Membuat Gulai Kambing Enak : Berikut Ini Caranya!

Membuat Gulai Kambing Enak : Berikut Ini Caranya!

Membuat Gulai Kambing – Gulai merupakan olahan yang terbuat dari bumbu gurih dan pedas. Gulai dan gule, keduanya merupakan makanan khas Indonesia yang berbeda, meski namanya hampir mirip. Gulai adalah hidangan berkuah khas Sumatera dengan bahan baku ayam, ikan, jeroan, kambing, sapi, dan sayuran.

Selain itu, gulai juga dimasak dengan bumbu yang berempah. Rempah yang digunakan antara lain jahe, jintan, lengkuas, ketumbar, kunyit, dan lainnya. Kuahnya relatif cukup kental dan rasanya gurih pedas.

Sedangkan, Gule adalah hidangan yang berasal dari Jawa. Kuah gule relatif lebih cair dan tidak begitu kental. Santan yang encer dan kaldu daging kambing membuat rasanya menjadi gurih. Namun, rasa gule tidak gurih pekat seperti gulai. Gule pun tidak terlalu pedas karena ditambahkan sedikit gula.

Baca juga : Olahan Daging Kambing

Cara Membuat Gulai Kambing

Ilustrasi Membuat Gulai Kambing
Ilustrasi Membuat Gulai Kambing, Sumber : Tokopedia

Berikut ini beberapa cara membuat gulai kambing yang enak dan lezat. Yuk simak ulasan lengkapnya.

1. Daging Kambing

Untuk membuat gulai kambing yang enak, langkah pertama Anda perlu memilih bagian kambingnya. Anda disarankan memilih bagian panggul dekat dengan ekor, sebab bagian ini dagingnya relatif lebih empuk dengan aroma tidak terlalu tajam dan lemaknya tidak terlalu banyak. 

Olahan gulai juga enak jika dicampurkan dengan jeroan seperti babat, paru dan usus dari sapi atau kambing. 

2. Rebus Daging

Cara berikutnya dalam membuat gulai kambing yang enak yaitu merebus daging terlebih dahulu. Rebuslah daging kambing yang sudah dipilih sampai airnya mendidih. Lalu buang buih berwarna keabuan yang terdapat pada permukaan air ketika merebus daging.

Upayakan untuk menghindari merebus daging bersamaan dengan jeroan, sebab bau prengusnya akan semakin terasa. Oleh karena itu, Anda bisa merebus secara terpisah dan menambahkan rempah seperti daun salam, lengkuas, jahe, daun jeruk dan batang sereh ke dalam air rebusan tersebut.

Baca juga : Cara Menghilangkan Bau Kambing

3. Santan

Khusus untuk gulai, santan yang digunakan lebih kental dibandingkan dengan gule. Anda perlu memilih santan yang sudah tua agar kandungan minyaknya lebih banyak.

4. Bumbu Rempah

Bumbu yang dipakai agar resep gulai kambing menjadi lezat yaitu bawang merah, ketumbar, jahe, jintan, cabai merah, serai, kayu manis, cengkeh, kapulaga, pala, dan kunyit.

Resep Gulai Kambing

Ilustrasi Resep Gulai Kambing
Ilustrasi Resep Gulai Kambing, Sumber : kompas.com

Agar lebih jelas, berikut ini contoh resep gulai kambing yang bisa Anda buat di rumah.

1. Bahan

Bahan-bahan yang digunakan yaitu: 1 kg daging kambing dengan beberapa tulang iga, potong-potong, 1 sendok makan ketumbar bubuk, ½ sendok teh adas bubuk, ½ sendok teh jintan bubuk, 4 sendok makan minyak sayur.

Ditambah juga, 10 butir bawang merah, iris tipis, 1 sendok makan cabai merah bubuk /crushed chilli, 1 batang serai, memarkan, 5 cm kayu manis, 2 butir cengkeh, 2 butir kapulaga, ½ butir pala, memarkan, 1 liter santan, dan 200 gram kelapa parut, sangrai, tumbuk halus.

