengan upaya menjaga kesehatan ibu hamil, kehamilan usia di atas 40 sangat beresiko.
2. Tuba falopi tersumbat
Tuba falopi merupakan saluran yang menghubungkan rahim dan indung telur (ovarium) dan menjadi tempat bertemunya sel telur dengan sperma. Sumbatan atau kerusakan pada saluran ini akan menyebabkan sel telur sulit dibuahi dan embrio susah berpindah ke dalam rahim. Karena itu melalui bayi tabung proses pembuahan dilakukan diluar dan setelah siap, embrio akan di masukkan ke rahim.
3. Ovulasi bermasalah
Ovulasi merupakan proses ketika sel telur yang sudah matang dikeluarkan dari ovarium untuk dibuahi. Apabila siklus ovulasi tidak teratur atau malah tidak terjadi sama sekali, jumlah sel telur yang dibutuhkan untuk pembuahan otomatis akan berkurang.
4. Miom
Miom adalah tumor jinak di dinding rahim, yang umum terjadi pada wanita usia 30 hingga 40 tahunan. Kondisi yang juga disebut polip rahim ini dapat mengganggu proses perlengketan sel telur yang telah dibuahi di dalam rahim.
5. Kelainan genetik
Apabila pasien dan pasangan yang berencana memiliki anak, mempunyai risiko menurunkan penyakit genetik ketika terjadi pembuahan normal, pemeriksaan genetik yang melibatkan prosedur bayi tabung dapat dilakukan.
Proses Bayi Tabung
Karena memerlukan proses yang njlimet inilah biaya untuk pelaksanaan bayi tabung menjadi mahal. Proses bayi tabung secara umum melewati fase berikut ini.
1. Stimulasi peningkatan sel telur
Langkah awal adalh dengan melakukan stimulasi ovarium agar terjadi peningkatan jumlah sel telur yang diproduksi oleh ovarium. Proses ini dengan mengkonsumsi obat kesuburan. Semakin banyaknya sel telur yang bisa diambil dan dibuahi selama proses bayi tabung, maka semakin besar pula kesempatan terjadinya kehamilan. Perkembangan folikel dalam beberapa hari senantiasa di pantau oleh dokter dengan melakukan USG dan tes darah. Selin itu kadar hormon dan perkembangan telur dalam ovariumjug terus di pantau.
2. Pematangan sel telur dalam ovarium
Sel telur harus menyelesaikan pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk memicu pematangan sel telur dalam ovarium atau disebut oosit tersebut, dilakukan suntikan human chorionic gonadotropin agar kematangan bisa maksimal. Untuk melihat kapan waktu yang tepat dalam melakukan suntikan, maka dilakukan pemeriksaan ultrasound.
3. Pengambilan sel telur
Pengambilan sel telur ini mengharuskan pembiusan. Dokter dalam pengambilan telur akan menggunakan USG. Pengambilan telur dilakukan menggunakan jarum yang akan menghisap folikel dalam ovarium. Yang di ambil dari ovarium hanyalah satu oosit (sel telur yang sudah matang). Oosit ini kemudian akan dibawa ke laboratorium embriologi untuk dilakukan pembuahan di dalam tabung pembuahan.
4. Insemnasi
Inseminasi adalah saat dimana sperma diperkenalkan ke telur, kemudian hasil gabungan keduanya dimasukkan ke dalam ruangan khusus. Dalam waktu 12-24 jam diharapkan sudah terjadi pembuahan antara sperma dengan telur. Jika suami yang mempunyai kualitas sperma rendah, sperma perlu disuntikkan ke masing-masing telur yang matang secara langsung.
5. Pemindahan telur sudah dibuahi
Setelah telur dibuahi, telur akan disimpan selama 3-5 hari di tempat khusus sebelum dipindahkan ke rahim. Pemindahan telur yang sudah dibuahi (embrio) biasanya dilakukan pada hari kelima setelah pembuahan agar mampu menempel dengan baik pada rahim. setelah itu baru sampai pada kelahiran baik kelahiran normal atau operasi cesar.
Teknologi kedokteran memungkinkan mempermudah mendapat keturunan. Sumber Unsplash
Bolehkah Bayi Tabung Menurut Syariat Islam ?
Pada suatu musyawarah para ulama di Kuwait 11 Sya’ban 1403 H (23 Maret 1983) musyawarah Nadwah Al Injab fi Dhouil Islam ketika membicarakan hukum bayi tabung memutuskan dengan garis besar keputusannya adalah jika metodenya adalah dengan mendatangkan pihak ketiga -selain suami istri- baik dengan memanfaatkan sperma, sel telur, atau rahimnya, atau dilakukan setelah berakhir ikatan perkawinan, maka metode ini dihukumi haram.
Inilah pendapat kebanyakan ulama mu’ashirin (kontemporer) saat ini. Dengan demikian melakukan praktek bayi tabung untuk berikhtiar mendapatkan keturunan dibolehkan menurut syariat jika memenuhi syarat yang sudah di tentukan.
Ketika memilih kambing aqiqah, anda harus benar-benar teliti. Jangan sampai kambing aqiqah anda memiliki penyakit yang berbahaya. Karena itulah pada kali ini kami akan mengulas tentang penyakit kambing aqiqah yang sering ditemukan di Indonesia. Simak ulasan berikut ini !
1. Penyakit Anthraks
Penyakit ini termasuk zoonosis yang berarti dapat menularkan antara hewan ke manusia. Bahkan seseorang yang terinfeksi penyakit anthraks dapat kehilangan nyawa. Karena itu perlu diwaspadai jika ada gejala hewan yang terkena anthraks. Terutama hewan yang akan dipakai untuk hewan sembelihan aqiqah harus terbebas dari penyakit ini.
Anda perlu waspada apabila hewan aqiqah anda mengalami ciri-ciri seperti dibawah ini !
Sesak napas
Terjadi pembengkakan pada leher, dada, dan perut
Pinggang dan kelamin tampak menonjol keluar
Keluar darah berwarna kehitaman dan encer dari lubang-lubang tubuh
Demam mencapai 42 derajat Celsius
Gigi gemerutuk
Hewan terlihat gelisah
Terdapat luka pada lidah
Ilustrasi Kambing Aqiqah Sehat, sumber : FIF Group
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Bacillus anthracis. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan kepada manusia ketika manusia menyentuh atau memakan daging hewan yang telah terinfeksi bakteri ini. Penyakit anthraks hanya menyerang hewan-hewan herbivora, seperti sapi dan kambing.
Pada hewan pengidap antraks akut, hewan dapat mati secara mendadak akibat perdarahan pada otak hewan dan kematian dapat terjadi dalam waktu 1-3 hari setelah munculnya gejala. Gejala yang masih tergolong ringan dapat sembuh seiring dengan berjalannya waktu. Namun ketika hewan sudah positif terkena anthraks akan sulit untuk disembuhkan.
Jika hewan yang terkena anthraks mati maka bangkainya pun harus dikubur rapat, karena adanya bakteri yang dapat membentuk spora. Spora ini akan bertahan dalam kondisi panas dan dapat hidup bertahun-tahun lamanya di segala kondisi lingkungan. Karena itulah hewan yang sudah terserang anthraks tidak boleh disembelih.
Keberadaan anthraks di beberapa daerah terkait dengan adanya spora yang bertahan hidup dalam jangka waktu lama. Ketika menyebar pada tubuh manusia, spora akan menjadi racun dalam tubuh. Spora ini dapat menyebar bersamaan dengan daging hewan terinfeksi anthraks yang telah di konsumsi.
2. Penyakit Cacing Hati
Penyakit cacing hati adalah menjadi penyakit yang persebarannya cukup massif dan nyaris terjadi hampir di seluruh daerah di indonesia. Karena itu hewan aqiqah dan juga hewan kurban perlu di periksa dari penyakit ini. Yang menjadikan fatal adalah cacing hati dapat menular kepada manusia. Cara penularannya yakni mengonsumsi daging hewan kurang matang yang mengandung telur atau mengandung cacing hati.