2. Menghaluskan Bumbu

Bumbu yang bisa Anda gunakan diantaranya: 5 siung bawang putih, 1 cm jahe, cincang, 1 cm kunyit, cincang, ½ cm lengkuas, cincang, dan 2 sendok teh garam

3. Cara Memasak

Pertama, aduklah potongan daging kambing dengan ketumbar, adas dan jintan hingga rata. Lalu, sisihkan selama 30 menit. Setelah itu, panaskan minyak, tumis bawang merah hingga layu. Kemudian, masukkan cabai merah bubuk, aduk hingga wangi.

Selanjutnya Anda tambahkan bumbu halus, serai, kayu manis, cengkeh, kapulaga dan pala, aduk hingga wangi. Berikutnya, masukkan daging kambing, aduk sampai kaku dan berubah warna. Tuangkan santan dan masukkan kelapa sangrai. Terakhir, masak dengan api kecil hingga daging kambing empuk. Angkat dan sajikan hangat. 

Manfaat Daging Kambing 

Olahan berbahan dasar daging kambing dapat menjadi salah satu komponen pola makan sehat ketika Anda konsumsi. Berikut ini beberapa manfaat daging kambing untuk kesehatan yang perlu Anda ketahui. 

1. Menjaga Otot

Daging merupakan salah satu sumber protein yang baik. Didalamnya terkandung asam amino yang dibutuhkan tubuh dan merupakan sumber protein komplit. Protein berkualitas tinggi tentu penting untuk menjaga massa otot, terutama bagi orang dewasa.

Asupan protein yang tidak terpenuhi bisa mempercepat dan memperburuk pengecilan otot yang disebabkan faktor usia. Ini tentu akan meningkatkan risiko sarcopenia, yakni suatu kondisi buruk terkait dengan massa otot yang sangat rendah.

Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan olahraga yang cukup. Ditambah konsumsi daging kambing secara rutin atau sumber protein tinggi lainnya. Hal itu dapat membantu memelihara massa otot.

2. Meningkatkan Performa Fisik

Ilustrasi Daging Kambing
Ilustrasi Daging Kambing, Sumber : kompas.com

Daging kambing juga cukup penting untuk memaksimalkan fungsi otot. Sebab, daging kambing mengandung asam amino beta-alanin yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi karnosin. Karnosin merupakan substansi penting untuk fungsi otot.

Karnosin level tinggi dalam otot manusia terkadang sering dihubungkan dengan penurunan tingkat kelelahan dan peningkatan performa olahraga.

3. Mencegah Anemia

Anemia yaitu kondisi yang terjadi disebabkan rendahnya sel darah merah dan menurunkan jumlah oksigen dalam darah. Gejala utamanya termasuk kelelahan dan kondisi tubuh yang lemah. Kekurangan zat besi juga menjadi penyebab utama anemia, tetapi bisa dengan mudah diantisipasi dengan mengatur pola makan.

Daging kambing merupakan salah satu sumber zat besi yang cukup baik. Tidak hanya mengandung zat besi dari makanan hewani, tetapi juga meningkatkan penyerapan zat besi non-heme, yakni zat besi dari makanan nabati.

Di sisi lain, mengkonsumsi daging kambing memang tidak lepas dari efek negatif. Beberapa studi observasi menghubungkan asupan daging merah tinggi dengan peningkatan risiko kanker dan penyakit jantung.

Dalam upaya menjaga kesehatan ibu hamil, maka mengkonsumsi daging kambing perlu ada aturannya. Konsumsi daging olahan seperti gulai kambing, atau terlalu matang menjadi perhatian dikarenakan kontaminan.

Demikianlah ulasan mengenai cara membuat gulai kambing yang menjadi salah satu olahan daging kambing populer khas Indonesia. Upayakan mengkonsumsi daging kambing tanpa lemak dalam jumlah yang tidak berlebihan dengan tingkat kematangan sedang untuk opsi yang lebih sehat.

Sebagai penyedia jasa aqiqah Purwokerto dan sekitarnya, pengolahan daging yang sehat menjadi komitmen Padi Aqiqah dalam memberikan pelayanan aqiqahnya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Tips Menjelang Persalinan yang Perlu Dipersiapkan

Tips Menjelang Persalinan yang Perlu Dipersiapkan

Tips Menjelang Persalinan – Menjadi hal yang lumrah jika para Ibu merasa was-was atau khawatir disaat mulai mendekati hari persalinan. Namun demikian, para Ibu tetap perlu menyiapkan fisik dan mental.