Secara kasat mata penampakan hewan ternak yang terjangkit cacing hati, terutama dalam stadium parah akan mudah diketahui. Beberapa ciri hewan aqiqah yang terjangkit cacing hati sebagai berikut :
Bulu kusam
Tubuh hewan kurus
Hewan malas bergerak
Mata sayu berair dan belekan
Kulit melepuh
Diare atau susah membuang kotoran
Penyakit cacingan menjadi salah satu ancaman bagi peternak hewan kurban ataupun aqiqah. Diantara sekian banyak penyakit ternak di Indonesia, penyakit cacingan masih kurang mendapat perhatian dari para peternak. Mungkin karena tidak langsung menjadi penyebab kematian, para peternak tidak begitu menganggap serius penyakit ini.
Infeksi parasit cacing ke dalam tubuh ternak hingga berkembang biak dalam jumlah banyak sering menyebabkan peternak rugi karena dapat mengurangi nilai dari hasil peternakan, antara lain berupa penurunan berat badan, penurunan produksi susu pada ternak perah serta peningkatan angka afkir organ tubuh ternak seperti daging, kulit, dan jeroan.
Beberapa spesies cacing yang menjangkiti ternak di Indonesia adalah cacing gilig (Haemonchus contorcus) dan cacing hati (Fasciola hepatica). Cacing Haemonchus contorcus biasanya hidup bersama cacing lain dan melekat pada selaput usus hingga mengisap sari makanan, cairan tubuh dan darah, serta mengeluarkan racun.
Anak kambing yang berumur 3-4 bulan yang terserang penyakit ini bisa mengalami kematian. Kambing penderita cacingan ini tidak bisa gemuk meskipun konsumsi pakan tinggi karena sari makanan yang masuk akan dihisap oleh cacing yang berada di saluran pencernaan. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan ternak menjadi terhambat.
Helminthiasis merupakan penyakit yang disebabkan adanya perkembang biakan cacing pada tubuh hewan, baik pada saluran pencernaan, pernapasan, hati, maupun pada bagian tubuh lainnya. Kasus cacingan pada ternak kambing umumnya berjalan dalam waktu yang lama, sehingga pada awal serangan gejalanya sulit diamati oleh peternak.
3. Penyakit Pink Eye
Penyakit ini biasa menyerang pada hewan ternak seperti sapi, kambing dan domba. Meskipun penyakit ini tidak sampai menimbulkan kematian, akan tetapi dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi peternak, karena akan menyebabkan kebutaan, penurunan berat badan dan biaya pengobatan yang mahal.
Penyakit pada hewan ternak ini disebabkan oleh bakteri atau virus, namun yang paling sering ditemukan adalah akaibat bakteri Penyakit ini bisa menular dari hewan ke hewan lewat kontak antara ternak bisa juga dengan perantara serangga yang bisa memindahkan mikroorganisme atau bisa juga lewat iritasi debu. Penyakit ini dapt di deteksi dengan tanda berikut ini :
Mata berair, kemerahan pada bagian mata yang putih dan kelopaknya
Terdapat bengkak pada kelopak mata dan cenderum menjulingkan mata untuk menghindari sinar matahari.
Selaput bening mata/kornea menjadi keruh dan pembuluh darah akan tampak menyilanginya.
Kadang-kadang terjadi borok atau lubang pada selaput bening mata dan dapat pecah sehingga mengakibatkan kebutaan.
Kambing Aqiqah yang sehat, sumber : FIF Group
Meskipun penyakit kambing aqiqah ini bisa sembuh dalam waktu 1 – 4 minggu, namun bisa juga berakibat fatal yakni kebutan. Kebutan inilah yang menjadikn nilai jual hewan ternak merosot. Untuk pengobatannya anda bisa memberikan suntikan antibiotik, seperti tetracyclin atau tylosin dan penggunaan salep mata. Selain itu anda sebaiknya menempatkan ternak pada tempat yang teduh agar mengurangi rasa sakit mata akibat silaunya matahari.
Itulah ulasan mengenai penyakit kambing aqiqah yang perlu diwaspadai. Untuk mendapatkan hewan yang sehat dalam pelaksanaan aqiqah, anda bisa mempercayakan kepada penyedia jasa aqiqah Purwokerto dan sekitarnya yaitu Padi Aqiqah yang akan menyediakan kambing aqiqah yang sehat dan tentu saja dengan pengolahan yang higienis.