Persiapan ini penting untuk dilakukan sejak sebelum hari perkiraan lahir (HPL), agar nantinya para Ibu bisa lebih siap menghadapi proses persalinan. Jangan lupa juga untuk mengajak suami berdiskusi terkait pemilihan tempat persalinan dan metode persalinan alternatif yang yang nantinya akan dibutuhkan.

Mempercepat Kelahiran

Kelahiran sang buah hati merupakan waktu yang paling ditunggu oleh para ibu hamil. Namun, waktu persalinan biasanya sudah dapat diperkirakan dan ibu hamil tinggal menunggu sambil mempersiapkan kebutuhannya termasuk menjaga kesehatan ibu hamil.

Bayi yang baru lahir, sumber : Diadona.id
Bayi yang Baru Lahir, Sumber : diadona.id

Dalam perkembangannya, saat ini ibu hamil bisa mengusahakan untuk mempercepat kelahiran dengan melakukan teknik atau terapi tertentu. Jika sang buah hati terlahir pada waktu yang tepat tentu para ibu akan merasa happy karena perjuangannya selama kurang lebih sembilan bulan bisa terbayarkan sudah.

Namun jika sang bayi yang ada dalam kandungan ibu belum juga menampakkan tanda-tanda untuk lahir, namun secara perhitungan waktu sudah masuk HPL, biasanya para ibu hamil akan mempercepat kelahiran bayi dengan berbagai metode atau teknik yang ada. Sebab, bayi yang terlalu lama berada dalam kandungan akan menjadi berbahaya.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah
https://api.whatsapp.com/send?phone=6281230442972&text=Assalamualaikum%20Padi%20Aqiqah%2C%20bisa%20bertanya%20tentang%20catering%20aqiqah%3F

Tips Menjelang Persalinan

Berikut ini beberapa tips menjelang persalinan yang bisa dilakukan agar tubuh siap menghadapi persalinan. Tips ini dirangkum dari berbagai sumber. Yuk simak ulasan lengkapnya.

1. Melepaskan Ketegangan

Jika ada kelas yoga kehamilan, tak ada salahnya para ibu hamil untuk mengikutinya. Dalam yoga kehamilan, ada banyak latihan pernapasan saat bersalin. Dengan teknik bernapas yang tepat dan sesuai, tentunya akan lebih mampu mengatur pernapasan serta mengejan dengan baik saat momen persalinan  tiba.

Pada kelas yoga persalinan biasanya juga akan diajarkan bagaimana cara melepaskan ketegangan di bagian punggung bawah dan membuat dada, bahu serta panggul menjadi rileks. Latihan otot ini dapat membantu melepaskan ketegangan nantinya selama proses persalinan.

2. Membuang Pikiran Negatif

Sebisa mungkin, sang ibu perlu menghindari pikiran negatif mengenai persalinan menjelang hari-H. Disarankan untuk juga menghindari menonton berbagai video persalinan, baik persalinan normal maupun caesar.

Lingkungan dan sugesti negatif dapat mempengaruhi alam bawah sadar para Ibu dan melahirkan pikiran negatif selama proses persalinan. Pada akhirnya, pikiran negatif juga dapat memicu ketegangan dan meningkatkan rasa sakit.

3. Melakukan Latihan Rutin

Ibu Hamil, sumber : Ruang Muslimah
Ibu Hamil, sumber : Ruang Muslimah

Melalui latihan ringan dan rutin yang dilakukan secara konsisten, tubuh akan menjadi lebih kuat dan mampu menahan ketegangan dalam proses persalinan, terutama pada bagian sendi dan otot.

Pasalnya, saat janin tumbuh semakin besar, maka beban tubuh ibu hamil juga akan meningkat. Oleh karena itu, proses persalinan akan terasa semakin melelahkan. Tentu para Ibu juga tidak perlu melakukan latihan yang berat. Menjelang proses persalinan, disarankan latihan ringan yang bisa dilakukan misalnya dengan berjalan kaki.

4. Memahami Kemungkinan Komplikasi

Kesiapan mental tentu tak kalah penting perlu dipersiapkan menjelang proses persalinan. Sebagai upaya persiapan tersebut, penting bagi para Ibu untuk memahami adanya kemungkinan nanti mengalami komplikasi.

Mempunyai pikiran negatif menjelang persalinan memang sangat tidak disarankan, namun sebaiknya tetap mempersiapkan diri agar tidak kaget saat terjadi sesuatu di luar perkiraan. Persiapan ini juga penting untuk membuat tenang jika ada masalah yang muncul.

5. Mengajak Si Kecil Berkomunikasi

Mendekati hari persalinan, coba untuk membiasakan selalu mengajak si Kecil berkomunikasi, terutama saat para Ibu sedang sendirian. Ajak ngobrol si Kecil dengan meletakkan tangan di perut dan biarkan gerakan janin menenangkan.

Membangun bonding dengan sang buah hati akan membuat lebih rileks, mengurangi ketakutan dan menciptakan afirmasi positif. Rasa nyaman yang para Ibu rasakan akan membuat prosesi persalinan menjadi menyenangkan karena akan bertemu sang buah hati.

Jangan lupa, saat berbicara dengan janin, ucapkanlah hal positif tentang proses persalinan yang akan datang. Ini agar ia pun bersiap untuk dilahirkan dan mau “membantu” mempermudah proses persalinan.

6. Jangan Lupa Bahagia

Ilustrasi Tips Menjelang Persalinan
Ilustrasi Tips Menjelang Persalinan, Sumber : BukaReview

Sebelum menghadapi proses persalinan yang tentu melelahkan, tak ada salahnya untuk tetap bahagia. Para Ibu bisa istirahat sejenak berdua bersama suami atau pergi berwisata.

Lakukan hal-hal yang menyenangkan bagi para Ibu. Selain akan membuat lebih rileks, hal ini juga penting agar para Ibu lebih bahagia menanti waktu persalinan. Bagi yang ingin berwisata, untuk mempermudah perjalanan, para Ibu dan suami bisa menyewa mobil.

7. Pijat Perineum

Menurut Kecia Gaither, MD dari Lincoln Medical and Mental Health Center, bahwa pijat perineum merupakan salah satu teknik yang bisa dilakukan untuk memperlancar persalinan. Perineum yaitu bagian tubuh yang berada di antara bukaan vagina dan anus. Biasanya teknik ini mulai dilakukan pada pekan ke-34.

Pijat perineum ini diyakini dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit area tersebut, sehingga bisa membantu meningkatkan kemampuannya untuk meregang. Selain itu, teknik ini juga dapat mengurangi resiko robekan dan episiotomi.

Adapun cara melakukannya yaitu yang pertama, pastikanlah tangan bersih. Lalu duduklah di kursi, dan lumasi jari dengan minyak vitamin E atau minyak almond. Setelah itu, tempatkan jari sekitar 5 cm di dalam vagina.

Setelah itu, lakukan pijatan ke arah perineum. Ulangi selama sekitar 5 menit. Jangan lupa, pastikan berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukannya.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa tips menjelang persalinan yang perlu para Ibu persiapkan. Persiapan fisik dan mental jelang persalinan terkadang seringkali terabaikan, padahal justru menjadi penting untuk melancarkan proses persalinan. 

Selain mempersiapkan kelahiran sang buah hati, Anda juga perlu mempersiapkan aqiqah untuk si kecil yakni tujuh hari setelah kelahirannya. Namun bagi Anda yang tidak mau ribet mengurusnya sendiri, sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan jasa aqiqah profesional untuk menanganinya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Cara Menidurkan Bayi : Penting Ibu Ketahui!

Cara Menidurkan Bayi : Penting Ibu Ketahui!

Cara Menidurkan Bayi – Di satu tahun pertamanya, bayi membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Tak heran jika ia bisa menghabiskan separuh harinya untuk tidur. Namun, ada kalanya bayi rewel dan susah tidur, sehingga membuat Ibu harus mencari cara menidurkan bayi agar bisa terlelap lagi.

Terkadang momen seperti ini membuat para orang tua baru bingung hingga bisa menjadi momen emosional karena belum terbiasa dengan siklus tidur bayi yang tak menentu. 

Perlu diketahui bahwa waktu tidur yang cukup memiliki peran penting terhadap perkembangan kognitif si Kecil, mulai dari kemampuan berpikir, memahami, dan mengelola informasi, hingga belajar bahasa. Untuk itu, Ibu perlu mengetahui cara menidurkan bayi supaya si Kecil mendapatkan istirahat yang cukup, terutama saat ia sedang rewel dan susah tidur. 

Selain itu, tidur juga memiliki banyak manfaat lain untuk bayi, di antaranya dapat merangsang tumbuh kembang otak, hormon pertumbuhan, serta bisa menjaga daya tahan tubuh.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

Waktu Tidur Bayi

Ilustrasi Bayi Tidur
Ilustrasi Bayi Tidur, Sumber : theasianparent.com

Jika orang dewasa membutuhkan jam tidur sebanyak 7-8 jam, hal ini berbeda dengan bayi. Jam tidur bayi bervariasi tergantung pada usianya. Supaya mengetahui cara menidurkan bayi dengan benar, Ibu perlu tahu dulu waktu tidur bayi berdasarkan usia, yaitu:

Bayi baru lahir, pola tidur bayi pada usia ini masih belum teratur. Biasanya, total waktu tidur bayi baru lahir adalah 16 jam. Pembagiannya adalah 8-9 jam di malam hari dan 8 jam di siang hari. Bayi usia 1-2 bulan, di usia ini, biasanya bayi sudah mulai mengenali siang dan malam. Total waktu tidurnya adalah 15,5 jam, yang terbagi antara 8-9 jam di malam hari dan 7 jam di siang hari.

Bayi usia 3-6 bulan, untuk bayi di usia ini, total tidurnya adalah 15 jam, dengan pembagian jam tidur bayi antara 9-10 jam di malam hari dan 4-5 jam di siang hari. Bayi usia 6-9 bulan, memasuki usia 6 bulan, total waktu tidur bayi berkurang menjadi 14 jam dalam sehari, dengan pembagiannya antara 10 jam di malam hari dan 4 jam di siang hari. 

Bayi usia 9-12 bulan, biasanya memasuki rentang usia ini, bayi kemungkinan besar akan sulit tidur atau bahan tidak mau tidur jika tidak bersama orang tuanya. Rata-rata total tidurnya adalah 14 jam, dengan pembagian sebanyak 11 jam di malam hari dan 3 jam di siang hari. 

Siklus tidur bayi memang belum normal, terkadang bisa terlelap di siang hari dan terjaga di malam hari. Namun, rata-rata waktu tidur di atas bisa menjadi acuan Ibu supaya dapat menentukan waktu tidur yang tepat untuk si Kecil. Selain itu, ada beberapa penyebab bayi susah tidur yang perlu Ibu ketahui. Sebab, penyebab ini bisa menjadi jawaban agar Ibu mengetahui cara menidurkan bayi dengan benar.

Berikut adalah beberapa penyebab bayi susah tidur, yaitu : merasa lapar dan haus, terlalu Lelah, sakit, tidak tidur siang, tidak mau jauh dari Ibu, merasa tidak aman dan nyaman, jam waktu tidur tidak menentu, dan kurang mendapat sinar matahari.

Cara Menidurkan Bayi

Ilustrasi Cara Menidurkan Bayi
Ilustrasi Cara Menidurkan Bayi, Sumber : okezone.com

Berikut ini beberapa cara menidurkan bayi yang bisa Ibu lakukan di rumah, antara lain:

1. Memberikan ASI

Cara menidurkan bayi yang efektif adalah dengan memberikan ASI karena di dalamnya terkandung melatonin (hormon yang membantu tidur). Jadi, jika sudah memasuki jam tidurnya, berikan si Kecil ASI secara langsung maupun melalui botol.

2. Memenuhi Asupan Nutrisi

Selain memberikan ASI, cara menidurkan bayi yang sudah berusia lebih dari 6 bulan adalah dengan mencukupi asupannya dari air putih dan MPASI yang mengandung nutrisi lengkap serta berkualitas, meliputi protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

Kebutuhan nutrisi ini penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal si Kecil. Pastikan Ibu memberikan MPASI bernutrisi jika si Kecil sudah berusia 7-12 bulan agar ia merasa kenyang di siang dan sore hari, serta bisa lebih mudah tidur di malam hari. 

3. Memijat Lembut 

Salah satu cara menidurkan bayi yang bisa Ibu lakukan adalah dengan memijat tubuhnya setelah ia mandi di sore hari atau sebelum waktu tidur malamnya tiba. Pijatan yang lembut bisa membuat si Kecil lebih rileks dan nyaman. Ibu bisa memijat bagian lengan, punggung, kaki, dan perut dengan menggunakan baby oil atau minyak pijat khusus bayi. 

4. Mengajak Berjemur 

Ilustrasi Bayi Berjemur
Ilustrasi Bayi Berjemur, Sumber : klikdokter.com

Cara menidurkan bayi selanjutnya adalah rutin mengajaknya keluar rumah. Bayi perlu mendapatkan sinar matahari sore agar lebih mudah tertidur serta untuk mendapatkan vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulangnya. Ajaklah si Kecil keluar rumah di pagi hari untuk berjemur dan di sore hari. 

Baca juga : Panduan Praktis Merawat Bayi

5. Mengurangi Aktivitas Berat

Cara ini bisa Ibu lakukan terutama jika si Kecil sudah memasuki usia yang lebih aktif. Sebaiknya Ibu tidak mengajak si Kecil beraktivitas terlalu berat saat mendekati jam tidurnya. Ini penting agar ia tidak merasa kelelahan. Lebih baik memberikan rutinitas yang menenangkan dan membuat rileks, seperti memijat, membaca buku, dan mendengarkan suara atau musik yang menenangkan. 

6. Memberi Pereda Rasa Sakit

Saat si Kecil sakit, maka cara menidurkan bayi yang bisa Ibu lakukan adalah dengan memberikan pereda rasa sakit. Jika demam, berikan obat kompres. Bila pilek dan batuk, olesi dada, leher, dan punggungnya dengan salep khusus bayi atau menyalakan humidifier di kamar agar suasananya jadi lebih nyaman dan rileks. 

Itulah beberapa cara menidurkan bayi yang bisa Ibu lakukan setiap hari atau jika si Kecil sedang rewel. Sebenarnya cara menidurkan bayi yang paling utama adalah dengan menciptakan rutinitas yang sama setiap malam sehingga si Kecil merasa nyaman dan lebih mudah tidur. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Cara Merawat Tali Pusar Bayi Baru Lahir

Cara Merawat Tali Pusar Bayi Baru Lahir

Ketika anda dikaruniai bayi yang baru lahir dan terlihat sehat, maka biasanya bayi anda dan juga ibundanya akan diperbolehkan untuk tinggal dirumah dan mulai merawat bayi yang baru lahir secara mandiri. Ada banyak hal yang harus diperhatikan ketika merawat bayi. Salah satunya adalah anda harus mengetahui cara merawat tali pusar bayi dengan benar.

Bayi yang baru lahir memang rentan terkena berbagai gangguna kesehatan. Seperti gangguan pencernaan, gangguan nafas pada bayi dan ganngguan kesehatan lainnya. Selain itu bayi juga menjadi  rentan terkena infeksi dari bakteri dan virus. Bakteri dan virus bisa masuk melalui jalur mana saja salah satunya adalah luka pada tali pusar bayi.

Karena itu bagi anda yang baru saja memiliki momongan, anda harus mengetahui dengan benar cara merawat tali pusar bayi. Anda bisa membaca artikel dari PadiAqiqah.Com perusahaan penyedia layanan aqiqah cilacap ini. Berikut ulasannya !  

Cara Merawat Tali Pusat Bayi

Cara Merawat Tali Pusar Bayi
Perawatan bayi baru lahir harus benar. Sumber prettysmartscience.com

Tali pusar bayi harus dirawatdengan cara yang benar. Agar tidak terjadi masalah di kemudian hari, maka anda harus mengetahui cara merawat tali pusar bayi dengan benar. Perawatan tali pusat bayi baru lahir tidak boleh dilakukan sembarangan. Cara merawat tali pusar bayi yang benar meliputi:

1. Menjaga Tetap Kering

Sebagaimana luka terbuka lainnya, untuk mempercepat pemulihannya maka luka harus dijaga agar tetap kering. Hal ini juga berlaku ubntuk tali pusar bayi. Pastikan untuk menjaga area tali pusar bayi tetap kering. Kondisi basah dapa tmenyebabkan luka dari tali pusar yang di potong akan lama keringnya.

Pilihlah pakaian berbahan lembut, menyerap keringat, dan memungkinkan untuk terjadi sirkulasi udara dengan baik di kulitnya. Jangan memakaikan pakaian yang menutupi seluruh tubuh bayi ketika bayi masih belum puput tali pusarnya. Ketika memandikan bayi, pastikan pada bagian tali pusar pada bayi tidak terkena air.

2. Menjaga Kebersihan

Kotoran pada bagian tali pusar bayi akan mengakibatkan masalah kedepannya. Untuk mmembersihkannya anda tidak perlu membasuh tali pusat dengan alkohol atau zat kimia lainnya. Anda bisa membersihkan dengan air. Cara mengeringkannya juga harus menggunakan kain yang lembut atau mengipasinya hingga kering.

Pastikan sebelum melakukan perawatan tali pusat bayi, jangan lupa untuk mencuci tangan anda terlebih dahulu karena ketika tangna anda terkontaminasi bakteri maka bakteri tersebut bisa pindah ke tali pusar bayi. Tali pusat kemungkinan lebih cepat mengering dan akan terlepas sendiri jika dibiarkan saja.

Karena kulit bayi lebih sensitif maka berbagai cairan dan zat kimia seperti alkohol, sabun, atau cairan antiseptik lainnya tidak diperkenankan untuk digunakan membersihkan tali pusar bayi. Bahan tersebut justru dapat mengiritasi kulit di sekitar tali pusat dan menyebabkan lebih lama untuk pulih. Selain itu hindari penggunaan bedak, salep dan obat herbal lainnya untuk dioleskan ke tali pusar bayi. Pemberian obat pada tali pusar harus menurut petunjuk dari dokter.

3. Lepas Secara Alami

Cara merawat tali pusar bayi dengan benar adalah dengan cara membiarkan terlepas dengan alami. Jika anda memaksakan untuk melepas tali pusat dengan menariknya, maka akan dapat menyebabkan pendarahan dan infeksi. Untuk infeksi tahap selanjutnya menjadikan badan bayi menjadi panas.

Mandikan bayi dengan cara membasuh badannya menggunakan washlap atau spons mandi agar tali pusar tidak terkena air yang nantinya akan memperlama proses pemulihan tali pusar pada bayi.

banner iklan promo paket aqiqah spesial dari Padi Aqiqah

4. Perhatikan Hal Berikut

Untuk menjaga agar area tali pusar tetap kering dan bersih maka saat memakaikan popok bayi, usahakan tali pusat tidak tertutup popok. Dengan menutup tali pusar dengan popok bayi maka area tali pusar rentan terkena air seni atau tinja sehingga bisa timbul infeksi tali pusar.

Selama proses penyembuhan akan terjadi perubahan warna pada tali pusar. Setelah bayi dilahirkan, tali pusat biasanya berwarna kekuningan dan mengkilap. Seiring waktu, tali pusat akan mengering dan warna tali pusat akan menjadi cokelat, abu-abu, keunguan, kebiruan, lalu menjadi hitam. Setelah menghitam dan menyusut maka tali pusar akan puput dengan sendirinya.

Jangan khawatir jika ada sedikit darah, cairan bening atau kuning dan sisa jaringan di tali pusar si kecil yang puput. Cairan ini dengan sendirinya akan segera hilang.

Anda perlu mewaspadai hal berikut ini dan perlu penanganan dokter jika tali pusar bayi menunjukan tanda-tanda infeksi. Tanda infeksi tersebut adalah sebagai berikut :

  • Bayi kesakitan ketika di sentuh pada bagian tali pusar
  • Terdapat nanah di tali pusar.
  • Bayi menjadi demam.
  • Kulit di sekitar area tali pusat bengkak dan berwarna kemerahan.
  • Tali pusat berbau tidak sedap.
  • Terjadi pendarahan terus-menerus dan tidak normal.
Cara Merawat Tali Pusar Bayi
waspada infeksi tali pusar. Sumber todaysparent.com

Jika bayi anda mengalami masalah infeksi tali pusar atau ganggan kekebalan tubuh maka biasanya tali pusarnya belum puput meskipun bayi telah berusia 3-6 minggu. Jika bayi anda mengalami hal demikan maka anda harus segera membawanya ke dokter.

Itulah beberapa ulasan cara merawat tali pusar bayi baru lahir dengan tepat. Untuk merawat bayi memang diperlukan kesabaran dan kehati-hatian. Semoga artikel ini memberikan manfaat untuk anda semuanya. Jangan lupa membaca artikel kami lainnya mengenai kejang pada bayi yang perlu diperhatikan. Terima kasih.